26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Spirit Karate 98, Karateka Jadikan Kejuaraan Ajang Silaturahmi

JOMBANG – Silaturahmi sangat banyak manfaatnya. Ini tidak hanya disampaikan di karate, namun dibiasakan dan ditradisikan.

’’Latihan bersama, kejuaraan, itu semua termasuk ajang silaturahmi juga,’’ kata Kwat Prayitno, ketua harian Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Jombang, kemarin.

Nijukun atau 20 ajaran karate, pada poin pertamanya menegaskan, karate diawali dan diakhiri dengan hormat. ’’Ini mengajarkan karateka untuk hormat kepada semua orang,’’ tegas anggota dewan guru Inkanas nasional ini.

Khususnya hormat kepada guru, orang tua, senior, teman dan saudara. ’’Termasuk bentuk menghormati yakni menjalin silaturahmi,’’ urai guru besar karate penyandang sabuk hitam Dan VII ini.

Silaturahmi bisa dilakukan pada momentum apa saja. Termasuk pada saat latihan bersama dan kejuaraan. ’’Latihan bersama biasanya dimanfaatkan untuk silaturahmi pelatih, dewan guru dan organisator,’’ terang alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang kini dosen STKIP PGRI Jombang.

Baca Juga :  Kongres Tahunan PSSI Jombang Masih Belum Jelas

Pada saat kejuaraan, dimanfaatkan silaturahmi atlet dari berbagai daerah. Demikian pula dengan wasit juri yang bertugas. ’’Makanya kita mendorong para karateka rajin ikut kejuaraan dimanapun,’’ ucap tokoh yang telah 52 tahun menggeluti karate ini.

Bulan depan, ada Atmajaya Cup di Malang 18-19 Februari. Lalu 18-19 Maret JKC Cup di Jombang. Silaturahmi atlet mendongkrak semangat dan motivasi  untuk mempertinggi prestasi.  ’’Juga membangkitkan semangat untuk melaksanakan dojokun,’’ tegas pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 128 kali.

Sebelum dan sesudah latihan, karateka selalu mengucapkan dojokun atau lima sumpah karate. Pertama, sanggup memelihara kepribadian. Kedua, sanggup patuh pada kejujuran. Ketiga, sanggup mempertinggi prestasi. Keempat, sanggup menjaga sopan santun. Kelima, sanggup menguasai diri.

Baca Juga :  Latihan Lari 28 Kilometer Setiap Hari, Atlet Jombang Raih 2 Emas Porprov

Pria kelahiran 28 Agustus 1960 ini menegaskan, momentum tahun baru Imlek yang jatuh besok, Minggu (22/1), juga sebaiknya dimanfaatkan untuk silaturahmi. ’’Tahun Imlek kali ini shionya kelinci air. Merepresentasikan umur panjang, kedamaian, dan kemakmuran. Kita optimistis prestasi karateka Jombang akan semakin meningkat tahun ini,’’ ucapnya. (jif/riz)

 

JOMBANG – Silaturahmi sangat banyak manfaatnya. Ini tidak hanya disampaikan di karate, namun dibiasakan dan ditradisikan.

’’Latihan bersama, kejuaraan, itu semua termasuk ajang silaturahmi juga,’’ kata Kwat Prayitno, ketua harian Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Jombang, kemarin.

Nijukun atau 20 ajaran karate, pada poin pertamanya menegaskan, karate diawali dan diakhiri dengan hormat. ’’Ini mengajarkan karateka untuk hormat kepada semua orang,’’ tegas anggota dewan guru Inkanas nasional ini.

Khususnya hormat kepada guru, orang tua, senior, teman dan saudara. ’’Termasuk bentuk menghormati yakni menjalin silaturahmi,’’ urai guru besar karate penyandang sabuk hitam Dan VII ini.

Silaturahmi bisa dilakukan pada momentum apa saja. Termasuk pada saat latihan bersama dan kejuaraan. ’’Latihan bersama biasanya dimanfaatkan untuk silaturahmi pelatih, dewan guru dan organisator,’’ terang alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang kini dosen STKIP PGRI Jombang.

Baca Juga :  Atlet Berharap Difasilitasi Pekerjaan usai Jadi Juara

Pada saat kejuaraan, dimanfaatkan silaturahmi atlet dari berbagai daerah. Demikian pula dengan wasit juri yang bertugas. ’’Makanya kita mendorong para karateka rajin ikut kejuaraan dimanapun,’’ ucap tokoh yang telah 52 tahun menggeluti karate ini.

Bulan depan, ada Atmajaya Cup di Malang 18-19 Februari. Lalu 18-19 Maret JKC Cup di Jombang. Silaturahmi atlet mendongkrak semangat dan motivasi  untuk mempertinggi prestasi.  ’’Juga membangkitkan semangat untuk melaksanakan dojokun,’’ tegas pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 128 kali.

Sebelum dan sesudah latihan, karateka selalu mengucapkan dojokun atau lima sumpah karate. Pertama, sanggup memelihara kepribadian. Kedua, sanggup patuh pada kejujuran. Ketiga, sanggup mempertinggi prestasi. Keempat, sanggup menjaga sopan santun. Kelima, sanggup menguasai diri.

Baca Juga :  Pekerjaan Proyek Pariterong Belum Kelar, Terkendala Debit Air

Pria kelahiran 28 Agustus 1960 ini menegaskan, momentum tahun baru Imlek yang jatuh besok, Minggu (22/1), juga sebaiknya dimanfaatkan untuk silaturahmi. ’’Tahun Imlek kali ini shionya kelinci air. Merepresentasikan umur panjang, kedamaian, dan kemakmuran. Kita optimistis prestasi karateka Jombang akan semakin meningkat tahun ini,’’ ucapnya. (jif/riz)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/