alexametrics
23.2 C
Jombang
Friday, June 24, 2022

Perpanjangan PPKM Darurat di Jombang Ditentukan Hari Ini

JOMBANG – Pemkab Jombang menyebut belum bisa memutuskan perihal apakah penerapan PPKM darurat diperpanjang atau tidak. Keputusan final baru akan diberitahukan hari ini (20/7).

“Untuk PPKM darurat kita belum (memutuskan, Red), masih menunggu instruksi lebih lanjut,” terang Akhmad Jazuli Sekda Jombang, kepada koran ini kemarin. Menurutnya, evaluasi memang masih terus dilakukan terhadap penerapan PPKM darurat yang tengah berjalan.

Jikapun dilanjutkan, kemungkinan besar penyebutannya akan berganti istilah. “Ini masih menunggu. Besok (hari ini, Red) mungkin akan diputuskan, kan hari terakhir. Kita menunggu instruksi dari pusat,” lontarnya.

Kabupaten Jombang sendiri, telah melaksanakan PPKM darurat untuk Jawa-Bali yang dimulai sejak 3 hingga 20 Juli. Dalam penerapan itu, seluruh kegiatan masyarakat yang bersifat non esensial maupun kritikal sangat dibatasi. Di Jombang, jam malam juga diberlakukan dan sejumlah jalan menuju kota ditutup untuk menekan mobilitas.

Baca Juga :  Terkait Penyederhanaan Birokrasi, Tunggu Pencermatan Pemprov

Kendati demikian, saat disinggung terkait evaluasi singkat efektivitas pelaksanaan PPKM darurat sejak 3 hingga 20 Juli 2021, Jazuli hanya menjawab singkat. “Yang jelas perkembangannya fluktuatif terhadap perkembangan kasus positif, kadang besar, kadang turun,” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan di laman http://covid19.jombangkab.go.id/ milik Satgas Penanganan Covid-19 Jombang, hingga Senin kemarin (19/7), terdapat tambahan 185 pasien baru. Selain itu, tercatat 29 pasien yang meninggal dunia, serta 90 pasien lain dinyatakan sembuh. Seluruh kecamatan di Jombang juga masih menjadi zona merah akibat pertumbuhan kasus baru yang terus bermunculan.

- Advertisement -

JOMBANG – Pemkab Jombang menyebut belum bisa memutuskan perihal apakah penerapan PPKM darurat diperpanjang atau tidak. Keputusan final baru akan diberitahukan hari ini (20/7).

“Untuk PPKM darurat kita belum (memutuskan, Red), masih menunggu instruksi lebih lanjut,” terang Akhmad Jazuli Sekda Jombang, kepada koran ini kemarin. Menurutnya, evaluasi memang masih terus dilakukan terhadap penerapan PPKM darurat yang tengah berjalan.

Jikapun dilanjutkan, kemungkinan besar penyebutannya akan berganti istilah. “Ini masih menunggu. Besok (hari ini, Red) mungkin akan diputuskan, kan hari terakhir. Kita menunggu instruksi dari pusat,” lontarnya.

Kabupaten Jombang sendiri, telah melaksanakan PPKM darurat untuk Jawa-Bali yang dimulai sejak 3 hingga 20 Juli. Dalam penerapan itu, seluruh kegiatan masyarakat yang bersifat non esensial maupun kritikal sangat dibatasi. Di Jombang, jam malam juga diberlakukan dan sejumlah jalan menuju kota ditutup untuk menekan mobilitas.

Baca Juga :  MTsN 1 Jombang Buka Layanan Konseling 24 Jam

Kendati demikian, saat disinggung terkait evaluasi singkat efektivitas pelaksanaan PPKM darurat sejak 3 hingga 20 Juli 2021, Jazuli hanya menjawab singkat. “Yang jelas perkembangannya fluktuatif terhadap perkembangan kasus positif, kadang besar, kadang turun,” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan di laman http://covid19.jombangkab.go.id/ milik Satgas Penanganan Covid-19 Jombang, hingga Senin kemarin (19/7), terdapat tambahan 185 pasien baru. Selain itu, tercatat 29 pasien yang meninggal dunia, serta 90 pasien lain dinyatakan sembuh. Seluruh kecamatan di Jombang juga masih menjadi zona merah akibat pertumbuhan kasus baru yang terus bermunculan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/