alexametrics
28.4 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Rajawali Biru FC kembali Bangun dari Tidur

JOMBANG – Rajawali Biru FC sudah tidur lama, sejak November 2021.  Pada 26 Januari nanti, klub yang bermarkas di Omah Sambong Desa Sambongdukuh Kecamatan/Kabupaten Jombang itu akan kembali bangun. Mereka akan menjaring lagi pemain sepak bola terbaik usia 18 tahun keatas di Jombang.

”Rabu (26/1) Rajawali Biru FC akan kembali aktif lagi dengan pelatih terbaik di Jombang,” ungkap Kuswanto, presiden klub Rajawali Biru FC, kemarin.

Dua pelatih berlisensi B yaitu Medi Supartono dan Heru Sunarno akan menjaring pemain terbaik. Dimulai dari usia 18 tahun di Jombang. Seleksi kali ini akan dilakukan serius. Tidak dua hari selesai, tapi akan membutuhkan waktu yang lama. Mulai pemantauan, latihan intensif sampai menemukan bibit terbaik.

”Kita pilihkan dua pelatih terbaik di Jombang, memiliki bekal lisensi B, tentu sangat mumpuni untuk pembinaan pemain kedepannya,” jelasnya.

Latihan Rajawali Biru akan dilaksanakan di lapangan Plosogeneng Kecamatan/Kabupaten Jombang. Latihan dilaksanakan rutin dua kali seminggu, Rabu dan Sabtu.

Baca Juga :  Radar Jombang Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19

Kuswanto menargetkan, tahun ini Rajawali Biru FC dapat mengikuti Jombang Super Liga. ”Kami sudah memiliki lisensi untuk ikut berkompetisi. Kita juga berencana ikut Liga 3 tahun 2022,’’ jelasnya. Tahun lalu, sebetulnya mereka juga akan ikut Jombang Super Liga. ’’Tapi sayangnya Jombang Super Liga tidak digulirkan,” ungkapnya.

Seleksi awal tahun ini diharapkan lebih mempersiapkan fisik maupun mental pemain. Utamanya dalam menghadapi Jombang Super Liga dan Liga 3. ”Kita belum tahu kapan dua event itu akan digelar. Kita melakukan persiapakan sejak jauh hari agar lebih siap,” urai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini.

Seleksi akan dilaksanakan terbuka untuk seluruh pemuda Jombang. Dengan kualifikasi usia diatas 18 tahun. Untuk persiapan Liga 3, ia ingin mengoptimalkan pemain daerah. Ia berharap, nantinya pemain dari Jombang dilirik klub Liga 1 maupun Liga 2.

”Pemain Liga 1 dan Liga 2 itu kan dijaring saat pertandingan. Nah, kami ingin punya pemain yang kuat, agar mereka bisa diambil tim-tim yang lebih besar,’’ tegasnya.

Baca Juga :  HM Syarif Hidayatullah ST MMT: Istighotsah dan Salawat

Dia ingin mengoptimalkan potensi pemuda Jombang. ’’Kalau kurang, nanti kita ambil pemain dari daerah lain untuk bergabung memperkuat Rajawali Biru FC,” ungkap politisi Partai Demokrat tersebut.

Rajawali Biru FC terbentuk 26 Agustus 2021, bersamaan dengan ulang tahun Kuswanto. Ia ingin memberikan wadah kepada para pemuda. Sepak bola adalah olahraga yang paling dekat dengan masyarakat. Hampir di semua desa memiliki lapangan dan pemain yang berbakat. Sepak bola juga merupakan olahraga paling disukai masyarakat, paling menghibur dengan biaya yang murah meriah.

”Saya ingin menghibur masyarakat sebanyak mungkin, masyarakat kita butuh hiburan. Sayangnya masih pandemi, jadi pertandingan kita tidak bisa disaksikan untuk umum,” kata Dosen Undar ini.

Rajawali Biru FC juga sering melakukan pertandingan persahabatan dengan klub lain di Stadion Merdeka Jombang. Hanya saja masih digelar tanpa penonton.

- Advertisement -

JOMBANG – Rajawali Biru FC sudah tidur lama, sejak November 2021.  Pada 26 Januari nanti, klub yang bermarkas di Omah Sambong Desa Sambongdukuh Kecamatan/Kabupaten Jombang itu akan kembali bangun. Mereka akan menjaring lagi pemain sepak bola terbaik usia 18 tahun keatas di Jombang.

”Rabu (26/1) Rajawali Biru FC akan kembali aktif lagi dengan pelatih terbaik di Jombang,” ungkap Kuswanto, presiden klub Rajawali Biru FC, kemarin.

Dua pelatih berlisensi B yaitu Medi Supartono dan Heru Sunarno akan menjaring pemain terbaik. Dimulai dari usia 18 tahun di Jombang. Seleksi kali ini akan dilakukan serius. Tidak dua hari selesai, tapi akan membutuhkan waktu yang lama. Mulai pemantauan, latihan intensif sampai menemukan bibit terbaik.

”Kita pilihkan dua pelatih terbaik di Jombang, memiliki bekal lisensi B, tentu sangat mumpuni untuk pembinaan pemain kedepannya,” jelasnya.

Latihan Rajawali Biru akan dilaksanakan di lapangan Plosogeneng Kecamatan/Kabupaten Jombang. Latihan dilaksanakan rutin dua kali seminggu, Rabu dan Sabtu.

Baca Juga :  Binrohtal 1.273: Orang Mati Senang Diziarahi

Kuswanto menargetkan, tahun ini Rajawali Biru FC dapat mengikuti Jombang Super Liga. ”Kami sudah memiliki lisensi untuk ikut berkompetisi. Kita juga berencana ikut Liga 3 tahun 2022,’’ jelasnya. Tahun lalu, sebetulnya mereka juga akan ikut Jombang Super Liga. ’’Tapi sayangnya Jombang Super Liga tidak digulirkan,” ungkapnya.

- Advertisement -

Seleksi awal tahun ini diharapkan lebih mempersiapkan fisik maupun mental pemain. Utamanya dalam menghadapi Jombang Super Liga dan Liga 3. ”Kita belum tahu kapan dua event itu akan digelar. Kita melakukan persiapakan sejak jauh hari agar lebih siap,” urai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini.

Seleksi akan dilaksanakan terbuka untuk seluruh pemuda Jombang. Dengan kualifikasi usia diatas 18 tahun. Untuk persiapan Liga 3, ia ingin mengoptimalkan pemain daerah. Ia berharap, nantinya pemain dari Jombang dilirik klub Liga 1 maupun Liga 2.

”Pemain Liga 1 dan Liga 2 itu kan dijaring saat pertandingan. Nah, kami ingin punya pemain yang kuat, agar mereka bisa diambil tim-tim yang lebih besar,’’ tegasnya.

Baca Juga :  RSUD Jombang Gelar Sertijab Pejabat Baru

Dia ingin mengoptimalkan potensi pemuda Jombang. ’’Kalau kurang, nanti kita ambil pemain dari daerah lain untuk bergabung memperkuat Rajawali Biru FC,” ungkap politisi Partai Demokrat tersebut.

Rajawali Biru FC terbentuk 26 Agustus 2021, bersamaan dengan ulang tahun Kuswanto. Ia ingin memberikan wadah kepada para pemuda. Sepak bola adalah olahraga yang paling dekat dengan masyarakat. Hampir di semua desa memiliki lapangan dan pemain yang berbakat. Sepak bola juga merupakan olahraga paling disukai masyarakat, paling menghibur dengan biaya yang murah meriah.

”Saya ingin menghibur masyarakat sebanyak mungkin, masyarakat kita butuh hiburan. Sayangnya masih pandemi, jadi pertandingan kita tidak bisa disaksikan untuk umum,” kata Dosen Undar ini.

Rajawali Biru FC juga sering melakukan pertandingan persahabatan dengan klub lain di Stadion Merdeka Jombang. Hanya saja masih digelar tanpa penonton.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/