alexametrics
22.4 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Kesan Para Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang (27); Lamadi

Diusianya yang tak lagi muda, 84 tahun, Lamadi tetap setia membaca koran Jawa Pos. Bahkan, dia sangat semangat apabila membaca berita setiap pagi, agar tetap mengetahui perkembangan informasi terkini.

JOMBANG – Setiap pagi dia membersihkan teras rumah. Aktifitas itu  dilakukannya sambil menunggu koran diantar. Setelah semua terlihat bersih, dan koran sudah datang di rumahnya, maka dia langsung beristirahat di kursi di samping teras sembari membaca koran.

”Ya membaca setiap pagi setelah bersih-bersih rumah,” ujarnya saat didatangi di kediamannya di Desa/Kecamatan Ngoro kemarin pagi. Berbeda saat dia masih aktif menjadi pengawai negeri sipil (PNS). Membaca koran malah menunggu waktu yang longgar karena masih harus berdinas dengan pekerjaan cukup banyak.

Baca Juga :  Anak PAUD Ngusikan Jombang Merias Wajah Bunda

”Kalau dulu baca selonggarnya, menunggu pulang kerja, kalau ada waktu pagi ya disempatkan baca pagi. Tapi semenjak pensiun 1996, punya banyak waktu baca koran setiap pagi,” ungkapnya. Pensiunan guru dengan tugas tambahan sebagai Kepala SMPN 2 Jombang ini mengakui kesulitan membaca bila tidak dibantu dengan kacamata.  

”Sekarang bacanya agak lama karena kesulitan,” tambah dia. Bapak empat anak ini mengaku sangat suka koran Jawa Pos lantaran beritanya sangat lengkap mulai di rubrik depan, politik, ekonomi, olahraga, berita nasional, lokal bahkan manca negara. Sehingga, membaca Jawa Pos wawasannya menjadi luas.

”Beritanya sangat lengkap, update sehingga tidak ketinggalan informasi,” katanya. Meski begitu, ia mengaku paling senang dengan sajian berita politik. Karena menurut pria kelahiran 10 Januari 1936 ini berita politik sangat menarik. Beberapa rubrik lainnya tetap dilahap setiap hari setelah berita politik tuntas.

Baca Juga :  365 Pasien Covid-19 di Jombang Masih Jalani Isoman di rumah

Tak heran, kalau kemudian dia diketahui berlangganan sejak 1981. ”Kalau tidak salah dulu saya baca di kantor kemudian kepincut dan berlangganan di rumah sendiri,” terang dia. Untuk di usia yang sekarang ini dirinya berpesan, agar Jawa Pos bisa lebih baik lagi dan tetap eksis.

Sebab, dalam analisanya banyak sekali yang menyukai dan membaca koran Jawa Pos jika dibandingkan media lain. ”Ya harapnnya agar lebih baik lagi dan tetap eksis hingga nanti,” pungkas Lamadi. (bersambung)

- Advertisement -

Diusianya yang tak lagi muda, 84 tahun, Lamadi tetap setia membaca koran Jawa Pos. Bahkan, dia sangat semangat apabila membaca berita setiap pagi, agar tetap mengetahui perkembangan informasi terkini.

JOMBANG – Setiap pagi dia membersihkan teras rumah. Aktifitas itu  dilakukannya sambil menunggu koran diantar. Setelah semua terlihat bersih, dan koran sudah datang di rumahnya, maka dia langsung beristirahat di kursi di samping teras sembari membaca koran.

”Ya membaca setiap pagi setelah bersih-bersih rumah,” ujarnya saat didatangi di kediamannya di Desa/Kecamatan Ngoro kemarin pagi. Berbeda saat dia masih aktif menjadi pengawai negeri sipil (PNS). Membaca koran malah menunggu waktu yang longgar karena masih harus berdinas dengan pekerjaan cukup banyak.

Baca Juga :  Anak PAUD Ngusikan Jombang Merias Wajah Bunda

”Kalau dulu baca selonggarnya, menunggu pulang kerja, kalau ada waktu pagi ya disempatkan baca pagi. Tapi semenjak pensiun 1996, punya banyak waktu baca koran setiap pagi,” ungkapnya. Pensiunan guru dengan tugas tambahan sebagai Kepala SMPN 2 Jombang ini mengakui kesulitan membaca bila tidak dibantu dengan kacamata.  

”Sekarang bacanya agak lama karena kesulitan,” tambah dia. Bapak empat anak ini mengaku sangat suka koran Jawa Pos lantaran beritanya sangat lengkap mulai di rubrik depan, politik, ekonomi, olahraga, berita nasional, lokal bahkan manca negara. Sehingga, membaca Jawa Pos wawasannya menjadi luas.

”Beritanya sangat lengkap, update sehingga tidak ketinggalan informasi,” katanya. Meski begitu, ia mengaku paling senang dengan sajian berita politik. Karena menurut pria kelahiran 10 Januari 1936 ini berita politik sangat menarik. Beberapa rubrik lainnya tetap dilahap setiap hari setelah berita politik tuntas.

Baca Juga :  Mulai Kurangi Massa Lemak

- Advertisement -

Tak heran, kalau kemudian dia diketahui berlangganan sejak 1981. ”Kalau tidak salah dulu saya baca di kantor kemudian kepincut dan berlangganan di rumah sendiri,” terang dia. Untuk di usia yang sekarang ini dirinya berpesan, agar Jawa Pos bisa lebih baik lagi dan tetap eksis.

Sebab, dalam analisanya banyak sekali yang menyukai dan membaca koran Jawa Pos jika dibandingkan media lain. ”Ya harapnnya agar lebih baik lagi dan tetap eksis hingga nanti,” pungkas Lamadi. (bersambung)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/