alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Spirit Karate 68, Karateka Pantang Menyalahkan Keadaan

JOMBANG – Karate mendidik anggotanya menjadi pemenang dalam kehidupan. Menggeluti profesi apapun, karateka akan meraih kesuksesan.

’’Para pemenang adalah mereka yang belajar untuk bertanggung jawab penuh atas tindakan mereka. Yang kalah adalah mereka yang menyalahkan orang lain atas kegagalan mereka,’’ kata Kwat Prayitno, ketua harian Forki Jombang, kemarin.

Ini mengajarkan dua hal kepada karateka. Pertama, sebelum bertindak, harus dipertimbangkan dulu segala risiko. Kalau rajin latihan aku akan bisa jadi juara. Kalau malas latihan aku akan kalah. ’’Pilihan mana pun yang kita ambil, harus disertai pertimbangan,’’ terang anggota dewan guru Inkanas nasional ini.

Kalau aku belajar giat, akan dapat nilai baik. Kalau aku malas belajar, akan dapat nilai buruk. Kalau bekerja keras aku akan dapat hasil. Kalau malas aku tidak akan berhasil. ’’Setiap langkah, harus kita sertai pertimbangan,’’ tegas pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini.

Baca Juga :  Spirit Karate 54: Karateka Pantang Sombong dan Putus Asa

Makanya kita diajari SWOT. Setiap akan melangkah, selalu mempertimbangan kekuatan dan kelemahan. Serta peluang dan tantangan. ’’Karena setiap pilihan yang kita ambil, pasti ada kekuatan dan kelemahannya. Juga ada peluang dan tantangannya,’’ papar  Alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang kini dosen STKIP PGRI Jombang ini. Milih kuliah di kampus A dan jurusan B, kekuatan dan kelemahannya begini. Peluang dan tantangannya begitu.

Kedua, kita harus siap mempertanggungjawabkan setiap langkah yang diambil. ’’Apapun konsekuensi pilihan kita, harus siap mempertanggungjawabkan,’’ tegas kelahiran Jombang 28 Agustus 1960 ini. Tidak boleh menyalahkan keadaan, tapi menyikapi keadaan.

Sebelum melangkah kita perhitungkan dengan SWOT. Maka setelah melangkah, kita siapkan antisipasinya. Agar kekuatannya maksimal strateginya seperti ini. Agar kelemahannya minimal, taktiknya begini. Agar peluangnya optimal, strateginya demikian. Agar tantangannya minimal, taktiknya demikian.

Baca Juga :  Gus Fahmi Juarai Bulutangkis Kapolres Cup

’’Jika setiap langkah kita dahului dengan pertimbangan matang. Dan kita siap bertanggungjawab atas hasilnya, pasti kita akan menjadi pemenang dimanapun berada,’’ tegas pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 125 kali ini.

Semua itu ditanamkan secara sistematis di karate. Diantaranya dengan selalu mengucapkan dojo kun atau sumpah karate yang berisi lima poin. Pertama, sanggup memelihara kepribadian.  Kedua, sanggup patuh pada kejujuran. Ketiga, sanggup mempertinggi prestasi. Keempat, sanggup menjaga sopan santun. Kelima, sanggup menguasai diri.

’’Diantara kepribadian karate adalah jiwa bushido,’’ ucap Kwat. Diantara tujuh jiwa bushido yakni yu atau keberanian. Berani dalam menghadapi kesulitan. Berani bertahan demi prinsip kebenaran yang dipercayai meski mendapat berbagai tekanan dan kesulitan.

Berani menanggung risiko apapun termasuk mempertaruhkan nyawa demi memperjuangkan keyakinan. ’’Keberanian itu dilandasi latihan yang keras dan penuh disiplin,’’ pesan Kwat. (jif/riz)

- Advertisement -

JOMBANG – Karate mendidik anggotanya menjadi pemenang dalam kehidupan. Menggeluti profesi apapun, karateka akan meraih kesuksesan.

’’Para pemenang adalah mereka yang belajar untuk bertanggung jawab penuh atas tindakan mereka. Yang kalah adalah mereka yang menyalahkan orang lain atas kegagalan mereka,’’ kata Kwat Prayitno, ketua harian Forki Jombang, kemarin.

Ini mengajarkan dua hal kepada karateka. Pertama, sebelum bertindak, harus dipertimbangkan dulu segala risiko. Kalau rajin latihan aku akan bisa jadi juara. Kalau malas latihan aku akan kalah. ’’Pilihan mana pun yang kita ambil, harus disertai pertimbangan,’’ terang anggota dewan guru Inkanas nasional ini.

Kalau aku belajar giat, akan dapat nilai baik. Kalau aku malas belajar, akan dapat nilai buruk. Kalau bekerja keras aku akan dapat hasil. Kalau malas aku tidak akan berhasil. ’’Setiap langkah, harus kita sertai pertimbangan,’’ tegas pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini.

Baca Juga :  Keok Lawan Kabupaten Pasuruan, Tim Jombang Gagal Dapat Poin

Makanya kita diajari SWOT. Setiap akan melangkah, selalu mempertimbangan kekuatan dan kelemahan. Serta peluang dan tantangan. ’’Karena setiap pilihan yang kita ambil, pasti ada kekuatan dan kelemahannya. Juga ada peluang dan tantangannya,’’ papar  Alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang kini dosen STKIP PGRI Jombang ini. Milih kuliah di kampus A dan jurusan B, kekuatan dan kelemahannya begini. Peluang dan tantangannya begitu.

Kedua, kita harus siap mempertanggungjawabkan setiap langkah yang diambil. ’’Apapun konsekuensi pilihan kita, harus siap mempertanggungjawabkan,’’ tegas kelahiran Jombang 28 Agustus 1960 ini. Tidak boleh menyalahkan keadaan, tapi menyikapi keadaan.

- Advertisement -

Sebelum melangkah kita perhitungkan dengan SWOT. Maka setelah melangkah, kita siapkan antisipasinya. Agar kekuatannya maksimal strateginya seperti ini. Agar kelemahannya minimal, taktiknya begini. Agar peluangnya optimal, strateginya demikian. Agar tantangannya minimal, taktiknya demikian.

Baca Juga :  Spirit Karate 54: Karateka Pantang Sombong dan Putus Asa

’’Jika setiap langkah kita dahului dengan pertimbangan matang. Dan kita siap bertanggungjawab atas hasilnya, pasti kita akan menjadi pemenang dimanapun berada,’’ tegas pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 125 kali ini.

Semua itu ditanamkan secara sistematis di karate. Diantaranya dengan selalu mengucapkan dojo kun atau sumpah karate yang berisi lima poin. Pertama, sanggup memelihara kepribadian.  Kedua, sanggup patuh pada kejujuran. Ketiga, sanggup mempertinggi prestasi. Keempat, sanggup menjaga sopan santun. Kelima, sanggup menguasai diri.

’’Diantara kepribadian karate adalah jiwa bushido,’’ ucap Kwat. Diantara tujuh jiwa bushido yakni yu atau keberanian. Berani dalam menghadapi kesulitan. Berani bertahan demi prinsip kebenaran yang dipercayai meski mendapat berbagai tekanan dan kesulitan.

Berani menanggung risiko apapun termasuk mempertaruhkan nyawa demi memperjuangkan keyakinan. ’’Keberanian itu dilandasi latihan yang keras dan penuh disiplin,’’ pesan Kwat. (jif/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/