Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akhlak Sosial dan Kepedulian Sesama

R
Penulis: Rojiful Mamduh❯

Photo
Photo


Advertisement

Oleh Kurnia Nur Rohmatuz Zahro (Santriwati PP Al-Madienah Denanyar)

Kala pengajian kitab Arba’in Nawawi setelah salat Duhur di Pondok Pesantren Al-Madienah Denanyar, Jombang, Rabu (4/3/2026), KH Muhammad Najib Muhammad, menyampaikan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sosial. Kebaikan seorang mukmin tidak hanya terlihat dari ibadahnya kepada Allah Ta’ala. Tetapi juga dari sikapnya kepada sesama manusia. Sikap saling membantu, tidak menghasut, serta menjaga kehormatan orang lain menjadi bagian penting dari akhlak yang harus terus dijaga.

Apalagi jika seseorang memegang kekuasaan, maka harus benar-benar adil dan amanah. ’’Satu tanda tangan seorang penguasa sangat lebih efektif daripada khotbahnya 100 kiai di 100 mimbar,’’ tuturnya.

Advertisement

Kekuasaan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat. Sebuah keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin dapat berdampak luas bagi banyak orang. Karena itu, kekuasaan seharusnya digunakan untuk membawa kemaslahatan dan keadilan.

Pada saat yang sama, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga sikap hati agar tidak mudah terjebak dalam perilaku menghasut.

Sikap menghasut pada dasarnya muncul dari ketidakpuasan terhadap keadaan atau dari rasa iri kepada orang lain. Sikap seperti ini justru merusak persaudaraan dan menumbuhkan kebencian dalam kehidupan sosial. Karena itu Abah mengingatkan; ’’Orang yang hasut berarti ora nerimo pemberiane Gusti Allah.’’

Advertisement

Selain menjauhi hasutan, Abah juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang mukmin tidak boleh bersikap acuh terhadap kesulitan orang lain, terlebih lagi terhadap tetangganya.

Kepedulian sosial merupakan bagian dari akhlak yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. ’’Kapan ono wong mukmin membantu kesulitan tetangganya, maka besok Allah akan membantu kesulitannya pada saat di akhirat,’’ tuturnya.

Abah juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus berusaha menjaga kehormatan orang lain. Setiap manusia memiliki kekurangan dan kesalahan, sehingga tidak sepantasnya membuka keburukan orang lain di hadapan banyak orang. Menutup aib sesama merupakan bentuk akhlak yang sangat mulia.

’’Sing gelem nutupi rahasia eleke kancane dekne bakal ditutupi eleke karo Gusti Allah,’’ ungkapnya.

Di samping menjaga hubungan sosial, Abah juga mengingatkan pentingnya menuntut ilmu dan menghidupkan rumah dengan ibadah. Ilmu akan menuntun seseorang menuju pemahaman agama yang lebih baik. Sementara rumah yang dihiasi dengan ibadah akan membawa ketenangan dan keberkahan bagi penghuninya. ’’Barangsiapa yang mencari ilmu maka dimudahkan Allah jalan menuju surga,’’ katanya mengutip hadis Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

 

Abah mengingatkan agar rumah tidak hanya dihiasi dengan kaligrafi, tetapi benar-benar dihidupkan dengan salat dan bacaan Alurqan. Rumah yang sering dilantunkan ayat-ayat Alqu’an akan terasa lebih tenang dan penuh keberkahan.

’’Hiasilah rumahmu dengan salat dan membaca Alquran. Ojo mung dikaligrafi, amargi omah sing ga tau diwacakno Alquran iku mengko sering gegeran,’’ urainya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan Kitab Allah (Alquran) akan banyak kebaikannya, para malaikat hadir di dalamnya, setan-setan menjauhinya, dan rumah itu bersinar bagi penduduk langit sebagaimana bintang-bintang bersinar bagi penduduk bumi.

Advertisement

Artikel Terkait

RDP Bersama Bank Jombang, Komisi B DPRD Dorong Perbaikan Kinerja

RDP Bersama Bank Jombang, Komisi B DPRD Dorong Perbaikan Kinerja

Komisi B DPRD Jombang menyoroti kinerja PT BPR Bank Jombang Perseroda dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran manajemen Bank Jombang, Bagian Perekonomian, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Rabu (4

Tiga Tahun Tak Tuntas, Sertifikat 48 Bidang Tanah Warga Kedawong Terdampak Irigasi Pariterong

Tiga Tahun Tak Tuntas, Sertifikat 48 Bidang Tanah Warga Kedawong Terdampak Irigasi Pariterong

JOMBANG – Pemecahan sertifikat tanah warga terdampak proyek Irigasi Pariterong (Papar–Turi–Peterongan) tak kunjung tuntas. Hingga mendekati akhir 2026, belum ada kepastian penerbitan sertifikat baru. Akibatnya, Pemerinta

Posyandu Kini Jadi Pusat Layanan Masyarakat, Puskesmas Cukir Jombang Perkuat Pembinaan Kader

Posyandu Kini Jadi Pusat Layanan Masyarakat, Puskesmas Cukir Jombang Perkuat Pembinaan Kader

Posyandu kini tak lagi hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak. Melalui penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), perannya diperluas menjadi pusat pelayanan masyarakat yang melibatkan berbagai

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer