alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Berharap Ada Solusi Banjir Tahunan di Mojoagung Jombang

JOMBANG – Setiap musim hujan, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung selalu menjadi daerah langganan banjir. Warga setempat berharap agar pihak terkait memiliki solusi konkret untuk menangani banjir yang melanda desanya.

Bejo, 54, warga Dusun Kebondalem, Desa Kademangan menerangkan, setiap musim penghujan datang, wilayahnya selalu jadi langganan banjir. ”Di sini sudah langganan sejak dulu,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dia menyebut, selain hujan lebat, penyebab banjir yang menggenang di desanya karena luapan air dari Sungai Catak Banteng dan Sungai Pancir. ”Karena desa ini kan dialiri dua sungai tersebut,” tambahnya.

Bejo berharap, pihak terkait khususnya Pemkab Jombang segera mencarikan solusi untuk menangani banjir di desanya. ”Harapannya ada solusi, misalnya tanggulnya ditinggikan atau dibuatkan pintu air di Kali Pancir dan Catak Banteng yang ada di desa ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Student Journalism: Ujian Bukan Azab

Dikonfirmasi terpisah, Bayu Pancoroadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jombang tak menampik jika wilayah Mojoagung, mulai dari Desa Betek, Kademangan, dan beberapa desa lainnya menjadi langganan banjir setiap tahun. Hal itu terjadi tidak hanya dikarenakan debit air yang tinggi saat hujan lebat, melainkan karena elevasi tanah di beberapa titik rendah. ”Misalnya saat banjir kemarin, di Balai Desa Kademangan ketinggian air masih 10 cm, namun di beberapa titik lain sudah 1 meter lebih,” ujar dia.

Sebagai solusi, pihaknya mengaku sudah membahasnya dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk mengatasi banjir di Jombang, khususnya Mojoagung. Dia menyebut, sesuai kewenangan sungai tersebut kewenangan BBWS Brantas. ”Kemarin kami diskusi untuk membangun waduk atau kolam retensi yang fungsinya adalah sebagai tempat penampungan sementara apabila ada debit besar, setelah kondisi normal akan di alirkan ke sungai kembali,” tambahnya.

Baca Juga :  Perpanjangan PPKM Darurat di Jombang Ditentukan Hari Ini

Menindaklanjuti diskusi itu, lanjutnya, pihaknya mulai melakukan kajian awal beberapa titik lokasi yang akan digunakan kolam retensi. ”Ini terkait efektivitasnya sebagai penampungan sementara mulai dari Kedunglumpang,” jelas dia.

Namun demikian, ia mengaku tak bisa menyelesaikan kajian itu dalam waktu dekat. Paling tidak butuh waktu lebih dari dua tahun ini merealisasikan rencananya. ”Karena butuh kajian yang cukup mendalam. Apalagi, nanti tentu butuh pengadaan lahan sebagai tempat waduknya,” pungkasnya.

- Advertisement -

JOMBANG – Setiap musim hujan, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung selalu menjadi daerah langganan banjir. Warga setempat berharap agar pihak terkait memiliki solusi konkret untuk menangani banjir yang melanda desanya.

Bejo, 54, warga Dusun Kebondalem, Desa Kademangan menerangkan, setiap musim penghujan datang, wilayahnya selalu jadi langganan banjir. ”Di sini sudah langganan sejak dulu,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dia menyebut, selain hujan lebat, penyebab banjir yang menggenang di desanya karena luapan air dari Sungai Catak Banteng dan Sungai Pancir. ”Karena desa ini kan dialiri dua sungai tersebut,” tambahnya.

Bejo berharap, pihak terkait khususnya Pemkab Jombang segera mencarikan solusi untuk menangani banjir di desanya. ”Harapannya ada solusi, misalnya tanggulnya ditinggikan atau dibuatkan pintu air di Kali Pancir dan Catak Banteng yang ada di desa ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Imroatus Sholihah Guru KB Jombang Kenalkan Makanan Pokok dari Gambar

Dikonfirmasi terpisah, Bayu Pancoroadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jombang tak menampik jika wilayah Mojoagung, mulai dari Desa Betek, Kademangan, dan beberapa desa lainnya menjadi langganan banjir setiap tahun. Hal itu terjadi tidak hanya dikarenakan debit air yang tinggi saat hujan lebat, melainkan karena elevasi tanah di beberapa titik rendah. ”Misalnya saat banjir kemarin, di Balai Desa Kademangan ketinggian air masih 10 cm, namun di beberapa titik lain sudah 1 meter lebih,” ujar dia.

Sebagai solusi, pihaknya mengaku sudah membahasnya dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk mengatasi banjir di Jombang, khususnya Mojoagung. Dia menyebut, sesuai kewenangan sungai tersebut kewenangan BBWS Brantas. ”Kemarin kami diskusi untuk membangun waduk atau kolam retensi yang fungsinya adalah sebagai tempat penampungan sementara apabila ada debit besar, setelah kondisi normal akan di alirkan ke sungai kembali,” tambahnya.

Baca Juga :  Komitmen Pemkab Jombang Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

- Advertisement -

Menindaklanjuti diskusi itu, lanjutnya, pihaknya mulai melakukan kajian awal beberapa titik lokasi yang akan digunakan kolam retensi. ”Ini terkait efektivitasnya sebagai penampungan sementara mulai dari Kedunglumpang,” jelas dia.

Namun demikian, ia mengaku tak bisa menyelesaikan kajian itu dalam waktu dekat. Paling tidak butuh waktu lebih dari dua tahun ini merealisasikan rencananya. ”Karena butuh kajian yang cukup mendalam. Apalagi, nanti tentu butuh pengadaan lahan sebagai tempat waduknya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/