alexametrics
21.9 C
Jombang
Monday, August 8, 2022

Spirit Karate 56: Karateka Tidak Gampang Berantem

Karateka memang seni bela diri yang mendidik anggotanya memiliki kemampuan bertarung hebat. Namun karateka tidak dididik untuk gampang menyelesaikan masalah melalui pertarungan.  ’’Sebagaimana dikatakan Chojun Miyagi, bertarung selalu menjadi pilihan akhir dari setiap persoalan,’’ kata Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno, kemarin.

Anggota dewan guru Inkanas nasional ini menyatakan, setiap masalah dalam kehidupan harus diselesaikan secara profesional. ’’Mengedepankan kelembutan, penghormatan, penghargaan, ketulusan, kepercayaan, kejujuran dan cinta kasih,’’ ujar pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini.

’’Kalau bisa dengan cara lembut, mengapa harus dengan cara keras?’’ tambahnya.

Menyelesaikan persoalan dengan pertarungan adalah pilihan terakhir. ’’Bertarung model apapun kita siap. Karena memang karateka digembleng untuk itu. Namun tidak boleh mentang-mentang,’’ urai alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang kini dosen STKIP Jombang. Jangan sampai mentang-mentang kuat, lalu gampang menyelesaikan masalah kehidupan dengan kekuatan.

Baca Juga :  Spirit Karate 62, Karateka Mudah Saling Memaafkan

’’Sebab tidak ada kebaikan dalam menyelesaikan masalah dengan pertarungan,’’ papar pria yang telah 51 tahun menggeluti karate ini. Pepatah bilang, menang jadi arang, kalah jadi abu. ’’Menang dalam pertarungan, misalnya lawan sampai mati, malah bisa ditangkap polisi karena membunuh,’’ ujar tokoh kelahiran 28 Agustus 1960 ini.

Jika kalah, sudah pasti babak belor. ’’Makanya karateka harus betul-betul menghindari jalan pertarungan dalam menyelesaikan persoalan,’’ pesan pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 125 kali ini.

Energi bertarung karateka disalurkan secara positif dalam pertandingan. Apalagi di Jombang, setiap tahun banyak kejuaraan karate. Mulai tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.

Menyelesaikan masalah dengan pertarungan, juga bisa membawa dampak buruk secara luas. ’’Contohnya perang Rusia Ukraina,’’ ucapnya. Yang perang dua negara, namun dampaknya ke seluruh dunia. Karena dunia menyetop gas dan minyak bumi dari Rusia, akhirnya harganya naik. Sehingga harga banyak komoditi akhirnya ikut naik.

Baca Juga :  Spirit Karate 64, Karateka Hindari Diskualifikasi Kehidupan
- Advertisement -

Karateka memang seni bela diri yang mendidik anggotanya memiliki kemampuan bertarung hebat. Namun karateka tidak dididik untuk gampang menyelesaikan masalah melalui pertarungan.  ’’Sebagaimana dikatakan Chojun Miyagi, bertarung selalu menjadi pilihan akhir dari setiap persoalan,’’ kata Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno, kemarin.

Anggota dewan guru Inkanas nasional ini menyatakan, setiap masalah dalam kehidupan harus diselesaikan secara profesional. ’’Mengedepankan kelembutan, penghormatan, penghargaan, ketulusan, kepercayaan, kejujuran dan cinta kasih,’’ ujar pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini.

’’Kalau bisa dengan cara lembut, mengapa harus dengan cara keras?’’ tambahnya.

Menyelesaikan persoalan dengan pertarungan adalah pilihan terakhir. ’’Bertarung model apapun kita siap. Karena memang karateka digembleng untuk itu. Namun tidak boleh mentang-mentang,’’ urai alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang kini dosen STKIP Jombang. Jangan sampai mentang-mentang kuat, lalu gampang menyelesaikan masalah kehidupan dengan kekuatan.

Baca Juga :  Spirit Karate 54: Karateka Pantang Sombong dan Putus Asa

’’Sebab tidak ada kebaikan dalam menyelesaikan masalah dengan pertarungan,’’ papar pria yang telah 51 tahun menggeluti karate ini. Pepatah bilang, menang jadi arang, kalah jadi abu. ’’Menang dalam pertarungan, misalnya lawan sampai mati, malah bisa ditangkap polisi karena membunuh,’’ ujar tokoh kelahiran 28 Agustus 1960 ini.

Jika kalah, sudah pasti babak belor. ’’Makanya karateka harus betul-betul menghindari jalan pertarungan dalam menyelesaikan persoalan,’’ pesan pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 125 kali ini.

- Advertisement -

Energi bertarung karateka disalurkan secara positif dalam pertandingan. Apalagi di Jombang, setiap tahun banyak kejuaraan karate. Mulai tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.

Menyelesaikan masalah dengan pertarungan, juga bisa membawa dampak buruk secara luas. ’’Contohnya perang Rusia Ukraina,’’ ucapnya. Yang perang dua negara, namun dampaknya ke seluruh dunia. Karena dunia menyetop gas dan minyak bumi dari Rusia, akhirnya harganya naik. Sehingga harga banyak komoditi akhirnya ikut naik.

Baca Juga :  Moncer di Porprov 2022, Kempo Bakal Persiapan Porprov 2023 Lebih Awal

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/