alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Perawatan Pasien Covid-19 di RSUD Jombang Campur Jadi Satu

JOMBANG – Enam pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan di RSUD Jombang dirawat di dua ruang berbeda. Satu ruangan khusus pasien laki-laki, dan satu ruangan khusus pasien perempuan. 

“Kondisinya sehat semua, kita jadikan satu. Hanya kita bedakan laki-laki dan perempuan. Dalam ruangan kita beri sekat saja,” ungkap Pudji Umbaran, Direktur RSUD Jombang. 

Dicampurnya semua pasien tanpa isolasi mandiri dalam ruangan dikarenakan semua pasien dalam keadaan sehat. Sehingga tidak mengkhawatirkan apabila orang tanpa gejala (OTG) dijadikan satu dengan pasien dalam perawatan (PDP). 

Termasuk pasien dari Bandarkedungmulyo dan Ploso yang beberapa waktu lalu sempat berstatus PDP, karena keluhan kesehatannya cukup serius. Kondisinya kini membaik, namun harus tetap berada di rumah sakit sampai hasil uji swab kedua dinyatakan negatif Covid-19.

Baca Juga :  39 Tahun berdiri, Pertahankan Resep Asli

’’Yang pernah jadi PDP sekarang keadaannya juga sehat, bahkan keluarga pasien yang dari Ploso kemarin sudah pulang, hanya pasiennya yang masih di rumah sakit,” tambahnya.

Sampai saat ini Pudji mengungkapkan jumlah ruang yang ada di RSUD Jombang masih mencukupi. Keenam pasien ditampung dalam ruang isolasi. ’’Kita sudah menyiapkan ruang tambahan, namun masih belum membutuhkan, semoga saja tidak akan pernah kita gunakan,” tambah Pudji. 

Pudji lagi-lagi tak bisa memastikan kapan hasil uji swab semua pasien Covid-19 keluar. Pasalnya, banyak uji swab yang hasilnya keluar jauh dengan yang ditargetkan. “Saya sudah nagih berkali-kali ke provinsi, tapi belum juga ada hasil, jadi kita hanya bisa menunggu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Asmuni, Pelawak Orisinil Asal Jombang yang Berkesenian Seumur Hidup
- Advertisement -

JOMBANG – Enam pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan di RSUD Jombang dirawat di dua ruang berbeda. Satu ruangan khusus pasien laki-laki, dan satu ruangan khusus pasien perempuan. 

“Kondisinya sehat semua, kita jadikan satu. Hanya kita bedakan laki-laki dan perempuan. Dalam ruangan kita beri sekat saja,” ungkap Pudji Umbaran, Direktur RSUD Jombang. 

Dicampurnya semua pasien tanpa isolasi mandiri dalam ruangan dikarenakan semua pasien dalam keadaan sehat. Sehingga tidak mengkhawatirkan apabila orang tanpa gejala (OTG) dijadikan satu dengan pasien dalam perawatan (PDP). 

Termasuk pasien dari Bandarkedungmulyo dan Ploso yang beberapa waktu lalu sempat berstatus PDP, karena keluhan kesehatannya cukup serius. Kondisinya kini membaik, namun harus tetap berada di rumah sakit sampai hasil uji swab kedua dinyatakan negatif Covid-19.

Baca Juga :  Tembus 814 Kasus Kumulatif, Covid-19 di Jombang Terus Melonjak

’’Yang pernah jadi PDP sekarang keadaannya juga sehat, bahkan keluarga pasien yang dari Ploso kemarin sudah pulang, hanya pasiennya yang masih di rumah sakit,” tambahnya.

Sampai saat ini Pudji mengungkapkan jumlah ruang yang ada di RSUD Jombang masih mencukupi. Keenam pasien ditampung dalam ruang isolasi. ’’Kita sudah menyiapkan ruang tambahan, namun masih belum membutuhkan, semoga saja tidak akan pernah kita gunakan,” tambah Pudji. 

- Advertisement -

Pudji lagi-lagi tak bisa memastikan kapan hasil uji swab semua pasien Covid-19 keluar. Pasalnya, banyak uji swab yang hasilnya keluar jauh dengan yang ditargetkan. “Saya sudah nagih berkali-kali ke provinsi, tapi belum juga ada hasil, jadi kita hanya bisa menunggu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Wisuda Mahasiswa Molor, Pihak Undar Jombang Sebut karena Faktor Teknis

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/