alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Apresiasi Mengarsir Mamamia Tahun Depan Lebih Semarak

JOMBANG – Suksesnya apresiasi mengarsir mamamia yang diadakan Jawa Pos Radar Jombang bersama Himpaudi serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, menumbuhkan harapan baru. Event tahun depan diharapkan lebih semarak dan meriah dibandingkan tahun ini.

”Mudah-mudahan tahun depan lebih semarak dari tahun ini, bisa diadakan offline seperti tahun-tahun sebelum pandemi,” kata Sumiasih, humas Himpaudi Kabupaten Jombang, kemarin.

Semangat mengarsir tahun ini sangat terasa. Kegiatan yang diadakan di masing-masing lembaga membuat suasana lebih akrab dibandingkan sebelumnya yang hanya dilaksanakan di rumah masing-masing.

”Alhamdulillah, siswa lembaga kami, KB Nusa Indah juara satu tingkat kecamatan, dan mengikuti grand final di tingkat kabupaten,” ucap kepala KB Nusa Indah Desa Bangsri Kecamatan Plandaan.

Baca Juga :  Semakin Sering Juara Kontes, Semakin Mahal

Mengajar kurang lebih 14 tahun tak membuat Sumiasih bosan dengan dunia anak. Menurutnya, anak-anak sangat menyenangkan dan memberikan tantangan. Guru PAUD tidak cukup hanya memberikan ilmu sesuai dengan usia anak-anak. Tapi juga harus mampu menjadi perawat ketika anak terjatuh dan sakit. Sekaligus menjadi ibu yang menyayangi, dan menjadi teman saat siswa bermain. ”Guru PAUD harus mampu memahami sikap dan bahasa tubuh anak-anak,” kata ibu tiga anak ini.

Kejujuran, apa adanya dan polos menurutnya adalah sisi positif setiap anak. Belum tumbuh perasaan iri hati. Mudah menangis tapi pemaaf. Itu salah satu bagian kecil yang bisa dicontoh dari sikap polos anak-anak. ’’Setelah menangis, masalahnya hilang, mereka kembali bermain dengan riang,” urainya.

Baca Juga :  Bekali Guru dengan Kemampuan IT, Belajar Daring Lebih Efektif

Kepada tiga putranya, Sumiasih juga selalu mendampingi saat belajar. Menunjukkan dan memberikan contoh yang positif. Di era digital, ia juga mendampingi dan memberi pengertian anak selama memakai gawai. ”Baik di rumah maupun di sekolah, memberikan suasana yang menyenangkan saat belajar agar anak tidak bosan,” katanya.

Mendidik dengan mendampingi, tidak hanya memerintah, lebih efektif. Putra sulungnya kini dinas sebagai Paspampres. Putri keduanya menjadi guru honorer di SDN 3 Pojokklitih. Si bungsu duduk di bangku kelas 12 SMK Diponegoro Ploso. 

- Advertisement -

JOMBANG – Suksesnya apresiasi mengarsir mamamia yang diadakan Jawa Pos Radar Jombang bersama Himpaudi serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, menumbuhkan harapan baru. Event tahun depan diharapkan lebih semarak dan meriah dibandingkan tahun ini.

”Mudah-mudahan tahun depan lebih semarak dari tahun ini, bisa diadakan offline seperti tahun-tahun sebelum pandemi,” kata Sumiasih, humas Himpaudi Kabupaten Jombang, kemarin.

Semangat mengarsir tahun ini sangat terasa. Kegiatan yang diadakan di masing-masing lembaga membuat suasana lebih akrab dibandingkan sebelumnya yang hanya dilaksanakan di rumah masing-masing.

”Alhamdulillah, siswa lembaga kami, KB Nusa Indah juara satu tingkat kecamatan, dan mengikuti grand final di tingkat kabupaten,” ucap kepala KB Nusa Indah Desa Bangsri Kecamatan Plandaan.

Baca Juga :  Usai diserahkan Provinsi, Terminal Kepuhsari Jombang Tetap Sepi

Mengajar kurang lebih 14 tahun tak membuat Sumiasih bosan dengan dunia anak. Menurutnya, anak-anak sangat menyenangkan dan memberikan tantangan. Guru PAUD tidak cukup hanya memberikan ilmu sesuai dengan usia anak-anak. Tapi juga harus mampu menjadi perawat ketika anak terjatuh dan sakit. Sekaligus menjadi ibu yang menyayangi, dan menjadi teman saat siswa bermain. ”Guru PAUD harus mampu memahami sikap dan bahasa tubuh anak-anak,” kata ibu tiga anak ini.

Kejujuran, apa adanya dan polos menurutnya adalah sisi positif setiap anak. Belum tumbuh perasaan iri hati. Mudah menangis tapi pemaaf. Itu salah satu bagian kecil yang bisa dicontoh dari sikap polos anak-anak. ’’Setelah menangis, masalahnya hilang, mereka kembali bermain dengan riang,” urainya.

Baca Juga :  Keluarga Sopir yang Meninggal Sepulang dari Magetan Diminta Isolasi

- Advertisement -

Kepada tiga putranya, Sumiasih juga selalu mendampingi saat belajar. Menunjukkan dan memberikan contoh yang positif. Di era digital, ia juga mendampingi dan memberi pengertian anak selama memakai gawai. ”Baik di rumah maupun di sekolah, memberikan suasana yang menyenangkan saat belajar agar anak tidak bosan,” katanya.

Mendidik dengan mendampingi, tidak hanya memerintah, lebih efektif. Putra sulungnya kini dinas sebagai Paspampres. Putri keduanya menjadi guru honorer di SDN 3 Pojokklitih. Si bungsu duduk di bangku kelas 12 SMK Diponegoro Ploso. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/