JOMBANG - Belum tuntasnya penataan kawasan Jalan Seroja dan Jalan KH Mimbar, membuat kondisi jalan ini hingga kini belum nyaman dilintasi. Selain rentan macet, lantaran bahu jalan dipakai pedagang, juga tertutupnya got membuat jalan ini jadi langganan banjir.
Dua jalan ini berlokasi tepat di belakang kompleks Pasar Legi Citra Niaga. Jalan Seroja yang posisinya membujur dari timur ke barat, kondisi jalan memang telah makin sempit. Dari sekitar lebar tujuh meter jalan, kondisinya kini nyaris berkurang sepertiganya.
Hal ini lantaran banyaknya lapak pasar tumpah yang tiap harinya nampak makin merangsek masuk ke badan jalan. Bahkan, pemberian pembatas besi di tiap lapak nampak tak berpengaruh besar pada aktivitas ‘nakal’ pedagang-pedagang ini.
Bahkan, menurut warga, di jam-jam tertentu, lalu lintas di jalan ini bisa lumpuh. Utamanya jika ada saja truk-truk tronton hingga kontainer yang melintas di jalan yang lebarnya menyisakan hanya dua mobil ini.
“Sering, hampir setiap hari ada itu mobil tronton besar, biasanya dari arah barat sana, ke salah satu toko besar di sana, kalau itu lewat, sudah pasti lumpuh ini jalan, macetnya panjang sekali,” terang Budiono, warga di lokasi.
Tak hanya badan jalan yang menyempit, gorong-gorong di sepanjang jalan ini juga tak berfungsi optimal. Utamanya di perempatan pertamuan antara Jalan Seroja dan Jalan KH Mimbar. Tak butuh hujan deras, cukup gerimis lokasi ini jadi kubangan air.
“Otomatis, kalau hujan pasti tergenang, bahkan kalau deras bisa sampai 30 centimeter airnya. Meskipun nanti jarak dua jam mungkin sudah surut, tapi tentu mengganggu juga,” lanjutnya.
Nasib tak berbeda jauh juga terlihat di Jalan KH Mimbar. Ruasnya bersinggungan langsung dengan Jalan Seroja, jalan ini membujur ke arah utara-selatan. Jalan ini juga bentuknya kian menyempit akibat aktivitas pasar tumpah.
Tak optimalnya fungsi penampungan pedagang di Pasar Legi Citra Niaga membuat banyak pedagang tiap harinya menggelar lapaknya di kanan dan kiri jalan. Kegiatan pedagang dimulai sejak pagi dini hari hingga siang hari.
“Kalau pagi ya memang jadi pasar tumpah, sampai siang biasanya. Kalau sudah agak sore mungkin tinggal pedagang yang punya lapak semi permanen saja yang bertahan, tapi tetap juga memakan jalan,” sambung Arianto, warga yang lain.
Bahkan untuk kondisi got, Jalan KH Mimbar terbilang mengalami nasib lebih tragis. Hampir seluruh gorong-gorong di sepanjang jalan ini kondisinya tak lagi berfungsi dengan baik lantaran pendangkalan parah. Sampah bekas pedagang hingga sedimen yang masuk ke aliran got, membuat air tak mengalir lancar.
Hasilnya, sejumlah genangan selalu muncul setiap hujan datang. Bahkan, genangan ini bisa bertahan hingga berhari-hari. Seperti yang terlihat di depan sebuah took di Jalan KH Mimbar ini. Hinga siang kemarin, air masih terlihat menggenangi jalan.
“Bahkan kadang-kadang karena airnya campur dengan air limbah warga juga, baunya sangat mengganggu. Genangannya juga merusak aspal jalan juga itu,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang melalui Kabid Sarana Prasarana dan Utilitas Umum Joko Murcoyo mengakui hal ini. Meski menyebut penataan sudah mulai dilakukan, belum selesainya penataan ini memang membuat kendala di dua jalan itu belum teratasi.
“Sebenarnya kalau penataan misal gorong-gorong sekaligus trotoar kan sudah ada sejak tahun kemarin. di Jalan KH Mimbar kita mulai dari sisi utara, sementara di Jl Seroja, kita mulai dari sisi timur. Panjangnya masing-masing kurang lebih 70 meteran,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Menurut Joko, kondisi jalan yang menyempit dan kumuh serta becek di kedua jalan itu sudah jadi masalah yang lama tak terselesaikan. Hal ini dipicu selian peyempitan jalan akibat pedagang, juga berkurangnya fungsi gorong-gorong.
“Di sana sedimennya sudah penuh, bahkan di KH Mimbar sebelah selatan itu misalnya, sudah tertutup sepenuhnya. Tidak bisa lagi dipakai saluran air. Ya akhirnya otomatis jadi becek ketika hujan, wong tidak hujan saja air meluber kadang-kadang,” lanjutnya.
Lantaran belum sepenuhnya rampung, pihaknya menyebut tahun ini rencana pekerjaan bakal kembali dilanjutkan. “Ya, tahun ini ada l;agi, terusannya untuk kedua jalan. Modelnya juga tetap membuat gorong-gorong sekalian sama trotoarnya. Jadi bangunan yang dilalui akan diobongkar nantinya. Yang jelas bentuknya mungkin akan lebih panjang dari tahun kemarin lah,” pungkasnya. (*)
Editor : Binti Rohmatin