Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rahasia Angka Ganjil 10 Malam Ramadan

R
Penulis: Rojiful Mamduh❯

Photo
Photo


Advertisement

Oleh: Syahira Nafila Khanza (Santriwati PP Al-Madienah Denanyar)

 

Kala ngaji qobla sahur di PP Al-Madienah, Denanyar, Jombang, Kamis (26/2/2026), KH Muhammad Najib Muhammad selaku pengasuh menjelaskan pentingnya ngaji. ’’Ngaji karo turu iku luwih apik ketimbang tangi tapi ora ngaji (ngaji sambil tidur itu lebih baik daripada bangun tetapi tidak ngaji),’’ tuturnya.

Advertisement

 

Ngaji di bulan Ramadan pahalanya dilipatgandakan. Serta menambah nikmat bulan Ramadan.

 

Advertisement

Abah Najib menjelaskan tentang Lailatul Qadar. Lailah berarti malam hari, waktu antara terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar. Qadar memiliki banyak arti. 1. Kemuliaan 2. Keterbatasan 3. Kepastian.

 

Dalam Alquran, kata Qadara sering disandingkan dengan Yabsuthu (melapangkan). Seperti di Surah Ar-Ra’d ayat 26. ’’Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (mempersempit) rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki’’.

 

Abah juga menjelaskan tentang momen-momen emas dalam hitungan 10 hari pada tiga bulan yang berbeda. 10 hari pertama Dzulhijjah. 10 hari pertama Muharram. 10 hari terakhir Ramadan.

Lailatul Qadar hanya dikhususkan untuk umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Terdapat hal menarik dari angka 1.000 bulan dalam Surah Al-Qadr yang berhubungan dengan masa kejayaan Bani Israil di bawah kepemimpinan dua nabi besar. Yaitu masa kejayaan Nabi Dawud alaihissalam (500 bulan) dan Nabi Sulaiman alaihissalam (500 bulan). Apabila disatukan, maka genap menjadi 1.000 bulan.

 

Allah Ta’ala merahasiakan turunnya Lailatul Qadar agar manusia selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan Ramadan. Imam Syadzili rahimahullah (pendiri tarekat Syadziliyah) berpendapat. jika awal Ramadan hari Sabtu maka kemungkinan Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-23. Apabila awal Ramadan Ahad dan Rabu maka kemungkinan Lailatul Qadar terjadi pada malam 29.

Jika awal Ramadan Senin maka kemungkinan Lailatul Qadar terjadi pada malam 21. Apabila  awal bulan Ramadan Selasa dan Jumat, maka kemungkinaan Lailatul Qadar terjadi pada malam 27. Apabila awal Ramadan kamis maka kemungkinan Lailatul Qadar terjadi pada malam 25.

 

Sebagian sahabat seperti Ubay bin Ka'ab radiyallahu anhu berpendapat bahwa terjadinya Lailatul Qadar malam 27.

Hal ini dikarenakan adanya 9 huruf yang terdapat dalam kalimat Lailatul Qadar. Serta pengulangan kalimat Lailatul Qadar dalam surat Al-Qadr sebanyak 3 kali. Maka, 9 (jumlah huruf) dikalikan dengan 3 (jumlah pengulangan) menghasilkan angka 27.

             

Imam Syafi’i rahimahullah menandai malam Lailatul Qadar, diantara malam ke-21 dan 23. Menurut Imam Malik rahimahullah, ’’Asalkan kita tidak meninggalkan Isya dan Subuh berjamaah, kita sudah aman dan sah mendapatkan kemuliaan malam tersebut.’’

 

Ibnu Mas’ud radiyallahu anhu berkata, ’’Barangsiapa yang melakukan qiyamul lail (salat malam) setahun penuh, maka ia akan mendapatinya (Lailatul Qadar).’’

Tanda terjadinya malam Lailatul Qadar yaitu malamnya terasa cerah, tidak berawan. Tdak dingin, tidak panas. Serta paginya ketika matahari terbit sinarnya tidak menyilaukan.

 

              Turunnya malam Lailatul Qadar disamakan dengan waktu di setiap negara masing-masing. ’’Lailatul Qadar dimulai di setiap wilayah ketika matahari terbenam dan berakhir ketika fajar terbit di wilayah tersebut,’’ kata Abah Najib.

 

Lalu bagaimana dengan negara yang berada di kutub yang malamnya saja hingga enam bulan lamanya? Yaitu dengan mengikuti negara terdekatnya.

 

Allah Ta’ala sengaja merahasiakan terjadinya malam Lailatul Qadar agar manusia selalu bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan Ramadan.

 

Aisyah radiyallahu anhu berkata: Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam apabila memasuki sepuluh malam terakhir (Ramadan), beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh, dan mengencangkan ikat pinggangnya. (HR Bukhari & Muslim)

 

 

Advertisement
Editor : Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Sopir Truk Hino Pemicu Kecelakaan Maut di Mojoagung Positif Sabu, Ini Kata Polisi

Sopir Truk Hino Pemicu Kecelakaan Maut di Mojoagung Positif Sabu, Ini Kata Polisi

Fakta baru terungkap dari kecelakaan maut yang melibatkan truk Hino dan Honda Beat di simpang tiga Ringroad Mojoagung, Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung.

Remaja Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Janti Jogoroto Jombang, Begini Kronologinya

Remaja Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Janti Jogoroto Jombang, Begini Kronologinya

Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun tewas dalam kecelakaan tabrak lari di Jalan Raya Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Kamis (5/11) malam.

Terekam CCTV, Pria Naik Xenia Gasak Dompet di Bengkel Tambal Ban 

Terekam CCTV, Pria Naik Xenia Gasak Dompet di Bengkel Tambal Ban 

Aksi pencurian terjadi di sebuah tambal ban di Jalan Raya Ngemplak, Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombanh Rabu (4/11).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer