alexametrics
29.2 C
Jombang
Monday, September 26, 2022

Rahmat Beri Santoso, Pemain Timnas Indonesia U-19 yang Ingin Jadi TNI

JOMBANG – Torehan prestasi diukir salah satu pemain sepak bola asal Jombang, Rahmat Beri Santoso. Arek Jombang ini turut menghantarkan Timnas Indonesia lolos ke putaran final piala Asia U-20 di Uzbekistan, pada 1-18 Maret mendatang. Kendati demikian, ia mengaku justru ingin berkarir di dunia militer, sebagai TNI AD.

Tampilannya seperti sedang bermain di lapangan hijau. Berkostum serba merah kebanggaan Timnas Indonesia U-19. Lengkap dengan sepatu sepak bola dengan jersey, deker pelindung dan kaos kaki panjang yang menutup kedua kaki.

Ditemui di sela-sela memenuhi undangan Bupati Mundjidah Wahab di Pendopo Kabupaten Jombang kemarin (21/9), ia tak banyak bercerita. Sesekali dia menebar senyum, sambil manggut-manggut, menerima semua nasehat yang diberikan. Tetap rendah hati, tidak melupakan ibadah dan terus bersyukur. ”Jangan lupa salat lima waktu, berdoa, jangan dulu pacaran, raih prestasi setinggi-tingginya,” tutur Bupati Mundjidah.

Beri, sapaan akrabnya, tahun ini genap berusia 18 tahun. Cowok asal Dusun Cangkringmalang, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben ini lahir 2 Februari 2004. Ia menyukai sepak bola sejak duduk di bangku TK. Namun secara khusus belajar sepak bola di Sekolah Sepak Bola (SSB) Pesawat FC yang bermarkas di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben. Setiap ada kesempatan, ia selalu bermain sepak bola di mana saja.

Baca Juga :  Absennya PSID di Liga 3, Dinilai Bakal Bunuh Motivasi Pemain

Karir sepak bolanya semakin terlihat setelah ia bergabung dengan PSID U-17 tahun 2017 silam. ”Saya ikut seleksi PSID, dan senang sekali bisa lolos, membela PSID,” kenangnya. Sayap karirnya semakin mengembang setelah ia memutuskan untuk meninggalkan PSID dan bergabung menjadi pemain Persebaya 2019 lalu. ”Di Persebaya saya satu angkatan dengan Marselino, sekarang bertemu lagi di Timnas,” jelas anak pertama dari dua bersaudara, pasangan Mariono dengan Eri Prasetyowati ini.

Selama ini, Beri, sapaan akrabnya, terbiasa bermain di posisi penyerang dan sayap. Kakinya yang lihai dalam memainkan si kulit bundar, kemudian dilirik tim junior Barito Putera, salah satu klub Liga 1. Ia resmi bergabung di Barito Putera 2020. Dua tahun kemudian, januari 2022, barulah dia  dipromosikan ke tim senior Barito Putera.

Tahun ini, prestasi sepak bolanya semakin moncer setelah bergabung dengan Timnas Indonesia, klub kasta tertinggi persepakbolaan tanah air. Menurut dia, menjadi pemain bola profesional bukan menjadi cita-cita utamanya. Dulu ia hanya sekadar hobi. Namun karena rejekinya berada di titik Timnas, sekarang dirinya justru terus bersyukur.

Baca Juga :  SSB Harapan Muda Juarai Kompetisi Soeratin U-13

”Sebetulnya saya ingin menjadi TNI AD, kalau sekarang ada kesempatan pasti saya ambil, kalau sepak bola ini hobi dari kecil yang saya seriusi,” jelas alumni SDN Carangrejo 2, SMPN 1 Sumobito dan SMAN Kesamben ini.

Menurut ibunya, Eri Prasetyowati, dukungan terhadap karir putranya agar serius di sepak bola terus diberikan meski terkadang mengalami hambatan. Apalagi selama ini anaknya lebih sering menjalani pembinaan di luar daerah. ”Semua keluarga support, kalau masalah dana ya diada-adain, kadang pinjam sang paman yang juga mendukung karir keponakannya,” ujar dia.  

Dalam kesempatan itu, Bupati Mundjidah Wahab juga menyampaikan rasa bangga karena sebagai striker muda, Beri bisa mengharumkan nama Jombang. Harapannya, prestasi sepak bola ini menjadi motivasi tersendiri bagi siapa saja yang ingin meningkatkan karir olahraga. “Mudah-mudahan menjadi motivasi bagi Beri maupun pemain muda lain,” pungkasnya. (wen/bin/riz)






Reporter: Wenny Rosalina

JOMBANG – Torehan prestasi diukir salah satu pemain sepak bola asal Jombang, Rahmat Beri Santoso. Arek Jombang ini turut menghantarkan Timnas Indonesia lolos ke putaran final piala Asia U-20 di Uzbekistan, pada 1-18 Maret mendatang. Kendati demikian, ia mengaku justru ingin berkarir di dunia militer, sebagai TNI AD.

Tampilannya seperti sedang bermain di lapangan hijau. Berkostum serba merah kebanggaan Timnas Indonesia U-19. Lengkap dengan sepatu sepak bola dengan jersey, deker pelindung dan kaos kaki panjang yang menutup kedua kaki.

Ditemui di sela-sela memenuhi undangan Bupati Mundjidah Wahab di Pendopo Kabupaten Jombang kemarin (21/9), ia tak banyak bercerita. Sesekali dia menebar senyum, sambil manggut-manggut, menerima semua nasehat yang diberikan. Tetap rendah hati, tidak melupakan ibadah dan terus bersyukur. ”Jangan lupa salat lima waktu, berdoa, jangan dulu pacaran, raih prestasi setinggi-tingginya,” tutur Bupati Mundjidah.

Beri, sapaan akrabnya, tahun ini genap berusia 18 tahun. Cowok asal Dusun Cangkringmalang, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben ini lahir 2 Februari 2004. Ia menyukai sepak bola sejak duduk di bangku TK. Namun secara khusus belajar sepak bola di Sekolah Sepak Bola (SSB) Pesawat FC yang bermarkas di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben. Setiap ada kesempatan, ia selalu bermain sepak bola di mana saja.

Baca Juga :  Absennya PSID di Liga 3, Dinilai Bakal Bunuh Motivasi Pemain

Karir sepak bolanya semakin terlihat setelah ia bergabung dengan PSID U-17 tahun 2017 silam. ”Saya ikut seleksi PSID, dan senang sekali bisa lolos, membela PSID,” kenangnya. Sayap karirnya semakin mengembang setelah ia memutuskan untuk meninggalkan PSID dan bergabung menjadi pemain Persebaya 2019 lalu. ”Di Persebaya saya satu angkatan dengan Marselino, sekarang bertemu lagi di Timnas,” jelas anak pertama dari dua bersaudara, pasangan Mariono dengan Eri Prasetyowati ini.

Selama ini, Beri, sapaan akrabnya, terbiasa bermain di posisi penyerang dan sayap. Kakinya yang lihai dalam memainkan si kulit bundar, kemudian dilirik tim junior Barito Putera, salah satu klub Liga 1. Ia resmi bergabung di Barito Putera 2020. Dua tahun kemudian, januari 2022, barulah dia  dipromosikan ke tim senior Barito Putera.

Tahun ini, prestasi sepak bolanya semakin moncer setelah bergabung dengan Timnas Indonesia, klub kasta tertinggi persepakbolaan tanah air. Menurut dia, menjadi pemain bola profesional bukan menjadi cita-cita utamanya. Dulu ia hanya sekadar hobi. Namun karena rejekinya berada di titik Timnas, sekarang dirinya justru terus bersyukur.

Baca Juga :  Rumahnya Rusak Terdampak Proyek Tanggul Brantas, Warga Hanya Diminta Menunggu

”Sebetulnya saya ingin menjadi TNI AD, kalau sekarang ada kesempatan pasti saya ambil, kalau sepak bola ini hobi dari kecil yang saya seriusi,” jelas alumni SDN Carangrejo 2, SMPN 1 Sumobito dan SMAN Kesamben ini.

Menurut ibunya, Eri Prasetyowati, dukungan terhadap karir putranya agar serius di sepak bola terus diberikan meski terkadang mengalami hambatan. Apalagi selama ini anaknya lebih sering menjalani pembinaan di luar daerah. ”Semua keluarga support, kalau masalah dana ya diada-adain, kadang pinjam sang paman yang juga mendukung karir keponakannya,” ujar dia.  

Dalam kesempatan itu, Bupati Mundjidah Wahab juga menyampaikan rasa bangga karena sebagai striker muda, Beri bisa mengharumkan nama Jombang. Harapannya, prestasi sepak bola ini menjadi motivasi tersendiri bagi siapa saja yang ingin meningkatkan karir olahraga. “Mudah-mudahan menjadi motivasi bagi Beri maupun pemain muda lain,” pungkasnya. (wen/bin/riz)






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/