alexametrics
21.7 C
Jombang
Monday, August 8, 2022

Nataru, Harga Telur Melambung

JOMBANG – Bersamaan momentum Natal dan tahun baru (Nataru), harga sejumlah komoditas sembako di pasaran melambung tinggi. Di tingkat peternak, per kilogram telur ayam tembus Rp 25 ribu.

Anik Marianah, 43, salah satu peternak ayam petelur di Dusun Pedes, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak menerangkan, sejak sepekan terakhir, harga telur semakin melonjak. Di tingkat peternak, per kilogram telur tembus Rp 25 ribu dari sebelumnya hanya sekitar Rp 19 ribu. ”Sejak satu minggu ini, harga telur naik menjadi Rp 25 ribu per kilogram, kalau di pasar mungkin bisa mencapai Rp 30 ribu per kilo,” terangnya.

Pada awal Desember lalu, harga telur di tingkat peternak masih di kisaran Rp 19 ribu – Rp 21 ribu per kilogram. Namun, mendekati Natal kemarin, harga telur terus naik dan kini menjadi Rp 25 ribu per kilogram. ”Memang hampir setiap akhir tahun, harga telur selalu melonjak. Itu saya rasakan sejak saya memulai usaha ini 2003 silam,’’ ujar dia ditemui Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Baca Juga :  Kendaraan Besar Dilarang Melintas Jembatan Ploso

Kenaikan tersebut, dipicu karena tingginya permintaan di pasar. Pada perayaan Natal dan tahun baru, biasanya berbarengan dengan musim hajatan yang membuat permintaan tinggi. ”Akhirnya harga ikut naik,’’ tambahnya.

Selain itu, harga pakan juga ikut naik. Ada kenaikan sekitar Rp 1.000 per kilonya di pasaran. Misalnya, untuk pakan campuran jagung, dedak dan konsetrat naik dari Rp 6.200 menjadi Rp 6.800 per kilogram. ”Memang naik cukup banyak. Namun hal itu tetap bisa kami cukupi,” tandasnya.

Selain itu, memasuki musim hujan peternak juga harus mengeluarkan ongkos tambahan untuk kebutuhan obat-obatan ayam. Pasalnya, ketika kandang dalam kondisi lembab membuat ayam mudah terserang penyakit. ”Kalau musim hujan memang sering kena penyakit. Seperti ada bakteri pada mulut ayam,” jelas dia.

Baca Juga :  GKJW Mojowarno; Simbol Kerukunan Umat Beragama

Pada awal musim hujan kemarin, ada puluhan ayamnya yang mati lantaran terserang bakteri. Hal itupun berdampak pada menurunnya produksi telur. ”Sempat turun banyak produksinya, setelah diberikan obat akhirnya kini mulai meningkat lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan di laman siskaperbapo yang dikelola Disperindang Jawa Timur, harga telur ayam di Pasar Pon kini mencapai Rp 28 ribu, turun seribu dari Rp 29 ribu per kilogram. Sedangkan di Pasar Cukir kini mencapai Rp 28 ribu dari harga sebelumnya Rp 30 ribu. Kondisi serupa tak jauh berbeda dengan Pasar Ngoro, Ploso dan Blimbing yang menjual dengan harga Rp 29 ribu per kilogram.

- Advertisement -

JOMBANG – Bersamaan momentum Natal dan tahun baru (Nataru), harga sejumlah komoditas sembako di pasaran melambung tinggi. Di tingkat peternak, per kilogram telur ayam tembus Rp 25 ribu.

Anik Marianah, 43, salah satu peternak ayam petelur di Dusun Pedes, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak menerangkan, sejak sepekan terakhir, harga telur semakin melonjak. Di tingkat peternak, per kilogram telur tembus Rp 25 ribu dari sebelumnya hanya sekitar Rp 19 ribu. ”Sejak satu minggu ini, harga telur naik menjadi Rp 25 ribu per kilogram, kalau di pasar mungkin bisa mencapai Rp 30 ribu per kilo,” terangnya.

Pada awal Desember lalu, harga telur di tingkat peternak masih di kisaran Rp 19 ribu – Rp 21 ribu per kilogram. Namun, mendekati Natal kemarin, harga telur terus naik dan kini menjadi Rp 25 ribu per kilogram. ”Memang hampir setiap akhir tahun, harga telur selalu melonjak. Itu saya rasakan sejak saya memulai usaha ini 2003 silam,’’ ujar dia ditemui Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Baca Juga :  Spirit Karate 33: Karateka Fokus Temukan Kesejatian

Kenaikan tersebut, dipicu karena tingginya permintaan di pasar. Pada perayaan Natal dan tahun baru, biasanya berbarengan dengan musim hajatan yang membuat permintaan tinggi. ”Akhirnya harga ikut naik,’’ tambahnya.

Selain itu, harga pakan juga ikut naik. Ada kenaikan sekitar Rp 1.000 per kilonya di pasaran. Misalnya, untuk pakan campuran jagung, dedak dan konsetrat naik dari Rp 6.200 menjadi Rp 6.800 per kilogram. ”Memang naik cukup banyak. Namun hal itu tetap bisa kami cukupi,” tandasnya.

Selain itu, memasuki musim hujan peternak juga harus mengeluarkan ongkos tambahan untuk kebutuhan obat-obatan ayam. Pasalnya, ketika kandang dalam kondisi lembab membuat ayam mudah terserang penyakit. ”Kalau musim hujan memang sering kena penyakit. Seperti ada bakteri pada mulut ayam,” jelas dia.

Baca Juga :  Semakin Meluas, Tower Ilegal Juga Ditemukan di Tugusumberejo

- Advertisement -

Pada awal musim hujan kemarin, ada puluhan ayamnya yang mati lantaran terserang bakteri. Hal itupun berdampak pada menurunnya produksi telur. ”Sempat turun banyak produksinya, setelah diberikan obat akhirnya kini mulai meningkat lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan di laman siskaperbapo yang dikelola Disperindang Jawa Timur, harga telur ayam di Pasar Pon kini mencapai Rp 28 ribu, turun seribu dari Rp 29 ribu per kilogram. Sedangkan di Pasar Cukir kini mencapai Rp 28 ribu dari harga sebelumnya Rp 30 ribu. Kondisi serupa tak jauh berbeda dengan Pasar Ngoro, Ploso dan Blimbing yang menjual dengan harga Rp 29 ribu per kilogram.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/