alexametrics
33.9 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Kesan Para Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang (24); KH Isrofil Amar

KH Isrofil Amar Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jombang bisa disebut pembaca setia koran Jawa Pos terlama di Jombang. Sejak masih muda, saat aktif di Universitas Darul Ulum (Undar), ia sudah gemar membaca Jawa Pos.

JOMBANG – Setiap hari di meja makan, selain tersedia secangkir kopi, terdapat juga satu eksemplar koran Jawa Pos. Paket lengkap sebelum beraktivitas. Ya, sudah 65 tahun ini KH Isrofil Amar membaca Jawa Pos. Kali pertama membaca, ia menjadi pimpinan Fakultas Sosial Politik Undar 1968 silam.

”Saya sejak muda sudah gemar membaca koran terutama Jawa Pos,” ujar dia ditemui di rumahnya Jl Patimura Jombang kemarin (19/6). Dua tahun setelah itu, saat ia ditunjuk menjadi Pembantu Dekan 1 Undar, kehadiran Jawa Pos dinilai sangat membantu. Sebab, tak hanya menyuguhkan pembaca berita daerah dan nasional. Jawa Pos bahkan menyajikan berita internasional dalam rubrik khusus.

Baca Juga :  Lima Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Mojokrapak

”Sekitar 1970 saya menjadi Pembantu Dekan 1 dan kebetulan tugas saya jurusan hubungan internasional. Jadi koran Jawa Pos selalu saya baca untuk mendapatkan informasi,” tambahnya.

Mantan Ketua Tanfidziyah NU Jombang (2007-2017) ini menilai, Jawa Pos menyajikan berita yang lengkap. Tak hanya cakupan beritanya luas, namun cukup merata hingga Jawa Pos cocok jadi pilihan utama pembaca. ”Didalamnya ada berita tentang pendidikan, agama, politik maupun bidang ilmu sosial dan budaya. Pokoknya Jawa Pos lengkap,” puji dia.

Bagi Isrofil, Jawa Pos sebagai asupan tambahan selain makanan. Jika tidak membaca Jawa Pos sehari, maka serasa  ada sesuatu yang ketinggalan.  Ditanya tentang penggunaan kalimat dalam bahasa, koran Jawa Pos dianggapnya cukup komunikatif. Bahasanya simpel dan tidak bertele-tele membuat ia suka membaca koran Jawa Pos. ”Dari segi kebahasaan juga komunikatif, mudah dipahami dan tidak berat dibaca,” tandasnya.

Baca Juga :  Gagal Tempati Dojo dan GOR Merdeka

Di HUT Jawa Pos Radar Jombang ke-6 ini, ia berharap Jawa Pos khususnya Jawa Pos Radar Jombang lebih memperbanyak sajian berita tentang pendidikan. ”Khususnya opini seperti di halaman utama, sehingga opini pakar, praktisi maupun akademisi bisa tercover di Jawa Pos,” pungkas dia. (bersambung)

- Advertisement -

KH Isrofil Amar Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jombang bisa disebut pembaca setia koran Jawa Pos terlama di Jombang. Sejak masih muda, saat aktif di Universitas Darul Ulum (Undar), ia sudah gemar membaca Jawa Pos.

JOMBANG – Setiap hari di meja makan, selain tersedia secangkir kopi, terdapat juga satu eksemplar koran Jawa Pos. Paket lengkap sebelum beraktivitas. Ya, sudah 65 tahun ini KH Isrofil Amar membaca Jawa Pos. Kali pertama membaca, ia menjadi pimpinan Fakultas Sosial Politik Undar 1968 silam.

”Saya sejak muda sudah gemar membaca koran terutama Jawa Pos,” ujar dia ditemui di rumahnya Jl Patimura Jombang kemarin (19/6). Dua tahun setelah itu, saat ia ditunjuk menjadi Pembantu Dekan 1 Undar, kehadiran Jawa Pos dinilai sangat membantu. Sebab, tak hanya menyuguhkan pembaca berita daerah dan nasional. Jawa Pos bahkan menyajikan berita internasional dalam rubrik khusus.

Baca Juga :  Gagal Tempati Dojo dan GOR Merdeka

”Sekitar 1970 saya menjadi Pembantu Dekan 1 dan kebetulan tugas saya jurusan hubungan internasional. Jadi koran Jawa Pos selalu saya baca untuk mendapatkan informasi,” tambahnya.

Mantan Ketua Tanfidziyah NU Jombang (2007-2017) ini menilai, Jawa Pos menyajikan berita yang lengkap. Tak hanya cakupan beritanya luas, namun cukup merata hingga Jawa Pos cocok jadi pilihan utama pembaca. ”Didalamnya ada berita tentang pendidikan, agama, politik maupun bidang ilmu sosial dan budaya. Pokoknya Jawa Pos lengkap,” puji dia.

Bagi Isrofil, Jawa Pos sebagai asupan tambahan selain makanan. Jika tidak membaca Jawa Pos sehari, maka serasa  ada sesuatu yang ketinggalan.  Ditanya tentang penggunaan kalimat dalam bahasa, koran Jawa Pos dianggapnya cukup komunikatif. Bahasanya simpel dan tidak bertele-tele membuat ia suka membaca koran Jawa Pos. ”Dari segi kebahasaan juga komunikatif, mudah dipahami dan tidak berat dibaca,” tandasnya.

Baca Juga :  Warga Minta Pemkab Jombang Tindak Tegas Pabrik
- Advertisement -

Di HUT Jawa Pos Radar Jombang ke-6 ini, ia berharap Jawa Pos khususnya Jawa Pos Radar Jombang lebih memperbanyak sajian berita tentang pendidikan. ”Khususnya opini seperti di halaman utama, sehingga opini pakar, praktisi maupun akademisi bisa tercover di Jawa Pos,” pungkas dia. (bersambung)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/