Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Student Journalism: Menjauh dari Rumah, Mendekat ke Tuhan

R
Penulis: Rojiful Mamduh❯
Aly Al Hazmi Santri PP Al Madienah Denanyar
Aly Al Hazmi Santri PP Al Madienah Denanyar

 


Advertisement

SELASA (05/01) di PP Al-Madienah Denanyar, KH Muhammad Najib Muhammad Al Imam, selaku pengasuh menyampaikan kiat agar kerasan di pondok. ’’Ojo nglakoni opo seng mbok senengi, tapi senengono opo seng mbok lakoni,’’ tuturnya.

Menuntut ilmu di pondok pesantren merupakan pilihan pendidikan yang menuntut kesiapan mental dan spiritual. Menjauh dari rumah meninggalkan kenyamanan keluarga untuk memasuki ruang pembelajaran yang menekankan kedisiplinan, kesederhanaan, dan pembentukan karakter.

Kehidupan pesantren dimulai sejak dini hari. Azan Subuh menjadi penanda waktu sekaligus pengingat tujuan utama pendidikan pesantren, mendekatkan diri kepada Tuhan. Aktivitas ibadah yang teratur membentuk ritme hidup santri. Sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab dan ketaatan.

Advertisement

Rindu terhadap rumah dan keluarga merupakan pengalaman emosional yang hampir selalu dirasakan santri. Namun pesantren mengajarkan cara mengelola rindu secara konstruktif. Kerinduan tidak dibiarkan menjadi keluhan, melainkan diarahkan menjadi doa. Dalam konteks ini, rindu berperan sebagai sarana penguatan spiritual dan pengendalian diri.

Kesederhanaan menjadi ciri khas kehidupan pesantren. Fasilitas yang terbatas, kebersamaan dalam asrama, serta pembagian tugas harian merupakan bagian dari proses pendidikan. Melalui kondisi tersebut, santri belajar nilai kecukupan, kebersamaan, dan empati. Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pengajaran formal, tetapi juga melalui pengalaman hidup sehari-hari.

Pesantren juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan akhlak. Pembelajaran kitab, praktik ibadah, serta pembiasaan adab membentuk kepribadian santri secara menyeluruh. Pesantren tidak hanya mencetak individu berilmu, tetapi juga berkarakter.

Advertisement

Kehidupan di pesantren mengajarkan, menjauh dari rumah bukanlah bentuk kehilangan. Melainkan jalan untuk memperkuat kedekatan kepada Tuhan. Jarak, rindu, dan kesederhanaan menjadi bagian dari proses pembentukan spiritual yang berkelanjutan. Yang kelak menjadi bekal santri dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Oleh Aly Al Hazmi, Santri PP Al Madienah Denanyar

Advertisement

Artikel Terkait

Bangga! Tim Futsal Santri Mamba’ul Ma’arif Denanyar Taklukkan SMPN 1 Jombang

Bangga! Tim Futsal Santri Mamba’ul Ma’arif Denanyar Taklukkan SMPN 1 Jombang

Minggu (11/10) tim futsal MTsN 4 Jombang Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar meraih prestasi membanggakan. Meraih juara I Jombang Fest Futsal 2026 dalam rangka Hari Jadi Pemkab Jombang ke-116. Pada final yang di

Student Journalism: Pola Makan

Student Journalism: Pola Makan

Senin (7/9) di Pondok Pesantren Al-Mahfudz Seblak, Ustazah Nailu menjelaskan tentang pentingnya mengatur pola makan sehari-hari.

Jangan Ramai Saat Salat! Ini Pesan Ustazah Iis kepada Siswa SDI Tebuireng

Jangan Ramai Saat Salat! Ini Pesan Ustazah Iis kepada Siswa SDI Tebuireng

Rabu (16/9) di depan musala SDI Tebuireng Ir Soedigno Kecamatan Kesamben, Ustazah Iis, berpesan tidak boleh ramai saat salat. Karena salat itu sedang menghadap Allah Ta’ala. ’’Ramai saat salat berarti kita tidak sopan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer