alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Manis Empuk Jenang Kelapa Muda Asli Jombang

JOMBANG kaya akan produk kuliner. Salah satu kuliner khas Jombang yang banyak diburu, yakni jenang kelapa muda asli Jombang. Rasanya yang empuk dan manis menjadikan makanan ini cocok untuk menu camilan bersantai dengan keluarga atau pun dibuat oleh-oleh.

Adalah Nur Chakim, warga Dusun Denanyar Utara, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang yang berhasil mengembangkan usaha kuliner rumahan ini.

Di kediamannya yang sekaligus digunakan tempat pengolahan jenang kelapa muda, setiap harinya sejumlah pekerja sibuk memproduksi jenang. Sebagian terlihat sibuk memotongi jenang dengan ukuran tertentu, sebagian yang lain ada yang bertugas mengemasi jenang.

Kegiatan seperti ini disebutnya sudah jadi bagian rutin di rumahnya sejak tahun 1987. Ya, Chakim adalah generasi kedua penerus usaha ini. Awalnya, usaha ini dijalankan ayah dan ibunya sejak tahun 1987. ”Awalnya dulu modal usaha dari gaji PNS bapak, kemudian terus berkembang. Saya sendiri baru meneruskan tahun 2007 lalu,” kenangnya.

Menurutnya, proses pembuatan jenang kelapa muda tidaklah terlalu rumit, sebab sudah terbantu dengan alat. Hanya saja membutuhkan proses cukup lama. Mengandalkan tiga buah tungku dan kuali yang sudah disiapkan, dibantu sejumlah karyawannya, Chakim memproduksi hingga jenang.

Baca Juga :  MAN 9 Jombang Gandeng Jawa Pos Radar Jombang Gelar Diklat Jurnalistik

Setiap harinya dia membutuhkan kelapa muda dalam jumlah besar. Bahan baku kelapa muda dipotong dalam sejumlah bagian setelah sebelumnya dibersihkan terlebih dahulu. Tujuannya mempermudah proses penggilingan.

Dengan bahan campuran tepung ketan dan tepung terigu, kelapa muda yang sudah digiling tadi selanjutnya dicampur jadi satu dan dihaluskan. ”Di waktu yang sama, gula jawa dan gula pasir dicampur di kuali dan dipanaskan. Jika sudah mendidih, semua bahan tadi baru dicampur,” tambahnya.

Setelah siap, semua adonan ini dimasukkan kedalam mesin pengaduk jenang, yang di bawahnya dipanasi dengan kompor. Proses pengadukan jenang memakan waktu antara 7-8 jam. ”Kalau pakai tenaga manusia bisa 9 jam lebih, dan tidak boleh berhenti mengaduk, makanya pengadukan ini kita pakai alat,” lanjutnya.

Setelah masak, barulah jenang diangkat selanjutnya didiamkan dalam tong aluminium selama semalam hingga benar-benar dingin. Setelahnya jenang siap dilakukan pengemasan. ”Harus sampai dingin, biar awet, makanya walaupun tanpa pengawet, jenang buatan saya bisa bertahan sampai empat bulan,” tambah Chakim.

Baca Juga :  Asah Motorik Halus dan Daya Pikir

Ya, jenang buatannya ini memang sudah dikenal memiliki rasa yang khas, dengan tekstur kesat. Rahasianya, disebutnya berasal dari konsistensi bahan dan cara pemasakan. Chakim menyebut tak sembarang kayu bisa digunakan untuk membakar tungkunya. Hanya jenis kayu jati, kayu sono atau kayu petai cina (lamtoro,jawa) yang dia digunakan. ”Kayu jenis ini lebih padat, jadi panasnya baik. Kalau kayu lain saya tidak berani pakai,” tambah pria 44 tahun ini.

Selain kayu, bahan yang juga khusus adalah kelapa mudanya. Chakim, mengaku tak pernah menggunakan kelapa muda selain kelapa muda dari Blitar. ”Karena kelapa dari sana itu keset, ketika diparut tidak jemek hingga rasanya nanti juga beda,” imbuhnya.

Hingga kini, usaha yang diteruskannya ini terus berkembang. Selain rutin mengirim ke Surabaya, Kertosono, Kediri, Trenggalek untuk Jatim. Chakim juga menyebut jenangnya ini sudah sempat beredar hingga ke Bali bahkan Lombok. ”Untuk harganya mulai Rp 15 ribu hingga puluhan ribu ada, tergantung yang kemasan atau yang kiloan,” pungkasnya.

- Advertisement -

JOMBANG kaya akan produk kuliner. Salah satu kuliner khas Jombang yang banyak diburu, yakni jenang kelapa muda asli Jombang. Rasanya yang empuk dan manis menjadikan makanan ini cocok untuk menu camilan bersantai dengan keluarga atau pun dibuat oleh-oleh.

Adalah Nur Chakim, warga Dusun Denanyar Utara, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang yang berhasil mengembangkan usaha kuliner rumahan ini.

Di kediamannya yang sekaligus digunakan tempat pengolahan jenang kelapa muda, setiap harinya sejumlah pekerja sibuk memproduksi jenang. Sebagian terlihat sibuk memotongi jenang dengan ukuran tertentu, sebagian yang lain ada yang bertugas mengemasi jenang.

Kegiatan seperti ini disebutnya sudah jadi bagian rutin di rumahnya sejak tahun 1987. Ya, Chakim adalah generasi kedua penerus usaha ini. Awalnya, usaha ini dijalankan ayah dan ibunya sejak tahun 1987. ”Awalnya dulu modal usaha dari gaji PNS bapak, kemudian terus berkembang. Saya sendiri baru meneruskan tahun 2007 lalu,” kenangnya.

Menurutnya, proses pembuatan jenang kelapa muda tidaklah terlalu rumit, sebab sudah terbantu dengan alat. Hanya saja membutuhkan proses cukup lama. Mengandalkan tiga buah tungku dan kuali yang sudah disiapkan, dibantu sejumlah karyawannya, Chakim memproduksi hingga jenang.

Baca Juga :  Perumda Aneka Usaha Seger Jombang Butuh Perbaikan Alat

Setiap harinya dia membutuhkan kelapa muda dalam jumlah besar. Bahan baku kelapa muda dipotong dalam sejumlah bagian setelah sebelumnya dibersihkan terlebih dahulu. Tujuannya mempermudah proses penggilingan.

- Advertisement -

Dengan bahan campuran tepung ketan dan tepung terigu, kelapa muda yang sudah digiling tadi selanjutnya dicampur jadi satu dan dihaluskan. ”Di waktu yang sama, gula jawa dan gula pasir dicampur di kuali dan dipanaskan. Jika sudah mendidih, semua bahan tadi baru dicampur,” tambahnya.

Setelah siap, semua adonan ini dimasukkan kedalam mesin pengaduk jenang, yang di bawahnya dipanasi dengan kompor. Proses pengadukan jenang memakan waktu antara 7-8 jam. ”Kalau pakai tenaga manusia bisa 9 jam lebih, dan tidak boleh berhenti mengaduk, makanya pengadukan ini kita pakai alat,” lanjutnya.

Setelah masak, barulah jenang diangkat selanjutnya didiamkan dalam tong aluminium selama semalam hingga benar-benar dingin. Setelahnya jenang siap dilakukan pengemasan. ”Harus sampai dingin, biar awet, makanya walaupun tanpa pengawet, jenang buatan saya bisa bertahan sampai empat bulan,” tambah Chakim.

Baca Juga :  Dampak Tunggakan Klaim BPJS Dirasakan Sejumlah RS Swasta di Jombang

Ya, jenang buatannya ini memang sudah dikenal memiliki rasa yang khas, dengan tekstur kesat. Rahasianya, disebutnya berasal dari konsistensi bahan dan cara pemasakan. Chakim menyebut tak sembarang kayu bisa digunakan untuk membakar tungkunya. Hanya jenis kayu jati, kayu sono atau kayu petai cina (lamtoro,jawa) yang dia digunakan. ”Kayu jenis ini lebih padat, jadi panasnya baik. Kalau kayu lain saya tidak berani pakai,” tambah pria 44 tahun ini.

Selain kayu, bahan yang juga khusus adalah kelapa mudanya. Chakim, mengaku tak pernah menggunakan kelapa muda selain kelapa muda dari Blitar. ”Karena kelapa dari sana itu keset, ketika diparut tidak jemek hingga rasanya nanti juga beda,” imbuhnya.

Hingga kini, usaha yang diteruskannya ini terus berkembang. Selain rutin mengirim ke Surabaya, Kertosono, Kediri, Trenggalek untuk Jatim. Chakim juga menyebut jenangnya ini sudah sempat beredar hingga ke Bali bahkan Lombok. ”Untuk harganya mulai Rp 15 ribu hingga puluhan ribu ada, tergantung yang kemasan atau yang kiloan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/