alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Sering Celaka, Jalan Berlubang Diberi Drum

JOMBANG – Kerusakan jalan di Jombang sering membuat pengendara celaka. Tak heran, kalau kemudian warga ramai-ramai memasang tanda bahaya. Terlebih, setelah ada korban kecelakaan yang meninggal dunia.

Di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang misalnya, lubang jalan sedalam 30 sentimeter dikeluhkan warga karena sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas. Sehingga  warga sekitar menutup dengan tong berukuran besar.

“Itu sudah lama rusak. Sempat diperbaiki tapi rusak kembali,” ujar Sami’in warga sekitar. Lantaran perbaikan yang tidak maksimal, mengakibatkan kondisi jalan rusak kembali. ”Setelah itu tidak ada perbaikan sama sekali. Sampai sekarang dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.

Dia menyebut, ada beberapa pengendara motor yang terjatuh. Terlebih saat malam hari karena minim penerangan jalan. ”Kan tidak ada lampu jalan. Jadi lubang tidak terlihat,” beber dia. Sejumlah warga kemudian inisiatif untuk menutup lubang jalan dengan tong besar agar tidak membahayakan pengendara.

Baca Juga :  Berkutat Pada Revisi

”Hanya saja, saat ditutup tong, malah ditabrak dua kali,” katanya. Karena itulah dirinya berharap segera ada perbaikan jalan secara permanen. ”Kalau dibiarkan saja pasti bertambah rusak, jadi ya harusnya segera diperbaiki,” tegasnya.

Langkah sama juga terlihat di Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno. Jalan berlubang yang sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, terpaksa dipasang tanda peringatan. Lubang jalan di titik tersebut cukup lebar dan sangat dalam. Sehingga warga berinisiatif memasang tanda peringatan yang terbuat dari kayu.

“Sudah beberapa kali jalan ini mengakibatkan kecelakaan,” ujar Slamet warga sekitar. Diakuinya, kemarin malam saja sudah ada dua sepeda motor yang terjatuh karena lubang jalan. Sebelumnya, laka serupa juga pernah terjadi sampai korban terseret cukup jauh. Untungnya, hanya luka-luka ringan.

Baca Juga :  Menikmati Olahan Makanan dan Minuman Khas Bunga Telang di Jombang

Lantaran sering terjadi kecelakaan itulah dia bersama warga lainnya memberi tanda jalan yang terbuat dari kayu. Sehingga, pengguna jalan mengetahui kalau ada jalan rusak. “Kalau tergenang air, lubang jalan tak terlihat. Sehingga membahayakan,” bebernya. Perbaikan sudah pernah dilakukan. Namun jalan kembali rusak setelah diguyur hujan deras. “Kayaknya hanya tambal sulam sehingga tidak bisa bertahan lama,” bebernya.

Menurut Sugianto warga lainnya, keberadaan jalan rusak di wilayahnya cukup beredar luas. “Ya sepanjang jalan ini rusak,” katanya. Padahal, jalan ini cukup ramai sebagai jalur alternatif menuju Mojoagung-Surabaya. Atau sebaliknya menuju Mojokerto, Madiun dan Surabaya. “Banyak yang melintas jadi berbahaya kalau tidak segera diperbaiki. Jangan sampai ada korban lagi,” pungkas dia.

- Advertisement -

JOMBANG – Kerusakan jalan di Jombang sering membuat pengendara celaka. Tak heran, kalau kemudian warga ramai-ramai memasang tanda bahaya. Terlebih, setelah ada korban kecelakaan yang meninggal dunia.

Di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang misalnya, lubang jalan sedalam 30 sentimeter dikeluhkan warga karena sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas. Sehingga  warga sekitar menutup dengan tong berukuran besar.

“Itu sudah lama rusak. Sempat diperbaiki tapi rusak kembali,” ujar Sami’in warga sekitar. Lantaran perbaikan yang tidak maksimal, mengakibatkan kondisi jalan rusak kembali. ”Setelah itu tidak ada perbaikan sama sekali. Sampai sekarang dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.

Dia menyebut, ada beberapa pengendara motor yang terjatuh. Terlebih saat malam hari karena minim penerangan jalan. ”Kan tidak ada lampu jalan. Jadi lubang tidak terlihat,” beber dia. Sejumlah warga kemudian inisiatif untuk menutup lubang jalan dengan tong besar agar tidak membahayakan pengendara.

Baca Juga :  Lomba Melatih Siswa RA Terampil

”Hanya saja, saat ditutup tong, malah ditabrak dua kali,” katanya. Karena itulah dirinya berharap segera ada perbaikan jalan secara permanen. ”Kalau dibiarkan saja pasti bertambah rusak, jadi ya harusnya segera diperbaiki,” tegasnya.

Langkah sama juga terlihat di Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno. Jalan berlubang yang sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, terpaksa dipasang tanda peringatan. Lubang jalan di titik tersebut cukup lebar dan sangat dalam. Sehingga warga berinisiatif memasang tanda peringatan yang terbuat dari kayu.

- Advertisement -

“Sudah beberapa kali jalan ini mengakibatkan kecelakaan,” ujar Slamet warga sekitar. Diakuinya, kemarin malam saja sudah ada dua sepeda motor yang terjatuh karena lubang jalan. Sebelumnya, laka serupa juga pernah terjadi sampai korban terseret cukup jauh. Untungnya, hanya luka-luka ringan.

Baca Juga :  Ada Promosi Jabatan Besar-besaran, Pelantikan Wewenang PPK

Lantaran sering terjadi kecelakaan itulah dia bersama warga lainnya memberi tanda jalan yang terbuat dari kayu. Sehingga, pengguna jalan mengetahui kalau ada jalan rusak. “Kalau tergenang air, lubang jalan tak terlihat. Sehingga membahayakan,” bebernya. Perbaikan sudah pernah dilakukan. Namun jalan kembali rusak setelah diguyur hujan deras. “Kayaknya hanya tambal sulam sehingga tidak bisa bertahan lama,” bebernya.

Menurut Sugianto warga lainnya, keberadaan jalan rusak di wilayahnya cukup beredar luas. “Ya sepanjang jalan ini rusak,” katanya. Padahal, jalan ini cukup ramai sebagai jalur alternatif menuju Mojoagung-Surabaya. Atau sebaliknya menuju Mojokerto, Madiun dan Surabaya. “Banyak yang melintas jadi berbahaya kalau tidak segera diperbaiki. Jangan sampai ada korban lagi,” pungkas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/