alexametrics
33.9 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Binrohtal 1.372: Iman, Kafir dan Munafik

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (24/2), Pengasuh pesantren tahfidzul Quran, PP Safinda, Bandung, Diwek, KH Ghozi Rofiudin Alhafid, menjelaskan tanda orang beriman, kafir dan munafik. ’’Tanda-tanda mereka ini disebutkan diawal QS Albaqarah,’’ tuturnya.

Tanda orang beriman dan bertakwa disebutkan dalam QS Albaqarah 3-5. Pertama,

mereka beriman kepada yang gaib. Seperti siksa dan nikmat kubur. Juga surga dan neraka. Kedua, mereka mendirikan salat. Ketiga, menafkahkan sebagian rezeki yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Jika mencukupi nisob dikeluarkan zakat. Jika belum nisob dikeluarkan sedekah.

Keempat, mereka beriman kepada Alquran yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Kelima, mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.

Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Allah dan beruntung selamat dunia akhirat.

’’Ciri orang kafir disebutkan dalam QS Albaqarah 6-7,’’ ucap Gus Ghozi. Pertama, orang-orang kafir tidak bisa menerima petunjuk meskipun telah diberi peringatan. Sehingga tidak mau masuk Islam.

Baca Juga :  Tinggalan Pak Harto, Desain Serba Segi Lima

Kedua, Allah telah mengunci hati, pendengaran dan penglihatan mereka sehingga tidak mau beriman.

Garis pembatas antara orang beriman dan kafir sangat jelas. Sejelas hitam dan putih. Ketika melihat nyamuk, orang beriman berkata, yang menciptakan nyamuk adalah Allah dan pasti ada hikmahnya. Sebaliknya, orang kafir berkata, untuk apa Allah menciptakan nyamuk?

Ketika mendapat nikmat, orang beriman bersyukur, orang kafir akan kufur dan foya-foya. Ketika mendapat musibah, orang beriman sabar, sedangkan orang kafir mengeluh dan putus asa.

Ciri orang beriman disebutkan dalam tiga ayat. Ciri orang kafir disebutkan dalam dua ayat. ’’Ciri orang munafik disebutkan dalam tujuh ayat, QS Albaqarah 8-14,’’ jelasnya. Ini karena orang munafik menempati area abu-abu. Mereka bermuka dua. Sulit sekali menghadapi mereka.

Pada zaman Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, orang kafir ada di Makkah. Nabi dan umat Islam di Madinah. Sehingga mudah mendeteksi orang kafir. Namun orang munafik, ada di Madinah bersama umat Islam. Sehingga sulit mendeteksi mereka.

Baca Juga :  Binrohtal 1.371: Akhlak Ibadah

Ciri munafik yang disebutkan dalam QS Albaqarah 8-14, mereka mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat, namun aslinya tidak beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri namun tidak sadar.

Dalam hati mereka ada penyakit, tidak suka orang lain mendapat nikmat. Mereka suka berdusta. Ketika dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menjawab: Sesungguhnya kami orang-orang yang memperbaiki bumi. Padahal mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi tidak sadar.

Ketika diseru; Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman. Mereka menjawab: Akankah kami beriman sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman? Padahal aslinya merekalah yang bodoh tetapi tidak tahu.

Jika berjumpa orang beriman, mereka mengatakan: Kami telah beriman. Namun jika bertemu orang kafir, mereka mengatakan: Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.

Kelak di akhirat, orang munafik disiksa di neraka yang paling bawah.

- Advertisement -

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (24/2), Pengasuh pesantren tahfidzul Quran, PP Safinda, Bandung, Diwek, KH Ghozi Rofiudin Alhafid, menjelaskan tanda orang beriman, kafir dan munafik. ’’Tanda-tanda mereka ini disebutkan diawal QS Albaqarah,’’ tuturnya.

Tanda orang beriman dan bertakwa disebutkan dalam QS Albaqarah 3-5. Pertama,

mereka beriman kepada yang gaib. Seperti siksa dan nikmat kubur. Juga surga dan neraka. Kedua, mereka mendirikan salat. Ketiga, menafkahkan sebagian rezeki yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Jika mencukupi nisob dikeluarkan zakat. Jika belum nisob dikeluarkan sedekah.

Keempat, mereka beriman kepada Alquran yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Kelima, mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.

Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Allah dan beruntung selamat dunia akhirat.

’’Ciri orang kafir disebutkan dalam QS Albaqarah 6-7,’’ ucap Gus Ghozi. Pertama, orang-orang kafir tidak bisa menerima petunjuk meskipun telah diberi peringatan. Sehingga tidak mau masuk Islam.

Baca Juga :  Binrohtal 1.418, Keistimewaan 5 Huruf Ramadan
- Advertisement -

Kedua, Allah telah mengunci hati, pendengaran dan penglihatan mereka sehingga tidak mau beriman.

Garis pembatas antara orang beriman dan kafir sangat jelas. Sejelas hitam dan putih. Ketika melihat nyamuk, orang beriman berkata, yang menciptakan nyamuk adalah Allah dan pasti ada hikmahnya. Sebaliknya, orang kafir berkata, untuk apa Allah menciptakan nyamuk?

Ketika mendapat nikmat, orang beriman bersyukur, orang kafir akan kufur dan foya-foya. Ketika mendapat musibah, orang beriman sabar, sedangkan orang kafir mengeluh dan putus asa.

Ciri orang beriman disebutkan dalam tiga ayat. Ciri orang kafir disebutkan dalam dua ayat. ’’Ciri orang munafik disebutkan dalam tujuh ayat, QS Albaqarah 8-14,’’ jelasnya. Ini karena orang munafik menempati area abu-abu. Mereka bermuka dua. Sulit sekali menghadapi mereka.

Pada zaman Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, orang kafir ada di Makkah. Nabi dan umat Islam di Madinah. Sehingga mudah mendeteksi orang kafir. Namun orang munafik, ada di Madinah bersama umat Islam. Sehingga sulit mendeteksi mereka.

Baca Juga :  Binrohtal 1.414: Ramadan Bulan Alquran

Ciri munafik yang disebutkan dalam QS Albaqarah 8-14, mereka mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat, namun aslinya tidak beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri namun tidak sadar.

Dalam hati mereka ada penyakit, tidak suka orang lain mendapat nikmat. Mereka suka berdusta. Ketika dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menjawab: Sesungguhnya kami orang-orang yang memperbaiki bumi. Padahal mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi tidak sadar.

Ketika diseru; Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman. Mereka menjawab: Akankah kami beriman sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman? Padahal aslinya merekalah yang bodoh tetapi tidak tahu.

Jika berjumpa orang beriman, mereka mengatakan: Kami telah beriman. Namun jika bertemu orang kafir, mereka mengatakan: Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.

Kelak di akhirat, orang munafik disiksa di neraka yang paling bawah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/