alexametrics
21.7 C
Jombang
Monday, August 8, 2022

Durian Montong Wonomerto Banyak Diburu Pelancong

SELAIN bisa datang langsung ke petani, cara lain untuk bisa menikmati durian asli Wonosalam adalah datang ke rumah penjual durian langsung. Seperti di rumah Misinah, 40, warga Dusun Ganten, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam yang sudah 18 tahun berjualan durian asli Wonosalam. Salah satu komoditas unggulan yang dijual Misinah adalah durian montong super. Saking besarnya, bobot satu buah durian montong super ini bisa mencapai 6-7 kilogram.

Di rumah Misinah, pecinta durian akan dimanjakan dengan banyak pilihan durian asli Wonosalam. Mulai jenis durian lokal, montong hingga bawor. Namun di awal musim panen ini, kebanyakan yang dijual adalah durian lokal dan montong. ”Ini langsung dari petani. Mereka menjualnya ke sini,” ujar dia ditemui Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (22/12).

Misinah menjamin durian yang ia jual adalah masak pohon. Pengunjung dijamin tak kecewa mencicipi durian asli Ganten ini. Setiap ada pembeli, ia juga sering mengedukasi bagaimana cara membedakan durian asli Wonosalam dan durian KW Wonosalam alias durian luar kota.

Baca Juga :  Material Proyek Jembatan Kadengmangan Mojoagung Dibiarkan Berantakan

Cara pertama bisa dilihat dari rupa luar, yakni bagian duri, warna kulit dan batang. ”Pertama dapat dilihat dari batangnya. Kalau masih segar seperti ini, berarti masak pohon. Tapi kalau durian luar biasanya layu karena mereka petik mentah kemudian diimbu (peti),” tambahnya.

Cara kedua, adalah dari mencium pucuk durian. Biasanya, durian Wonosalam memiliki bau yang segar dan semerbak. Namun, durian luar cenderung samar. ”Kalau pelanggan ke sini, biasanya saya pilihkan langsung. Mereka juga banyak yang memilih makan di sini,” terangnya.

Dari segi warna, durian Wonosalam memiliki warna tak sama dengan durian lainnya. Ia lantas menunjukkan di lapaknya, ada yang berwarna hijau, kuning hingga kuning keabu-abuan. Namun, durian bukan asli Wonosalam biasanya memiliki warna yang merata, yakni kuning semua. Sehingga memikat pembeli untuk mampir. ”Coba dilihat di sini, dari 10 durian yang ada pasti warnanya beda-beda,” papar dia.

Baca Juga :  Sempat Terhenti, Pemeriksaan PCR Pasien di Jombang Dilanjutkan Lagi

Dari segi rasa, durian Wonosalam tak ada tandingannya. Menurut penuturan pelanggan-pelangganya, durian Wonosalam memiliki rasa khas, yakni manis legit. ”Durian Wonosalam tidak berair. Namun durian luar biasanya berair,” tandasnya.

Sejak 2003 berjualan durian di rumah, Misinah tak pernah sepi pembeli. Meski rumahnya terletak di pelosok, namun pelanggannya banyak berdatangan dari sejumlah wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur. Mulai Surabaya, Gresik hingga Kediri. ”Kebanyakan dari luar kota, mereka datang ke sini langsung,” terangnya.

Satu buah durian lokal dijual dengan harga yang bervariatif, mulai Rp 50 ribu – Rp 75 ribu tergantung ukuran. Sedangkan untuk durian montong stabil di kisaran harga Rp 55 ribu perkilogram. ”Montong super ada yang memiliki bobot sampai 6-7 kilogram,” pungkasnya.

- Advertisement -

SELAIN bisa datang langsung ke petani, cara lain untuk bisa menikmati durian asli Wonosalam adalah datang ke rumah penjual durian langsung. Seperti di rumah Misinah, 40, warga Dusun Ganten, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam yang sudah 18 tahun berjualan durian asli Wonosalam. Salah satu komoditas unggulan yang dijual Misinah adalah durian montong super. Saking besarnya, bobot satu buah durian montong super ini bisa mencapai 6-7 kilogram.

Di rumah Misinah, pecinta durian akan dimanjakan dengan banyak pilihan durian asli Wonosalam. Mulai jenis durian lokal, montong hingga bawor. Namun di awal musim panen ini, kebanyakan yang dijual adalah durian lokal dan montong. ”Ini langsung dari petani. Mereka menjualnya ke sini,” ujar dia ditemui Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (22/12).

Misinah menjamin durian yang ia jual adalah masak pohon. Pengunjung dijamin tak kecewa mencicipi durian asli Ganten ini. Setiap ada pembeli, ia juga sering mengedukasi bagaimana cara membedakan durian asli Wonosalam dan durian KW Wonosalam alias durian luar kota.

Baca Juga :  Material Proyek Jembatan Kadengmangan Mojoagung Dibiarkan Berantakan

Cara pertama bisa dilihat dari rupa luar, yakni bagian duri, warna kulit dan batang. ”Pertama dapat dilihat dari batangnya. Kalau masih segar seperti ini, berarti masak pohon. Tapi kalau durian luar biasanya layu karena mereka petik mentah kemudian diimbu (peti),” tambahnya.

Cara kedua, adalah dari mencium pucuk durian. Biasanya, durian Wonosalam memiliki bau yang segar dan semerbak. Namun, durian luar cenderung samar. ”Kalau pelanggan ke sini, biasanya saya pilihkan langsung. Mereka juga banyak yang memilih makan di sini,” terangnya.

Dari segi warna, durian Wonosalam memiliki warna tak sama dengan durian lainnya. Ia lantas menunjukkan di lapaknya, ada yang berwarna hijau, kuning hingga kuning keabu-abuan. Namun, durian bukan asli Wonosalam biasanya memiliki warna yang merata, yakni kuning semua. Sehingga memikat pembeli untuk mampir. ”Coba dilihat di sini, dari 10 durian yang ada pasti warnanya beda-beda,” papar dia.

Baca Juga :  Sebagian Warga Mulai Abai Prokes

- Advertisement -

Dari segi rasa, durian Wonosalam tak ada tandingannya. Menurut penuturan pelanggan-pelangganya, durian Wonosalam memiliki rasa khas, yakni manis legit. ”Durian Wonosalam tidak berair. Namun durian luar biasanya berair,” tandasnya.

Sejak 2003 berjualan durian di rumah, Misinah tak pernah sepi pembeli. Meski rumahnya terletak di pelosok, namun pelanggannya banyak berdatangan dari sejumlah wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur. Mulai Surabaya, Gresik hingga Kediri. ”Kebanyakan dari luar kota, mereka datang ke sini langsung,” terangnya.

Satu buah durian lokal dijual dengan harga yang bervariatif, mulai Rp 50 ribu – Rp 75 ribu tergantung ukuran. Sedangkan untuk durian montong stabil di kisaran harga Rp 55 ribu perkilogram. ”Montong super ada yang memiliki bobot sampai 6-7 kilogram,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/