23.6 C
Jombang
Saturday, December 10, 2022

Peraih Emas Porprov dari Jombang ini, Sudah Belajar Karate Sejak Umur 3 Tahun

JOMBANG – Juara tidak muncul tiba-tiba. Itu dirasakan Shalsabila Erika Kanasawa, karateka peraih emas Porprov Jatim di Bondowoso 1-2 Juli. Warga jalan Panglima Sudirman Nomor 13 Jombang ini meraih emas di nomor kumite (tanding) -55 kilogram putri.

’’Mama saya pelatih karate. Saya juga mulai belajar karate sejak usia tiga tahun,’’ kata putri bungsu pasangan Nurhayati dan Nurul Huda ini.

Caca, sapaan akrabnya sudah terbiasa melihat ibunya bergelut dengan karate. Itu membuatnya mau tidak mau harus belajar. Mulanya terpaksa. Namun lama kelamaan, Caca mengaku menyukai karate. Dia menganggap karate menjadi bagian dari kehidupannya.

Setiap hari, Caca latihan karate. Terlebih sekarang duduk di kelas 11 SMA Negeri Olahraga Sidoarjo. Praktis, setiap hari ia bergelut dengan olahraga. Apalagi karate, ia latihan 14 kali dalam seminggu. Dalam satu hari ia bisa latihan dua sampai tiga kali.

Baca Juga :  Rayakan Hari Kemerdekaan, BRI Resmikan Menara BRILian

Ia yang juga tinggal diasrama dan disibukkan dengan kegiatan olahraga, utamanya mempersiapkan porprov. Hal itu membuatnya harus merelakan waktu istirahat dan bermain. ’’Olahraga yang nomor satu pokoknya,’’ katanya.

Caca ingin totalitas di olahraga. Karenanya, ia memilih sekolah di SMANOR Sidoarjo. Tujuannya, agar seimbang antara sekolah dengan latihan karate. ’’Ini tidak lepas dari dukungan orang tua, yang selalu mensupport keinginan saya untuk maksimal di olahraga. Lingkungan SMANOR sangat pas bagi saya,’’ kata remaja yang bercita-cita sebagai polwan ini.

Sebagai peraih emas Porprov, Caca mendapatkkan bonus Rp 30 juta dari Pemkab Jombang. Ia bakal menggunakan uang itu untuk membeli laptop, handphone, dan ditabung. Dibawah bimbingan pelatih Alfan Rizki, gadis kelahiran Jombang, 6 November 2005 ini juga meraih juara satu Jombang Open 2022. (wen/jif/riz)

Baca Juga :  Jelang Liga Santri, Bupati Bersama Kasdam Cek Kesiapan Stadion Merdeka





Reporter: Wenny Rosalina

JOMBANG – Juara tidak muncul tiba-tiba. Itu dirasakan Shalsabila Erika Kanasawa, karateka peraih emas Porprov Jatim di Bondowoso 1-2 Juli. Warga jalan Panglima Sudirman Nomor 13 Jombang ini meraih emas di nomor kumite (tanding) -55 kilogram putri.

’’Mama saya pelatih karate. Saya juga mulai belajar karate sejak usia tiga tahun,’’ kata putri bungsu pasangan Nurhayati dan Nurul Huda ini.

Caca, sapaan akrabnya sudah terbiasa melihat ibunya bergelut dengan karate. Itu membuatnya mau tidak mau harus belajar. Mulanya terpaksa. Namun lama kelamaan, Caca mengaku menyukai karate. Dia menganggap karate menjadi bagian dari kehidupannya.

Setiap hari, Caca latihan karate. Terlebih sekarang duduk di kelas 11 SMA Negeri Olahraga Sidoarjo. Praktis, setiap hari ia bergelut dengan olahraga. Apalagi karate, ia latihan 14 kali dalam seminggu. Dalam satu hari ia bisa latihan dua sampai tiga kali.

Baca Juga :  Jelang Liga Santri, Bupati Bersama Kasdam Cek Kesiapan Stadion Merdeka

Ia yang juga tinggal diasrama dan disibukkan dengan kegiatan olahraga, utamanya mempersiapkan porprov. Hal itu membuatnya harus merelakan waktu istirahat dan bermain. ’’Olahraga yang nomor satu pokoknya,’’ katanya.

Caca ingin totalitas di olahraga. Karenanya, ia memilih sekolah di SMANOR Sidoarjo. Tujuannya, agar seimbang antara sekolah dengan latihan karate. ’’Ini tidak lepas dari dukungan orang tua, yang selalu mensupport keinginan saya untuk maksimal di olahraga. Lingkungan SMANOR sangat pas bagi saya,’’ kata remaja yang bercita-cita sebagai polwan ini.

Sebagai peraih emas Porprov, Caca mendapatkkan bonus Rp 30 juta dari Pemkab Jombang. Ia bakal menggunakan uang itu untuk membeli laptop, handphone, dan ditabung. Dibawah bimbingan pelatih Alfan Rizki, gadis kelahiran Jombang, 6 November 2005 ini juga meraih juara satu Jombang Open 2022. (wen/jif/riz)

Baca Juga :  Lagi, Pesepak Bola Jombang Dapat Panggilan Ikut Perkuat Timnas U-19





Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/