Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ummul Mukminin

A
Penulis: Anggi Fridianto❯
Binti Rohmatin Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Jombang 2021-2024
Binti Rohmatin Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Jombang 2021-2024

Oleh: Binti Rohmatin*)


Advertisement

MENGACA dari tema nasional yang diusung dalam HUT Ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) baru-baru ini, mengingatkan saya pada sosok Aisyah. Putri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat terdekat Nabi, yang kemudian menjadi istri Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Tak hanya cantik luar dalam. Lebih dari itu, Aisyah dikenal cerdas, berilmu tinggi hingga memiliki peran penting dalam mendidik umat, terutama kaum perempuan.

Sebagai organisasi istri aparatur sipil negara (ASN), tidak terlalu berlebihan bila strategi perempuan dalam mendidik menjadi tagline penting. Apalagi besok, 22 Desember, ada peringatan Hari Ibu.

Advertisement

 Tujuannya satu, anak-anak tumbuh sehat, cerdas dan memiliki sifat santun. Kita bisa melihat pendidikan yang ditanamkan Abu Bakar Ash Shiddiq radiyallahu anhu, dengan mencontoh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Menanamkan nilai iman, takwa dan akhlak mulia. Hal ini menjadikan putrinya, Aisyah, tumbuh sebagai anak yang cerdas dan memiliki sifat dermawan.

Bahkan dalam perkembangannya, Aisyah mendapat gelar sebagai ibunya orang-orang mukmin (Ummul Mukminin). Gelar ini disematkan lantaran Aisyah sangat cerdas, memiliki hafalan kuat dan berwawasan luas. Hingga menjadi teladan dan contoh bagi perempuan dalam hal kecerdasan, ibadah, kedermawanan dan kepemimpinan. Peran Aisyah radiyallahu anha juga sangat penting dalam sejarah Islam, sebagai periwayat hadis dan ahli fikih.

Karenanya, di momen Hari Ibu ini kita bisa menerapkan. Seandainya tidak bisa mencontoh semua kelebihan Aisyah, paling tidak kita berupaya dari salah satu kelebihan yang dimiliki. Jadi dalam keluarga, peran ibu cukup penting untuk memastikan perkembangan setiap anak. Tumbuh kembang dengan potensinya.

Advertisement

Indonesia emas 2045 tidak bisa lahir dengan instan. Sebaliknya, harus dengan kerjakeras, sabar dan keteladanan. Menerapkan asah (stimulasi pendidikan memadai), asih (kasih sayang) dan asuh (nutrisi cukup seimbang dan halal). Buat ibu-ibu yang luar biasa, mari dimulai dari keluarga kita masing-masing. Bismillah.

 

*) Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Jombang 2021-2024

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Dari Meja Akademik ke Layar Gawai dan Ditemukannya Wajah Baru Kritik Sastra

Dari Meja Akademik ke Layar Gawai dan Ditemukannya Wajah Baru Kritik Sastra

Dahulu, kritik sastra di Indonesia memiliki panggung yang sakral: rubrik budaya surat kabar minggu, jurnal-jurnal kampus yang tebal, serta forum diskusi terbatas. Kritik adalah domain para intelektual dan akademisi yang

Ketika Novel Menyingkap Realitas: Jerat Perdagangan Manusia di Asia Tenggara

Ketika Novel Menyingkap Realitas: Jerat Perdagangan Manusia di Asia Tenggara

Keinginan mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi merupakan harapan banyak orang. Setiap orang ingin mengubah nasib dan memperbaiki kehidupan keluarganya.

Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Santri MTsN 2 Jombang Dibekali Jurus 3M

Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Santri MTsN 2 Jombang Dibekali Jurus 3M

Kamis (15/10) di MTsN 2 Jombang PP Darul 'Ulum, Rejoso, Peterongan, digelar halaqah pencegahan kekerasan seksual di lingkungan madrasah dan pondok pesantren. HM Makhi MPdI selaku kepala madrasah menjelaskan tujuannya. ’’

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer