alexametrics
22.7 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Gandeng Ponpes, Beri Siraman Rohani Warga Binaan

KEPALA Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Jombang Mahendra Sulaksana, punya strategi menarik dalam menciptakan kehidupan yang damai, rukun dan kondusif untuk  990 warga binaannya. Ia melakukan pendekatan dari hati dengan menggandeng pondok pesantren, yang memberi siraman rohani secara rutin.

”Di Lapas Jombang ada 86 pegawai yang melayani 990 pegawai. Seandainya tidak ada strategi khusus tentu kami akan kewalahan,’’ ujar pria kelahiran Jember, 1 Maret 1983 ini. Strategi itu pendekatan keagamaan. Ia lantas menjalin kerjasama dengan beberapa pihak mulai Kemenag, majelis ulama Indonesia (MUI) dan beberapa pondok pesantren untuk memberikan tausiyah/ceramah maupun pendampingan mengaji kepada warga binaan.

”Setiap hari, secara rutin kita ajak mereka mengaji. Kita mengundang Mbah Bolong (KH Nur Hadi), termasuk kiai dari Tebuireng, Tambak Beras dan beberapa pondok lainnya,’’ tambahnya.

Baca Juga :  560 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Dengan pendekatan persuasif yang baik itu ia menilai bisa mendeteksi segala bentuk ancaman atau kejadian yang akan tidak terduga. Hal itu sesuai dengan arahan Direktorat Jendral Kemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM yang menyampaikan 3+1 pedoman. ”Yakni deteksi dini, berantas narkoba, sinergi dengan aparat penegak hukum dan terakhir back to basic yakni kembali pada tugas dasar petugas lapas,” tegas dia.

Itulah yang kita jadikan pedoman untuk memimpin Lapas Jombang. Alumnus Polteknik Ilmu Pemasyarakatan Jakarta 2005 ini juga rutin berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda. Bahkan, selama pandemi Covid-19 sinergi dengan Forkopimda tak pernah putus.

”Seperti dalam pelayanan sidang, sejak pandemi kita menyediakan sidang online. Dan kita selalu berkoordinasi baik dengan Kejaksaan Jombang dan Polres Jombang,’’ pungkas mantan Kepala Rutan Kelas II B Gresik ini.

Baca Juga :  Terpapar Covid-19, 60 Nakes RSUD Jombang Masih Jalani Isolasi Mandiri

- Advertisement -

KEPALA Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Jombang Mahendra Sulaksana, punya strategi menarik dalam menciptakan kehidupan yang damai, rukun dan kondusif untuk  990 warga binaannya. Ia melakukan pendekatan dari hati dengan menggandeng pondok pesantren, yang memberi siraman rohani secara rutin.

”Di Lapas Jombang ada 86 pegawai yang melayani 990 pegawai. Seandainya tidak ada strategi khusus tentu kami akan kewalahan,’’ ujar pria kelahiran Jember, 1 Maret 1983 ini. Strategi itu pendekatan keagamaan. Ia lantas menjalin kerjasama dengan beberapa pihak mulai Kemenag, majelis ulama Indonesia (MUI) dan beberapa pondok pesantren untuk memberikan tausiyah/ceramah maupun pendampingan mengaji kepada warga binaan.

”Setiap hari, secara rutin kita ajak mereka mengaji. Kita mengundang Mbah Bolong (KH Nur Hadi), termasuk kiai dari Tebuireng, Tambak Beras dan beberapa pondok lainnya,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Rekomendasi dari Dewan Terkait Penutupan Sementara Pabrik GRC Board

Dengan pendekatan persuasif yang baik itu ia menilai bisa mendeteksi segala bentuk ancaman atau kejadian yang akan tidak terduga. Hal itu sesuai dengan arahan Direktorat Jendral Kemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM yang menyampaikan 3+1 pedoman. ”Yakni deteksi dini, berantas narkoba, sinergi dengan aparat penegak hukum dan terakhir back to basic yakni kembali pada tugas dasar petugas lapas,” tegas dia.

Itulah yang kita jadikan pedoman untuk memimpin Lapas Jombang. Alumnus Polteknik Ilmu Pemasyarakatan Jakarta 2005 ini juga rutin berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda. Bahkan, selama pandemi Covid-19 sinergi dengan Forkopimda tak pernah putus.

”Seperti dalam pelayanan sidang, sejak pandemi kita menyediakan sidang online. Dan kita selalu berkoordinasi baik dengan Kejaksaan Jombang dan Polres Jombang,’’ pungkas mantan Kepala Rutan Kelas II B Gresik ini.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Turun, RS di Jombang Kurangi Bed Pasien
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/