alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Tanggul Kritis di Kali Gunting Mojoagung Ancam Rumah dan Makam

JOMBANG – Sejumlah titik tanggul kritis Kali Gunting di wilayah Mojoagung semakin mengkhawatirkan. Warga mengaku waswas dengan bahaya yang mengancam.

Salah satunya yang dirasakan keluarga Muhamad Arifin, 39, pria yang sehari-harinya berjualan tempe di pasar ini mengaku waswas dengan kondisi bangunan rumahnya yang  mepet dengan sungai.

”Tiap hari waswas, malah-malah bangunan yang mepet sungai saya kosongkan, sebab sebagian pondasinya sudah longsor,” bebernya. Dirinya pun heran lantaran selama ini belum ada penanganan dari pihak terkait, padahal kondisinya sudah kritis.

”Sudah sering didatangi petugas ke sini, katanya mau diperbaiki tanggulnya tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” bebernya. Beberapa kali dirinya mengeluarkan uang pribadi untuk membuat tanggul darurat dari tumpukan kantong tanah, namun tak bertahan lama setelah itu ambrol lagi.

Baca Juga :  Gandeng Ponpes, Beri Siraman Rohani Warga Binaan

“Sudah habis uang banyak untuk perbaiki tanggul, tapi hasilnya tidak maksimal,” imbuhnya. Bukan hanya memikirkan nasib bangunan rumahnya saja, dirinya mengkhawatirkan keselamatan anggota keluarga. ”Terus terang kalau musim hujan seperti ini, tidur tidak bisa tenang, apalagi pas hujan turun deras,” bebernya.

Pantauan di lokasi (24/12) kemarin, nampak kondisi bangunan rumah Arifin sudah hampir tidak berjarak dengan bibir sungai, malah-malah sebagian pondasi bangunan rumahnya sudah terlihat ambrol.

Tak jauh berbeda kondisi tanggul di wilayah Desa Betek juga mengancam sejumlah bangunan makam. Warga pun berharap, kondisi ini segera mendapat penanganan dari pihak terkait.

”Itu makamnya sudah menggantung seperti itu mas, kalau kena terjangan air, bisa-bisa longsor, ikut hanyut,  kasihan keluarganya juga,” beber Hermawan, warga sekitar. (*)

Baca Juga :  Juara Umum Kapolrestabes Surabaya Cup
- Advertisement -

JOMBANG – Sejumlah titik tanggul kritis Kali Gunting di wilayah Mojoagung semakin mengkhawatirkan. Warga mengaku waswas dengan bahaya yang mengancam.

Salah satunya yang dirasakan keluarga Muhamad Arifin, 39, pria yang sehari-harinya berjualan tempe di pasar ini mengaku waswas dengan kondisi bangunan rumahnya yang  mepet dengan sungai.

”Tiap hari waswas, malah-malah bangunan yang mepet sungai saya kosongkan, sebab sebagian pondasinya sudah longsor,” bebernya. Dirinya pun heran lantaran selama ini belum ada penanganan dari pihak terkait, padahal kondisinya sudah kritis.

”Sudah sering didatangi petugas ke sini, katanya mau diperbaiki tanggulnya tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” bebernya. Beberapa kali dirinya mengeluarkan uang pribadi untuk membuat tanggul darurat dari tumpukan kantong tanah, namun tak bertahan lama setelah itu ambrol lagi.

Baca Juga :  Otomotif di Jombang: Sulap Skuter Bajaj jadi Vespa Kongo

“Sudah habis uang banyak untuk perbaiki tanggul, tapi hasilnya tidak maksimal,” imbuhnya. Bukan hanya memikirkan nasib bangunan rumahnya saja, dirinya mengkhawatirkan keselamatan anggota keluarga. ”Terus terang kalau musim hujan seperti ini, tidur tidak bisa tenang, apalagi pas hujan turun deras,” bebernya.

Pantauan di lokasi (24/12) kemarin, nampak kondisi bangunan rumah Arifin sudah hampir tidak berjarak dengan bibir sungai, malah-malah sebagian pondasi bangunan rumahnya sudah terlihat ambrol.

- Advertisement -

Tak jauh berbeda kondisi tanggul di wilayah Desa Betek juga mengancam sejumlah bangunan makam. Warga pun berharap, kondisi ini segera mendapat penanganan dari pihak terkait.

”Itu makamnya sudah menggantung seperti itu mas, kalau kena terjangan air, bisa-bisa longsor, ikut hanyut,  kasihan keluarganya juga,” beber Hermawan, warga sekitar. (*)

Baca Juga :  Empat Titik Dijaga Ketat

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/