Radarjombang.id - Pengerjaan proyek pelebaran jalan provinsi di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang memicu penumpukan kendaraan, Selasa (3/5).
Kendaraan harus bergantian melintas lantaran diberlakukan buka tutup. Antrean kendaraan pun mengular panjang.
Salah satunya terpantau dari arah Jombang menuju Ploso.
Kendaraan mengular sekira 500 meter dari Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang atau bawah jalan tol ke titik lokasi proyek atau depan eks kantor wilker pendidikan Kecamatan Tembelang.
Begitu sebaliknya, kendaraan mengantre hingga jembatan Sungai Ngotok Ring Kanal.
”Hanya di jam tertentu saja, biasanya pagi siang dan sore hari saja,” kata Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Yohan Kartika.
Terlihat para pekerja proyek tengah mengoperasikan alat berat untuk mengeruk bahu jalan. Arus lalin sementara ikut terdampak adanya pelebaran.
Karena, pengendara harus bergantian melintas. Tepatnya di lokasi yang tengah dikerjakan. Karena, di lokasi juga menggunakan alat berat untuk pengerukan.
”Kemarin mereka sempat minta agar traffic light arah ke exit tol (Gerbang Tol Jombang) supaya di flashing (nyala kedip kuning) saja, tetapi belum kami setujui.
Takutnya akan tambah ruwet, jadi sekarang masih berlaku normal,” imbuh dia.
Salah satu pertimbangannya, ketika lampu TL tersebut tak difungsikan, diperkirakan bakal terjadi penumpukan kendaraan.
”Karena sudah tidak ada yang mengatur (lalin), akhirnya tidak jadi. Hanya pas ramai saja harus gantian, kalau tidak begitu lancar-lancar saja,” kata Johan. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto