alexametrics
22.4 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Warna-Warni Indah Buket dari Snack asal Jombang

Rif’ah Indri Widyastuti, 36, dari Kelurahan Kepanjen, Jombang, memanfaatkan aneka benda yang berharga murah jadi produk yang indah dan bernilai jual. Dengan kreativitasnya, ia membuat aneka jajanan hingga bunga jadi rangkaian buket menarik.

Di rumahnya, tumpukan buket dengan macam-macam bahan penyusunnya dapat ditemukan. Berbahan bunga, balon, ada pula buket berbahan uang receh lembaran Rp 5 ribu. Ada juga jajanan jadul seharga Rp 500 yang ia susun dalam kain dan dihias. ’’Ini memang lagi trend, buket namanya. Ada yang buat ulang tahun, sampai wisuda, pokoknya buat hadiah ke orang spesial,” ungkap Rif’ah.

Seluruh buket itu, ia buat dan susun sendiri. Bahannya, menyesuaikan dengan pesanan customer. ’’Itu contoh untuk berjaga-jaga kalau ada pesanan mendadak saja,” ucapnya sembari menunjuk tumpuken buket.

Bahan utama pembuatan buket, tusuk sate, lem tembak, pita, bunga plastik, spons bunga dan kertas buket. Proses pembuatan dimulai dengan menata bahan utama buket yang dipesan. ’’Untuk jajan, saya pilih jajan yang tampilannya bagus. Untuk uang, ya uang baru,” imbuhnya.

Baca Juga :  Antusias Sambut Lomba dari Rumah

Dengan tusuk sate, ia menempelkan masing-masing bahan ke spons di bagian belakang. Jika sudah rampung, barulah susunan ini dihias dengan bunga dan dibungkus kertas buket. Ia juga biasa menambahkan pita sebagai pemanis.

’’Warna buketnya variasi, tergantung permintaan. Selama ini yang paling laris warna cerah, terutama pink,” tambahnya.

Meski dikerjakan sendiri, ia mengaku bisa menghasilan hingga puluhan buket setiap hari. Ia menjual buketnya dengan harga yang sangat bersaing. Rif’ah mengaku tak pernah mematok harga pasti untuk produknya.

’’Mulai Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu, bahkan diatasnya juga ada. Tergantung permintaan,” lontarnya.

Rif’ah selalu menjaga kualitas produknya. Inilah rahasia usaha yang dirintisnya laku di pasaran. ’’Kepuasan pelanggan saya nomor satukan. Saya selalu pakai bahan yang kualitasnya bagus,” ucapnya. Dia tak pernah menggunakan barang sisa.

Baca Juga :  Dorong Bupati Jombang Gelar Uji Publik Calon Sekda

Seperti buket balon misalnya. Banyak yang menjual dengan menggunakan alas kardus bekas yang dimodifikasi dengan kertas kado. Rif’ah memilih menggunakan cara berbeda. Ia merakit buket balon itu dengan keranjang plastik.

Alasannya, tidak saja keindahan. Namun juga ketahanan dan manfaat buketnya. Jika dibuat dari kardus, sekali pakai buket akan dibuang. ’’Kalau pakai keranjang, bisa terus dipakai untuk kebutuhan lain setelah buketnya. Tidak nyampah juga,” lontarnya.

Dampaknya, tentu saja harganya berbeda. Dengan bahan yang bagus dan kualitas premium, harga buketnya harus sedikit lebih mahal daripada buket biasa di pasaran. Namun Rif’ah menjamin, kualitas produknya jauh lebih baik. ’’Harganya selisih Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu, tapi pelanggan lebih puas. Itu kuncinya,” pungkasnya.

- Advertisement -

Rif’ah Indri Widyastuti, 36, dari Kelurahan Kepanjen, Jombang, memanfaatkan aneka benda yang berharga murah jadi produk yang indah dan bernilai jual. Dengan kreativitasnya, ia membuat aneka jajanan hingga bunga jadi rangkaian buket menarik.

Di rumahnya, tumpukan buket dengan macam-macam bahan penyusunnya dapat ditemukan. Berbahan bunga, balon, ada pula buket berbahan uang receh lembaran Rp 5 ribu. Ada juga jajanan jadul seharga Rp 500 yang ia susun dalam kain dan dihias. ’’Ini memang lagi trend, buket namanya. Ada yang buat ulang tahun, sampai wisuda, pokoknya buat hadiah ke orang spesial,” ungkap Rif’ah.

Seluruh buket itu, ia buat dan susun sendiri. Bahannya, menyesuaikan dengan pesanan customer. ’’Itu contoh untuk berjaga-jaga kalau ada pesanan mendadak saja,” ucapnya sembari menunjuk tumpuken buket.

Bahan utama pembuatan buket, tusuk sate, lem tembak, pita, bunga plastik, spons bunga dan kertas buket. Proses pembuatan dimulai dengan menata bahan utama buket yang dipesan. ’’Untuk jajan, saya pilih jajan yang tampilannya bagus. Untuk uang, ya uang baru,” imbuhnya.

Baca Juga :  Peringkat 6 Kematian Tertinggi di Jatim

Dengan tusuk sate, ia menempelkan masing-masing bahan ke spons di bagian belakang. Jika sudah rampung, barulah susunan ini dihias dengan bunga dan dibungkus kertas buket. Ia juga biasa menambahkan pita sebagai pemanis.

’’Warna buketnya variasi, tergantung permintaan. Selama ini yang paling laris warna cerah, terutama pink,” tambahnya.

- Advertisement -

Meski dikerjakan sendiri, ia mengaku bisa menghasilan hingga puluhan buket setiap hari. Ia menjual buketnya dengan harga yang sangat bersaing. Rif’ah mengaku tak pernah mematok harga pasti untuk produknya.

’’Mulai Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu, bahkan diatasnya juga ada. Tergantung permintaan,” lontarnya.

Rif’ah selalu menjaga kualitas produknya. Inilah rahasia usaha yang dirintisnya laku di pasaran. ’’Kepuasan pelanggan saya nomor satukan. Saya selalu pakai bahan yang kualitasnya bagus,” ucapnya. Dia tak pernah menggunakan barang sisa.

Baca Juga :  Fokus Kegiatan Sosial

Seperti buket balon misalnya. Banyak yang menjual dengan menggunakan alas kardus bekas yang dimodifikasi dengan kertas kado. Rif’ah memilih menggunakan cara berbeda. Ia merakit buket balon itu dengan keranjang plastik.

Alasannya, tidak saja keindahan. Namun juga ketahanan dan manfaat buketnya. Jika dibuat dari kardus, sekali pakai buket akan dibuang. ’’Kalau pakai keranjang, bisa terus dipakai untuk kebutuhan lain setelah buketnya. Tidak nyampah juga,” lontarnya.

Dampaknya, tentu saja harganya berbeda. Dengan bahan yang bagus dan kualitas premium, harga buketnya harus sedikit lebih mahal daripada buket biasa di pasaran. Namun Rif’ah menjamin, kualitas produknya jauh lebih baik. ’’Harganya selisih Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu, tapi pelanggan lebih puas. Itu kuncinya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/