RadarJombang.id – Jalan Raya Bandar Kedungmulyo diprediksi kembali menjadi titik kemacetan saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Jombang.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur arteri tersebut, Satlantas Polres Jombang menyiapkan sejumlah jalur alternatif serta skema rekayasa lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Jombang AKP Anjar Rahmad Putra mengatakan, Jalan Raya Bandar Kedungmulyo hampir setiap tahun menjadi titik rawan kemacetan saat musim mudik.
Kepadatan kendaraan dipicu pertemuan arus lalu lintas dari berbagai daerah di kawasan Simpang Mengkreng, Kabupaten Kediri.
Menurutnya, kemacetan yang terjadi di Simpang Mengkreng kerap berdampak hingga wilayah Jombang.
Antrean kendaraan dari arah Jombang menuju Kediri maupun Nganjuk bahkan bisa mengular hingga sekitar 2,5 kilometer sampai kawasan perlintasan rel kereta api Bandar Kedungmulyo.
“Kalau penyebab kemacetan kita itu di rel KA Bandar, karena setiap sekitar 30 menit sekali ada kereta api melintas. Saat palang pintu ditutup, antrean kendaraan langsung panjang,” ujar Anjar saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (14/3).
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di jalur nasional itu sering tersendat, terutama ketika volume kendaraan meningkat saat arus mudik.
Setiap penutupan perlintasan kereta api menyebabkan kendaraan menumpuk dan memperpanjang antrean di sepanjang Jalan Raya Bandar Kedungmulyo.
Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Satlantas Polres Jombang telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari perlintasan rel KA Bandar hingga Simpang Mengkreng Kediri dengan panjang sekitar 2,5 kilometer.
Dalam skema tersebut, arus kendaraan dari arah Kediri dan Nganjuk akan ditutup sementara.
Selanjutnya kendaraan dari arah Jombang akan diarahkan menggunakan satu jalur menuju barat atau menuju Simpang Mengkreng Kediri.
Selain itu, polisi juga menyiapkan pengalihan arus kendaraan dari Exit Tol Bandar Kedungmulyo menuju Simpang 3 Jatipelem, kemudian diarahkan ke Kunjang, Pelemahan, Simpang 4 Papar, hingga menuju Kediri.
“Kalau kepadatan sudah sampai di Exit Tol Bandar, nanti kendaraan kita belokkan ke kiri menuju Jalan Raya Jatipelem. Bahkan bisa saja Exit Tol Bandar kita tutup sementara, termasuk dari arah Nganjuk, lalu dialihkan ke Exit Tol Mojokerto atau Tembelang,” kata Anjar.
Menurutnya, potensi kepadatan kendaraan di jalur tersebut diperkirakan terjadi saat Hari Raya Idul Fitri hingga H+1 dan H+2.
Karena itu, masyarakat yang akan melintas di jalur arteri Jombang–Kediri diimbau memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan.
Beberapa jalur alternatif yang bisa digunakan pemudik di antaranya dari Exit Tol Bandar Kedungmulyo menuju Simpang 3 Jatipelem lalu ke arah Kunjang, Pelemahan, Simpang 4 Papar hingga Kediri.
Sedangkan kendaraan dari arah Surabaya yang melintas di jalur arteri bisa mengambil rute Simpang 4 Gatot Subroto, Jalan KH Hasyim Asy’ari, Jalan Raya Cukir, Simpang 3 Blimbing, Simpang 3 Kesemen, Simpang 4 Pelemahan, hingga Simpang 4 Papar sebelum menuju Kediri atau Nganjuk.
“Jalur alternatif sudah kita siapkan cukup banyak. Kendaraan juga bisa kita turunkan dari Exit Tol Mojokerto menuju jalur arteri, atau dari Exit Tol Bandar ke arah Jalan Raya Jatipelem,” ujarnya.
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Jombang juga menyiagakan personel gabungan dari kepolisian, TNI, serta relawan untuk membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
Khusus untuk mengantisipasi kemacetan, Satlantas Polres Jombang membentuk Tim Buraq yang beranggotakan 15 personel.
Tim ini bertugas sebagai reaksi cepat untuk mengurai kemacetan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat di jalan.
“Tim Buraq ini kita siapkan sebagai tim reaksi cepat untuk mengurai kemacetan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan di jalan,” pungkas Anjar. (riz)
Editor : Achmad RW