26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Kisruh Masih Berlanjut, Dana Pembinaan Pelti Jombang Terancam Tak Cair

JOMBANG – Dana pembinaan untuk Pelti 2023 terancam tak cair. Hal itu menyusul permasalahan di internal pengurus masih belum beres.

’’Kita berharap persoalan diinternal Pelti segera beres sehingga legalitasnya kuat untuk proses pencairan dana hibah,’’ kata Ketua KONI Jombang, Heru Ariwanto, kemarin.

Adanya mosi tidak percaya yang diajukan 17 klub otomatis mengurangi kepercayaan terhadap ketua Pelti. Apalagi jika Pelti Jatim nantinya mengeluarkan SK pembekuan. ’’Secara yuridis, LPJ dana pembinaan Pelti sudah sesuai, sudah benar dan tidak ada masalah. Tapi saya khawatir, dana pembinaan itu bukan untuk kegiatan riil pembinaan atlet tenis lapangan. Ini kan menjadi krusial,’’ ungkap Heru.

Tahun ini, Jombang akan menjadi tuan rumah porprov tenis lapangan. Ini mengharuskan polemik di kepengurusan Pelti segera diselesaikan. Untuk melancarkan porprov 2023 di Jombang, perlu adanya koordinasi yang intens antar pengurus. ’’Pola pembinaan harus dilakukan dengan serius, agar kita bisa meraih banyak medali tenis lapangan di kandang sendiri,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Ditahan Saat Berstatus Kades Aktif, Jabatannya Diberhentikan Sementara

Sementara itu, pengurus Pelti Jatim sendiri memberikan target 60 hari atau dua bulan untuk pengurus Pelti menyelesaikan masalah dan mencari solusi. Jika dalam waktu dua bulan masalah belum selesai, maka Pelti Jatim akan menggelar musyawarah cabang luar biasa (muscablub) untuk mengganti kepengurusan Pelti Jombang 2021-2005. ’’Muscablub harus dilakukan sebelum porprov 2023 berlangsung di Jombang,’’ kata Irmantara Subagyo, wakil ketua Pelti Jatim yang juga wakil ketua II KONI Jatim.

Sebelumnya, Ketua Pelti Jombang, Yacob Widarto, diprotes 17 klub melalui surat mosi tidak percaya. Pelti Jatim datang ke Jombang untuk menindaklanjutinya Sabtu (21/1) dengan mengumpulkan klub dan KONI. Namun Yacob justru tidak datang dengan alasan di luar kota. (wen/jif/riz)

Baca Juga :  Pelatih SSB di Jombang Berharap Kompetisi Internal Tak Mandek

 






Reporter: Wenny Rosalina

JOMBANG – Dana pembinaan untuk Pelti 2023 terancam tak cair. Hal itu menyusul permasalahan di internal pengurus masih belum beres.

’’Kita berharap persoalan diinternal Pelti segera beres sehingga legalitasnya kuat untuk proses pencairan dana hibah,’’ kata Ketua KONI Jombang, Heru Ariwanto, kemarin.

Adanya mosi tidak percaya yang diajukan 17 klub otomatis mengurangi kepercayaan terhadap ketua Pelti. Apalagi jika Pelti Jatim nantinya mengeluarkan SK pembekuan. ’’Secara yuridis, LPJ dana pembinaan Pelti sudah sesuai, sudah benar dan tidak ada masalah. Tapi saya khawatir, dana pembinaan itu bukan untuk kegiatan riil pembinaan atlet tenis lapangan. Ini kan menjadi krusial,’’ ungkap Heru.

Tahun ini, Jombang akan menjadi tuan rumah porprov tenis lapangan. Ini mengharuskan polemik di kepengurusan Pelti segera diselesaikan. Untuk melancarkan porprov 2023 di Jombang, perlu adanya koordinasi yang intens antar pengurus. ’’Pola pembinaan harus dilakukan dengan serius, agar kita bisa meraih banyak medali tenis lapangan di kandang sendiri,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Lima Pemain Voli Asal Jombang Ikut Livoli Divisi 1

Sementara itu, pengurus Pelti Jatim sendiri memberikan target 60 hari atau dua bulan untuk pengurus Pelti menyelesaikan masalah dan mencari solusi. Jika dalam waktu dua bulan masalah belum selesai, maka Pelti Jatim akan menggelar musyawarah cabang luar biasa (muscablub) untuk mengganti kepengurusan Pelti Jombang 2021-2005. ’’Muscablub harus dilakukan sebelum porprov 2023 berlangsung di Jombang,’’ kata Irmantara Subagyo, wakil ketua Pelti Jatim yang juga wakil ketua II KONI Jatim.

Sebelumnya, Ketua Pelti Jombang, Yacob Widarto, diprotes 17 klub melalui surat mosi tidak percaya. Pelti Jatim datang ke Jombang untuk menindaklanjutinya Sabtu (21/1) dengan mengumpulkan klub dan KONI. Namun Yacob justru tidak datang dengan alasan di luar kota. (wen/jif/riz)

Baca Juga :  Porprov Tahun Depan, Cabor Menembak Bakal Kurangi Jatah Atlet

 






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/