alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Ada Cekungan, Dibiarkan Tak Rata

JOMBANG – Sebagian lokasi batas trotoar Jl KH Wahid Hasyim Jombang dengan pagar dibiarkan tak rata alias lowong. Kondisinya lebih rendah dari trotoar atau membentuk seperti cekungan.

Seperti terpantau di depan kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, batas trotoar dengan pagar kantor terdapat cekungan. Tanah seperti ambles. Lantaran kanan dan kirinya tak rata.

Hal sama juga terlihat di beberapa lokasi lain. Hanya saja, rata-rata kondisi batas trotoar dengan pagar itu lebih rata. Kondisi tanah juga lebih datar. Meski begitu, hal itu cukup merusak pemandangan lantaran batas trotoar dibiarkan tanah begitu saja. Tanpa ada perubahan bentuk dibuat taman atau lainnya yang bisa mempercantik trotoar. 

Baca Juga :  Guru SMP di Jombang Kian Berkurang

Dikonfirmasi hal ini, Setiawan Afandi Kabid Perumahan Dinas Perkim Jombang, menjelaskan, area itu batas trotoar itu sebelumnya tak masuk dalam pekerjaan proyek rehabilitasi drainase dan trotoar. Sehingga sekarang dibiarkan saja. ”Di sela-sela trotoar dengan pagar itu tidak ikut proyek. Yang dikerjakan kemarin hanya trotoar,” katanya.

Kabid Perumahan dan Permukiman Dinas Perkim Jombang ini menjelaskan, pelaksana proyek tak melakukan pekerjaan di area batas trotoar tersebut. Tak heran, kalau pengerjaannya masih ada ruang batas. ”Itu diluar trotoar, sehingga bukan kewajiban penyedia (kontraktor, Red). Memam antara trotoar dengan pagar ini masih ada space,” ujar dia.

Termasuk yang berada di dekat pagar kantor ataupun bangunan di sepanjang jalan. Pihaknya belum bisa memastikan apakah kewenangan masuk dalam institusinya atau berada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. ”Memang ada sisa trotoar lama masih kewenangan kita. Kalau bekas taman, mungkin ikut di teman-teman OPD lain,” terang Setiawan.

Baca Juga :  Raih Juara 2 Lomba Perpustakaan Tingkat Jatim

Menyikapi hal ini pihaknya bakal segera melakukan pendataan. ”Mungkin ke depan 2022 coba kita sampaikan ke teman-teman yang lain. Karena sekarang sudah mendekati akhir tahun, mudah-mudahan di awal tahun bisa tertangani,” terang dia.

Pihaknya untuk sementara juga belum bisa menjelaskan teknis penanganan di area batas trotoar. ”Jadi belum didata dan direncanakan, teknisnya apakah nanti diratakan dan sebagainya,” pungkasnya.

- Advertisement -

JOMBANG – Sebagian lokasi batas trotoar Jl KH Wahid Hasyim Jombang dengan pagar dibiarkan tak rata alias lowong. Kondisinya lebih rendah dari trotoar atau membentuk seperti cekungan.

Seperti terpantau di depan kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, batas trotoar dengan pagar kantor terdapat cekungan. Tanah seperti ambles. Lantaran kanan dan kirinya tak rata.

Hal sama juga terlihat di beberapa lokasi lain. Hanya saja, rata-rata kondisi batas trotoar dengan pagar itu lebih rata. Kondisi tanah juga lebih datar. Meski begitu, hal itu cukup merusak pemandangan lantaran batas trotoar dibiarkan tanah begitu saja. Tanpa ada perubahan bentuk dibuat taman atau lainnya yang bisa mempercantik trotoar. 

Baca Juga :  Radar Tuban Studi Banding ke Radar Jombang

Dikonfirmasi hal ini, Setiawan Afandi Kabid Perumahan Dinas Perkim Jombang, menjelaskan, area itu batas trotoar itu sebelumnya tak masuk dalam pekerjaan proyek rehabilitasi drainase dan trotoar. Sehingga sekarang dibiarkan saja. ”Di sela-sela trotoar dengan pagar itu tidak ikut proyek. Yang dikerjakan kemarin hanya trotoar,” katanya.

Kabid Perumahan dan Permukiman Dinas Perkim Jombang ini menjelaskan, pelaksana proyek tak melakukan pekerjaan di area batas trotoar tersebut. Tak heran, kalau pengerjaannya masih ada ruang batas. ”Itu diluar trotoar, sehingga bukan kewajiban penyedia (kontraktor, Red). Memam antara trotoar dengan pagar ini masih ada space,” ujar dia.

Termasuk yang berada di dekat pagar kantor ataupun bangunan di sepanjang jalan. Pihaknya belum bisa memastikan apakah kewenangan masuk dalam institusinya atau berada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. ”Memang ada sisa trotoar lama masih kewenangan kita. Kalau bekas taman, mungkin ikut di teman-teman OPD lain,” terang Setiawan.

Baca Juga :  Temukan Mayat Perempuan di Kebun Tebu

- Advertisement -

Menyikapi hal ini pihaknya bakal segera melakukan pendataan. ”Mungkin ke depan 2022 coba kita sampaikan ke teman-teman yang lain. Karena sekarang sudah mendekati akhir tahun, mudah-mudahan di awal tahun bisa tertangani,” terang dia.

Pihaknya untuk sementara juga belum bisa menjelaskan teknis penanganan di area batas trotoar. ”Jadi belum didata dan direncanakan, teknisnya apakah nanti diratakan dan sebagainya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/