alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Petani di Perak Usir Hama Tikus Gunakan Kapur Barus Pewangi Pakaian

JOMBANG – Selain memburu tikus dengan gropyokan, maupun memasang racun tikus, sejumlah petani di Dusun Pedes, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak memiliki cara lain. Mereka menggunakan kapur barus untuk mengusir hama tikus. 

Hal ini seperti yang dilakukan, Susilo, 33 petani dusun setempat. Dia mengaku, sejak beberapa bulan terakhir serangan hama tikus masif menyerang di kebun tomat dan sawah padi miliknya. ”Tikusnya ukurannya kecil, namun jumlahnya banyak sekali,” ujar dia ditemui Jawa Pos Radar Jombang kemarin. 

Akibat serangan hama tikus, tanaman tomatnya banyak yang rontok. Hewan pengerat tersebut menggerogoti bagian buah baik yang masih muda maupun sudah tua. ”Akibatnya seperti ini buahnya banyak yang rontok,” terangnya.

Baca Juga :  PTM di Jombang, Nilai Mulok Keagamaan Meningkat

Dia mengaku, sudah memasang racun tikus untuk mengatasi serangan hama tikus, namun hal itu ternyata tak efektif. ”Beberapa warga sini ada yang dikasih Molto (pewangi) di pinggir-pinggir sawahnya, sebab tikus kan tidak suka bau wangi-wangian,” jelas dia.

Diakui, serangan hama tikus pada musim panen sebelumnya membuat petani merugi. Hasil panen bisa menurun hingga Rp 7 juta rupiah. ”Ukuran sawah saya banon 100, kalau panen normal bisa mencapai Rp 30 juta, namun karena serangan tikus banyak yang rontok,” jelas dia.

Dari informasi yang dia terima, tidak hanya tanamannya saja yang diserang, namun tanaman petani lainnya juga jadi sasaran. ”Tidak hanya tomat yang diserang bahkan padi, cabai, tebu maupun sayur seperti bunga kol ikut diserang,” bebernya.

Baca Juga :  Borong Medali Emas dan Perunggu pada Kejurprov Muaythai di Banyuwangi

Tak ayal, banyak petani di wilayahnya banyak mengeluhkan mengalami kerugian. ”Memang orang-orang juga mengeluh banyak yang mengalami kerugian karena serangan hama tikus,” jelas dia.

Meski tanamannya rusak diserang hama tikus, hingga kini dirinya belum pernah mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Jombang. ”Kalau dari dinas atau pemda belum ada, selama ini kami atasi sendiri,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -

JOMBANG – Selain memburu tikus dengan gropyokan, maupun memasang racun tikus, sejumlah petani di Dusun Pedes, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak memiliki cara lain. Mereka menggunakan kapur barus untuk mengusir hama tikus. 

Hal ini seperti yang dilakukan, Susilo, 33 petani dusun setempat. Dia mengaku, sejak beberapa bulan terakhir serangan hama tikus masif menyerang di kebun tomat dan sawah padi miliknya. ”Tikusnya ukurannya kecil, namun jumlahnya banyak sekali,” ujar dia ditemui Jawa Pos Radar Jombang kemarin. 

Akibat serangan hama tikus, tanaman tomatnya banyak yang rontok. Hewan pengerat tersebut menggerogoti bagian buah baik yang masih muda maupun sudah tua. ”Akibatnya seperti ini buahnya banyak yang rontok,” terangnya.

Baca Juga :  M Rifqi Fitriadi Petenis Asal Jombang Raih Emas Kedua

Dia mengaku, sudah memasang racun tikus untuk mengatasi serangan hama tikus, namun hal itu ternyata tak efektif. ”Beberapa warga sini ada yang dikasih Molto (pewangi) di pinggir-pinggir sawahnya, sebab tikus kan tidak suka bau wangi-wangian,” jelas dia.

Diakui, serangan hama tikus pada musim panen sebelumnya membuat petani merugi. Hasil panen bisa menurun hingga Rp 7 juta rupiah. ”Ukuran sawah saya banon 100, kalau panen normal bisa mencapai Rp 30 juta, namun karena serangan tikus banyak yang rontok,” jelas dia.

Dari informasi yang dia terima, tidak hanya tanamannya saja yang diserang, namun tanaman petani lainnya juga jadi sasaran. ”Tidak hanya tomat yang diserang bahkan padi, cabai, tebu maupun sayur seperti bunga kol ikut diserang,” bebernya.

Baca Juga :  Jalan Cor PISEW Bandarkedungmulyo Rp 600 Juta Sebulan Sudah Rusak
- Advertisement -

Tak ayal, banyak petani di wilayahnya banyak mengeluhkan mengalami kerugian. ”Memang orang-orang juga mengeluh banyak yang mengalami kerugian karena serangan hama tikus,” jelas dia.

Meski tanamannya rusak diserang hama tikus, hingga kini dirinya belum pernah mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Jombang. ”Kalau dari dinas atau pemda belum ada, selama ini kami atasi sendiri,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/