alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Olahraga dan Ekstrakurikuler Segera Dibolehkan

JOMBANG – Penyebaran Covid-19 di Jombang sudah menurun. Pelajaran olahraga dan ekstrakurikuler di sekolah segera diperbolehkan. ’’Jika kasus Covid-19 tetap rendah, maka kegiatan belajar mengajar akan kembali normal, termasuk olahraga dan ekstrakurikuler di sekolah,’’ kata Jumadi, sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, kemarin.

Sementara ini, pembelajaran tatap muka (PTM) hanya boleh dilakukan dalam kelas dengan jumlah terbatas. Mapel olahraga hanya boleh diberikan dalam kelas, tidak di lapangan.

”Mapel olahraga di sini tetap diberikan, tapi tidak praktik, hanya materi dalam kelas,” kata Sukristiono Siwi Subekti, kepala SMPN 3 Jombang, kemarin.

Aturan PTM memang hanya boleh mengadakan kegiatan belajar di dalam kelas. Kegiatan yang dilakukan di luar kelas belum diperbolehkan, termasuk ekstrakurikuler dan mapel olahraga.

Baca Juga :  Mantap! Perenang Jombang Borong 54 Medali Piala Walikota Surabaya

Hingga saat ini, PTM di Jombang diikuti 50 persen dari kapasitas kelas. Di SD dan SMP maksimal 15 siswa per kelas. Sedangkan untuk PAUD maksimal 33 persen per kelas, atau maksimal lima siswa per kelas.

PTM dilakukan dengan dua shift. Namun, jika siswa tak sampai batas maksimal kapasitas kelas, maka boleh melakukan PTM hanya dengan satu shift saja. Shift pagi 50 persen pukul 07.00 sampai 09.20. Kemudian dilanjutkan shift dua 50 persen sisanya hingga pukul 12.00. Sehari hanya empat jam pelajaran saja.

- Advertisement -

JOMBANG – Penyebaran Covid-19 di Jombang sudah menurun. Pelajaran olahraga dan ekstrakurikuler di sekolah segera diperbolehkan. ’’Jika kasus Covid-19 tetap rendah, maka kegiatan belajar mengajar akan kembali normal, termasuk olahraga dan ekstrakurikuler di sekolah,’’ kata Jumadi, sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, kemarin.

Sementara ini, pembelajaran tatap muka (PTM) hanya boleh dilakukan dalam kelas dengan jumlah terbatas. Mapel olahraga hanya boleh diberikan dalam kelas, tidak di lapangan.

”Mapel olahraga di sini tetap diberikan, tapi tidak praktik, hanya materi dalam kelas,” kata Sukristiono Siwi Subekti, kepala SMPN 3 Jombang, kemarin.

Aturan PTM memang hanya boleh mengadakan kegiatan belajar di dalam kelas. Kegiatan yang dilakukan di luar kelas belum diperbolehkan, termasuk ekstrakurikuler dan mapel olahraga.

Baca Juga :  Porprov 2022, Cabor Atletik Kehilangan Dua Peraih Medali

Hingga saat ini, PTM di Jombang diikuti 50 persen dari kapasitas kelas. Di SD dan SMP maksimal 15 siswa per kelas. Sedangkan untuk PAUD maksimal 33 persen per kelas, atau maksimal lima siswa per kelas.

PTM dilakukan dengan dua shift. Namun, jika siswa tak sampai batas maksimal kapasitas kelas, maka boleh melakukan PTM hanya dengan satu shift saja. Shift pagi 50 persen pukul 07.00 sampai 09.20. Kemudian dilanjutkan shift dua 50 persen sisanya hingga pukul 12.00. Sehari hanya empat jam pelajaran saja.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/