alexametrics
31.5 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Sikapi Konflik Rusia-Ukraina, Indonesia Ambil Langkah Netral di KTT G20 Bali

KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) G20 adalah suatu forum ekonomi internasional yang diadakan dengan tujuan membicarakan mengenai perekonomian global. Disebut G20 karena konferensi ini beranggotakan 19 negara ditambah dengan satu organisasi, yakni Uni Eropa. Anggota anggota dari G20 adalah negara -negara dengan tingkat ekonomi menengah ke atas.

Indonesia adalah salah satu anggota G20 dan dipercaya menjadi tuan rumah event internasional ini. KTT G20 akan diadakan November tahun ini di Bali. Sejarah singkat dari G20 ini dimulai ketika para pemimpin bank sentral melakukan sebuah pertemuan untuk membicarakan kebijakan untuk stabilitas ekonomi global. Yang mana forum ini juga sebagai tempat untuk mencari solusi ketika terjadi krisis ekonomi global pada 1997-1999. November 2008 menjadi tahun pertama diadakannya KTT G20 bersama dengan pemimpin negara dari setiap anggota G20 yang diadakan di Amerika Serikat yang berlanjut hingga saat ini.

Indonesia masuk kategori negara dengan kekuatan ekonomi menegah sebagai anggota KTT G20. Akan tetapi Indonesia bisa saja naik ke posisi perekonomian atas berdasarkan proyeksi dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar di dunia pada 2030 mendatang. Bukan merupakan hal yang mengejutkan apabila kita melihat track record Indonesia yang pernah mendapatkan julukan ‘Macan Asia’ meskipun sekarang julukan itu menjadi ‘Macan Asia yang Tertidur’. Kondisi geografi Indonesia yang sangat strategis juga membuka potensi untuk Indonesia agar meluaskan pasar Indonesia ke seluruh penjuru dunia.

Baca Juga :  Akhlak & Protokoler

KTT G20 adalah forum untuk dimensi ekonomi sehingga tidaklah tepat apabila memasukkan agenda perpolitikan di dalamnya. Namun hal ini semakin dipertanyakan dikarenakan insiden yang baru ini terjadi yaitu invasi Rusia ke Ukraina.

Invasi ini tidak hanya merubah stabilitas perekonomian global namun juga beresiko akan memengaruhi KTT G20 itu sendiri,terutama bagi Indonesia yang menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan KTT G20. Tekanan bagi tuan rumah paling dirasakan dari blok barat yang mana beberapa negara barat mengatakan bahwasannya mereka enggan menghadiri KTT G20 apabila Presiden Rusia Vladimir Putin hadir.

Namun hal ini juga akan menjadi sebuah kesempatan sendiri untuk Indonesia ‘unjuk diri’ sebagai sebuah negara yang netral selayaknya dahulu kala ketika Indonesia menjadi salah satu negara pendiri gerakan Non-Blok.

Baca Juga :  Musim Pengantin, Mobil Ikut Sibuk

KTT G20 ini juga bisa menjadi salah satu kesempatan pula untuk menjaga marwah Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian selayaknya yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani juga sempat mengatakan di media televisi Internasional bahwasannya apapun yang terjadi KTT G20 yang akan dilaksanakan November di Bali akan tetap berlangsung karena memang sebegitu pentingnya konferensi ini diadakan karena menyangkut kestabilan ekonomi di seluruh dunia.

Sehingga hal ini bisa menjadi sebuah momentum tersendiri bagi Indonesia untuk memberikan sebuah citra tersendiri terhadap komunitas global dikarenakan langkah yang diambil berbeda dengan negara-negara lainnya dan bisa menjadi sebuah kesempatan emas untuk menjadikan marwah Indonesia lebih baik. (*)

 

Penulis:

Muhammad Ardiansyah Pratama
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

- Advertisement -

KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) G20 adalah suatu forum ekonomi internasional yang diadakan dengan tujuan membicarakan mengenai perekonomian global. Disebut G20 karena konferensi ini beranggotakan 19 negara ditambah dengan satu organisasi, yakni Uni Eropa. Anggota anggota dari G20 adalah negara -negara dengan tingkat ekonomi menengah ke atas.

Indonesia adalah salah satu anggota G20 dan dipercaya menjadi tuan rumah event internasional ini. KTT G20 akan diadakan November tahun ini di Bali. Sejarah singkat dari G20 ini dimulai ketika para pemimpin bank sentral melakukan sebuah pertemuan untuk membicarakan kebijakan untuk stabilitas ekonomi global. Yang mana forum ini juga sebagai tempat untuk mencari solusi ketika terjadi krisis ekonomi global pada 1997-1999. November 2008 menjadi tahun pertama diadakannya KTT G20 bersama dengan pemimpin negara dari setiap anggota G20 yang diadakan di Amerika Serikat yang berlanjut hingga saat ini.

Indonesia masuk kategori negara dengan kekuatan ekonomi menegah sebagai anggota KTT G20. Akan tetapi Indonesia bisa saja naik ke posisi perekonomian atas berdasarkan proyeksi dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar di dunia pada 2030 mendatang. Bukan merupakan hal yang mengejutkan apabila kita melihat track record Indonesia yang pernah mendapatkan julukan ‘Macan Asia’ meskipun sekarang julukan itu menjadi ‘Macan Asia yang Tertidur’. Kondisi geografi Indonesia yang sangat strategis juga membuka potensi untuk Indonesia agar meluaskan pasar Indonesia ke seluruh penjuru dunia.

Baca Juga :  Keselamatan untuk Kemanusiaan

KTT G20 adalah forum untuk dimensi ekonomi sehingga tidaklah tepat apabila memasukkan agenda perpolitikan di dalamnya. Namun hal ini semakin dipertanyakan dikarenakan insiden yang baru ini terjadi yaitu invasi Rusia ke Ukraina.

Invasi ini tidak hanya merubah stabilitas perekonomian global namun juga beresiko akan memengaruhi KTT G20 itu sendiri,terutama bagi Indonesia yang menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan KTT G20. Tekanan bagi tuan rumah paling dirasakan dari blok barat yang mana beberapa negara barat mengatakan bahwasannya mereka enggan menghadiri KTT G20 apabila Presiden Rusia Vladimir Putin hadir.

Namun hal ini juga akan menjadi sebuah kesempatan sendiri untuk Indonesia ‘unjuk diri’ sebagai sebuah negara yang netral selayaknya dahulu kala ketika Indonesia menjadi salah satu negara pendiri gerakan Non-Blok.

Baca Juga :  "Santri Pilihan Google"
- Advertisement -

KTT G20 ini juga bisa menjadi salah satu kesempatan pula untuk menjaga marwah Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian selayaknya yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani juga sempat mengatakan di media televisi Internasional bahwasannya apapun yang terjadi KTT G20 yang akan dilaksanakan November di Bali akan tetap berlangsung karena memang sebegitu pentingnya konferensi ini diadakan karena menyangkut kestabilan ekonomi di seluruh dunia.

Sehingga hal ini bisa menjadi sebuah momentum tersendiri bagi Indonesia untuk memberikan sebuah citra tersendiri terhadap komunitas global dikarenakan langkah yang diambil berbeda dengan negara-negara lainnya dan bisa menjadi sebuah kesempatan emas untuk menjadikan marwah Indonesia lebih baik. (*)

 

Penulis:

Muhammad Ardiansyah Pratama
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/