Agus Widodo Trihariyanto, pembina SSB Bintang Taruna mengatakan, Persedikab menjadi contoh yang bagus bagi Jombang. Pembinaanya di usia dini sangat matang. Setelah kemampuan matang dan usia mencukupi, pemain SSB binaan Persedikab bisa turut membela Persedikab di Liga 3. ’’Kabupaten Kediri sekarang mengadakan seleksi di sekolah-sekolah SD mulai usia 10 tahun. Anak-anak yang berbakat akan terus dipantau oleh Persedikab,’’ jelasnya.
Persedikab Kabupaten Kediri, tahun 2021 lalu diguyur Rp 4 miliar dari APBD. Tahun ini, manajemen Persedikab meminta tambahan menjadi Rp 7 miliar agar moncer di Liga 3. Sejumlah klub Liga 3 lain juga masih mendapatkan kucuran APBD hingga kini. Seperti Persibas Banyumas, tahun ini mendapatkan Rp 150 juta dari APBD.
Askab PSSI Kudus mendapat tambahan Rp 1,35 miliar pada P-APBD 2022. Utamanya untuk membiayai Persiku Kudus, yang tampil Liga 3. Tahun 2020, Persiku Kudus juga mendapatkan sokongan dana yang cukup fantastis dari APBD, Rp 800 juta. ’’Klub Liga 3 seperti PSID memang masih boleh dibantu APBD,’’ tambahnya
PSID terakhir mendapat dukungan APBD 2019 senilai Rp 500 juta. Setelah itu, PSID tidak lagi mendapat dana dari APBD. Padahal jelang pilkada 2018, bupati menyatakan akan mendukung PSID. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW