alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Musim Hajatan, Harga Telur di Jombang Naik, Peternak Sumringah

 

JOMBANG – Harga telur yang naik belakangan ini disambut gembira peternak ayam petelur. Selain permintaan banyak seiring musim hajatan, mereka juga sumringah karena masih mendapat untung setelah ada kenaikan harga pakan.

”Ya, Alhamdullilah harganya naik sekarang. Jadi ya dapat untung lumayan,” kata Eko Murdianto salah satu peternak asal Dusun Kayen, Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng ini. Sejak beberapa hari terkahir, harga telur memang berangsur naik seiring musim hajatan. Kenaikan harga ini membuat hasil panen meningkat.

Dia menggeluti usaha budidaya ayam petelur sudah hampir 13 tahun.  Kenaikan harga telur ini terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Harga di tingkat peternak, saat ini berkisar Rp 24.500 hingga Rp 24.800 per Kg. Sebelumnya, dijual dengan harga  Rp 22 ribu dan naik Rp 23 ribu per Kg. ”Kemarin juga pernah tembus Rp 25 ribu perkilogramnya,” terangnya

Baca Juga :  Kemenag Akan Cek Musala yang Dibangun Kontraktor Tol Solo-Kertosono

Kenaikan ini merupakan angin segar bagi perternak ayam petelur seperti dirinya. Terlebih, harga pakan ternak ikut-ikutan naik. Sehingga penghasilan telur masih cukup untuk membiayai operasional kebutuhan kandang ayam setiap hari. ”Dibanding lebaran tahun lalu, tahun ini lebih meningkat meski harga pakan naik,” jelas dia.

Eko sendiri, memiliki ayam petelur sebanyak 7.500 ekor. Untuk kebutuhan pakan ternak, ia membutuhkan sekitar 120 Kg untuk seribu ekor ayam setiap hari. ”Dari jumlah itu akan menghasilkan 50 Kg telur. Kalau 7.000 ekor ayam, maka bisa menghasilkan 3 kwintal setiap hari,” pungkasnya. (yan/bin/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri
- Advertisement -

 

JOMBANG – Harga telur yang naik belakangan ini disambut gembira peternak ayam petelur. Selain permintaan banyak seiring musim hajatan, mereka juga sumringah karena masih mendapat untung setelah ada kenaikan harga pakan.

”Ya, Alhamdullilah harganya naik sekarang. Jadi ya dapat untung lumayan,” kata Eko Murdianto salah satu peternak asal Dusun Kayen, Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng ini. Sejak beberapa hari terkahir, harga telur memang berangsur naik seiring musim hajatan. Kenaikan harga ini membuat hasil panen meningkat.

Dia menggeluti usaha budidaya ayam petelur sudah hampir 13 tahun.  Kenaikan harga telur ini terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Harga di tingkat peternak, saat ini berkisar Rp 24.500 hingga Rp 24.800 per Kg. Sebelumnya, dijual dengan harga  Rp 22 ribu dan naik Rp 23 ribu per Kg. ”Kemarin juga pernah tembus Rp 25 ribu perkilogramnya,” terangnya

Baca Juga :  Kemenag Akan Cek Musala yang Dibangun Kontraktor Tol Solo-Kertosono

Kenaikan ini merupakan angin segar bagi perternak ayam petelur seperti dirinya. Terlebih, harga pakan ternak ikut-ikutan naik. Sehingga penghasilan telur masih cukup untuk membiayai operasional kebutuhan kandang ayam setiap hari. ”Dibanding lebaran tahun lalu, tahun ini lebih meningkat meski harga pakan naik,” jelas dia.

Eko sendiri, memiliki ayam petelur sebanyak 7.500 ekor. Untuk kebutuhan pakan ternak, ia membutuhkan sekitar 120 Kg untuk seribu ekor ayam setiap hari. ”Dari jumlah itu akan menghasilkan 50 Kg telur. Kalau 7.000 ekor ayam, maka bisa menghasilkan 3 kwintal setiap hari,” pungkasnya. (yan/bin/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/