alexametrics
25.7 C
Jombang
Monday, September 26, 2022

PSID Absen Liga 3, Bupati Janji Bakal Panggil Disporapar

JOMBANG – Absennya PSID dari Liga 3 musim ini baru didengar Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Bupati janji bakal memanggil Disporapar dan semua elemen yang terkait untuk mencari jalan keluar.

’’Nanti kami panggil, akan kami koordinasikan dulu, terima kasih informasinya,’’ kata Bupati Mundjidah, usai menyerahkan penghargaan kepada Rahmat Beri Santoso, pemain timnas U-20 Asal Kesamben, di pendopo kemarin (21/9).

Ia berharap, PSID terus berjalan, manajemen tidak sampai bubar. ’’Kalau butuh pembaruan, akan kita fasilitasi. Jangan sampai bubar, kita akan koordinasikan ini dengan Disporapar dan KONI Jombang,’’ terang Bupati Mundjidah.

Tahun ini merupakan momen yang pas untuk membesarkan nama PSID. Karena tahun depan Jombang ditunjuk menjadi tuan rumah porprov 2023. Sepak bola yang menjadi olahraga paling memasyarakat penting untuk digaungkan.

Baca Juga :  Peserta JJSJ Bisa Daftar On The Spot

’’Sepak bola itu olahraga yang paling mampu menarik perhatian orang banyak, seharusnya diperjuangkan lebih sungguh-sungguh,’’ kata Rahmat Agung Saputra, anggota Komisi D DPRD Jombang.

Jika PSID mampu eksis tahun ini, pemain yang tampil di Liga 3 bisa tampil lagi di porprov 2023. Sebab, banyak pemain PSID lama yang dari sisi usia masih bisa dipakai lagi di porprov.

’’Jika yang main di porprov pemain liga, pasti Jombang ditakuti lawan. Apalagi potensi sepak bola Jombang luar biasa,’’ jelasnya.

Ketua cabang olahraga E Sport Jombang ini mengatakan, hidup matinya PSID merupakan tanggungjawab seluruh masyarakat Jombang. Termasuk Askab PSSI, Pemkab Jombang dan masyarakat umum.

’’Kalau Pemkab tidak sanggup memberikan sokongan dana, minimal dibantu dengan mencarikan sponsor, menjembatani klub dengan pengusaha-pengusaha di Jombang. Karena sepak bola itu olahraga yang paling dekat dengan masyarakat, sehingga harus diperjuangkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Persiapan Porprov, Atlet Voli di Jombang Lari 10 Kilometer di Wonosalam

Tahun ini, PSID begitu melas. Tidak ada dana, tidak punya bapak asuh, hingga harus mengecewakan masyarakat Jombang karena absen Liga 3. Sementara masih banyak pemerintah daerah yang peduli terhadap sepak bola. Tahun ini, PSSI Jombang melalui dana hibah KONI mendapatkan Rp 85 juta. (wen/jif)






Reporter: Wenny Rosalina

JOMBANG – Absennya PSID dari Liga 3 musim ini baru didengar Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Bupati janji bakal memanggil Disporapar dan semua elemen yang terkait untuk mencari jalan keluar.

’’Nanti kami panggil, akan kami koordinasikan dulu, terima kasih informasinya,’’ kata Bupati Mundjidah, usai menyerahkan penghargaan kepada Rahmat Beri Santoso, pemain timnas U-20 Asal Kesamben, di pendopo kemarin (21/9).

Ia berharap, PSID terus berjalan, manajemen tidak sampai bubar. ’’Kalau butuh pembaruan, akan kita fasilitasi. Jangan sampai bubar, kita akan koordinasikan ini dengan Disporapar dan KONI Jombang,’’ terang Bupati Mundjidah.

Tahun ini merupakan momen yang pas untuk membesarkan nama PSID. Karena tahun depan Jombang ditunjuk menjadi tuan rumah porprov 2023. Sepak bola yang menjadi olahraga paling memasyarakat penting untuk digaungkan.

Baca Juga :  Pebulutangkis Jombang Ini Raih Dua Medali Kapolda Open

’’Sepak bola itu olahraga yang paling mampu menarik perhatian orang banyak, seharusnya diperjuangkan lebih sungguh-sungguh,’’ kata Rahmat Agung Saputra, anggota Komisi D DPRD Jombang.

Jika PSID mampu eksis tahun ini, pemain yang tampil di Liga 3 bisa tampil lagi di porprov 2023. Sebab, banyak pemain PSID lama yang dari sisi usia masih bisa dipakai lagi di porprov.

’’Jika yang main di porprov pemain liga, pasti Jombang ditakuti lawan. Apalagi potensi sepak bola Jombang luar biasa,’’ jelasnya.

Ketua cabang olahraga E Sport Jombang ini mengatakan, hidup matinya PSID merupakan tanggungjawab seluruh masyarakat Jombang. Termasuk Askab PSSI, Pemkab Jombang dan masyarakat umum.

’’Kalau Pemkab tidak sanggup memberikan sokongan dana, minimal dibantu dengan mencarikan sponsor, menjembatani klub dengan pengusaha-pengusaha di Jombang. Karena sepak bola itu olahraga yang paling dekat dengan masyarakat, sehingga harus diperjuangkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Optimistis! Ini 3 Kunci Pendorong Pertumbuhan Berkelanjutan BRI

Tahun ini, PSID begitu melas. Tidak ada dana, tidak punya bapak asuh, hingga harus mengecewakan masyarakat Jombang karena absen Liga 3. Sementara masih banyak pemerintah daerah yang peduli terhadap sepak bola. Tahun ini, PSSI Jombang melalui dana hibah KONI mendapatkan Rp 85 juta. (wen/jif)






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/