alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Spirit Karate 48: Karate sebagai Problem Solving

Karate mendidik manusia seutuhnya. Tidak hanya hebat di gelanggang maupun medan pertempuran. Namun juga hebat di segala lini kehidupan. ’’Soke Behzad Ahmadi mengatakan, tujuan karate adalah untuk membimbingmu keluar dari masalah dengan cara apa pun yang diperlukan. Baik dalam pertempuran yang sebenarnya maupun dalam kehidupan,’’ kata Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jombang, Kwat Prayitno,61, kemarin.

Anggota dewan guru Inkanas nasional ini lantas mencontohkan lima sumpah karate (dojo kun). ’’Jika kita pegang sungguh-sungguh, dojo kun ini akan mampu membimbing kita keluar dari setiap masalah,’’ urai pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini.

Pertama, sanggup memelihara kepribadian. Diantara kepribadian karateka yakni senantiasa mempertahankan etika, moralitas dan kebenaran. Berani dalam menghadapi kesulitan. Murah  hati, menghormati orang lain, menjaga kehormatan diri, menjaga kesetiaan kepada satu pimpinan dan guru. ’’Setiap orang tidak lepas dari masalah. Orang dengan kepribadian yang baik, pasti akan bisa keluar dari setiap masalah dengan hasil gemilang,’’ papar pria yang telah 51 tahun menggeluti karate ini.

Baca Juga :  Tahap Dua, Cucuk Ditahan Kasus Korupsi Pengadaan Perpustakaan Desa

Kedua, sanggup patuh pada kejujuran. ’’Orang jujur akan mujur. Di akhir setiap cerita, hanya orang jujur yang akan bahagia,’’ papar alumnus S2 Unibraw Malang yang kini dosen STKIP PGRI Jombang.

Ketiga, sanggup mempertinggi prestasi. ’’Setiap orang pasti pernah merasakan kegagalan dan kekalahan. Orang yang punya tekad mempertinggi prestasi, akan selalu bisa bangkit. Sehingga akan selalu meraih hasil akhir berupa kesuksesan,’’ terang pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 125 kali.

Keempat, sanggup menjaga sopan santun. ’’Orang yang punya sopan santun akan banyak teman. Sehingga saat ada masalah, banyak yang mau datang menolong,’’ jelasnya.

Kelima, sanggup menguasai diri. Amarah itu seperti api yang membakar. Orang yang tidak sanggup menguasai diri, mudah hangus akibat masalah yang menimpa. ’’Orang yang sanggup menguasai diri itu seperti air, selalu bisa mencari celah dan solusi dari setiap masalah,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Lagi, Sabet Medali Peparnas Papua

- Advertisement -

Karate mendidik manusia seutuhnya. Tidak hanya hebat di gelanggang maupun medan pertempuran. Namun juga hebat di segala lini kehidupan. ’’Soke Behzad Ahmadi mengatakan, tujuan karate adalah untuk membimbingmu keluar dari masalah dengan cara apa pun yang diperlukan. Baik dalam pertempuran yang sebenarnya maupun dalam kehidupan,’’ kata Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jombang, Kwat Prayitno,61, kemarin.

Anggota dewan guru Inkanas nasional ini lantas mencontohkan lima sumpah karate (dojo kun). ’’Jika kita pegang sungguh-sungguh, dojo kun ini akan mampu membimbing kita keluar dari setiap masalah,’’ urai pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini.

Pertama, sanggup memelihara kepribadian. Diantara kepribadian karateka yakni senantiasa mempertahankan etika, moralitas dan kebenaran. Berani dalam menghadapi kesulitan. Murah  hati, menghormati orang lain, menjaga kehormatan diri, menjaga kesetiaan kepada satu pimpinan dan guru. ’’Setiap orang tidak lepas dari masalah. Orang dengan kepribadian yang baik, pasti akan bisa keluar dari setiap masalah dengan hasil gemilang,’’ papar pria yang telah 51 tahun menggeluti karate ini.

Baca Juga :  Hari Ini Kejurkab dan Porkab Karate di Jombang

Kedua, sanggup patuh pada kejujuran. ’’Orang jujur akan mujur. Di akhir setiap cerita, hanya orang jujur yang akan bahagia,’’ papar alumnus S2 Unibraw Malang yang kini dosen STKIP PGRI Jombang.

Ketiga, sanggup mempertinggi prestasi. ’’Setiap orang pasti pernah merasakan kegagalan dan kekalahan. Orang yang punya tekad mempertinggi prestasi, akan selalu bisa bangkit. Sehingga akan selalu meraih hasil akhir berupa kesuksesan,’’ terang pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 125 kali.

Keempat, sanggup menjaga sopan santun. ’’Orang yang punya sopan santun akan banyak teman. Sehingga saat ada masalah, banyak yang mau datang menolong,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Kelima, sanggup menguasai diri. Amarah itu seperti api yang membakar. Orang yang tidak sanggup menguasai diri, mudah hangus akibat masalah yang menimpa. ’’Orang yang sanggup menguasai diri itu seperti air, selalu bisa mencari celah dan solusi dari setiap masalah,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pusat Tariqah Naqsabandiyah Kholidiyah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/