alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Siti Rahayu: Wanita Harus Berpendidikan

SEBAGAI wanita, pendidikan menjadi hal penting yang tidak boleh disepelekan. Itulah salah satu prinsip hidup yang dipegang Siti Rahayu. Saat ini, guru biologi di SMAN Mojoagung ini tengah menempuh pendidikan S3 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya fakultas sains.

”Kebetulan saya juga aktif di MGMP, jadi banyak teman, banyak komunitas berbagi ilmu sampai termotivasi untuk kuliah S3,” kata Rahayu kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Menurutnya, sukses karirnya di dunia pendidikan tak bisa dilepaskan dari dukungan dari sekolah. Dia mengaku selama ini mendapat support yang luar biasa dari pimpinan. ”Kepala sekolah juga sangat merespons baik dan memberikan semangat untuk terus kuliah,” katanya.

Perempuan yang juga koordinator perpustakaan SMAN Mojoagung mengatakan, kuliah S3 menurutnya sedikit lebih santai. Kegiatannya hanya penelitian yang bisa dikerjakan di rumah. Sehingga tanggung jawabnya sebagai seorang guru tidak terbengkalai.

Baca Juga :  Banjir Rendam 85 Hektare Tanaman Petani di Peterongan

Konsekuensi lainnya, yaitu ia belajar lebih keras di antara kegiatannya mengajar. Kadang untuk menyelesaikan tugasnya, ia harus begadang hingga tengah malam.

Ia mengaku bersyukur berada di lembaga yang mendukung penuh pendidikan. Guru berprestasi tingkat provinsi 2018 ini juga mendapatkan beasiswa S2 RSBI (Rintisan Sekolah Berbasis Internasional) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) jurusan pendidikan sains. ”Saat itu SMAN Mojoagung menjadi RSBI, dan saya salah satu guru yang mendapatkan beasiswa untuk meningkatkan kompetensi,” jelasnya.

Bahkan ia juga mendapatkan kesempatan untuk merasakan belajar di Thailand selama dua bulan dengan tiga mata kuliah. ”Saat itu saya dalam kondisi hamil anak terakhir,” ungkap ibu empat putri ini.

Namun semuanya ia lakukan dengan enjoy. Dukungan dari keluarga juga membuatnya bisa menyelesaikan semua tugas kuliah, tugas mengajar dan tugas menjadi ibu serta istri dengan baik. ”Saat saya ke Thailand, suami saya menjadi setengah ibu dengan merawat anak-anak. Ya semua saya lakukan dengan dukungan penuh dari suami,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Jombang Dapat Apresiasi dari Kepala Kantor Bea Cukai Kediri

Kepada keempat anaknya, perhatian tetap ia berikan. Kepada si sulung yang kini kuliah di Universitas Brawijaya, ia selalu berkabar lewat telepon. Dan dengan ketiga anak lainnya, ia memberikan perhatian yang sama. ”Kepada anak-anak saya latih untuk mandiri. Sehingga sudah biasa melakukan apa-apa sendiri,” ujar alumnus IKIP atau yang sekarang adalah UNY Yogyakarya jurusan pendidikan biologi itu.

Rahayu juga merupakan seorang penulis buku. Sudah ada tiga buku karyanya yang terbit, yaitu buku pembahasan OSN (olimpiade sains nasional), buku AKM (asesmen kompetensi minimum) dan kumpulan best practices. Saat ini ia juga sedang melakukan penelitian ganoderma, atau jamur kayu yang bisa dijadikan sebagai obat kanker.

- Advertisement -

SEBAGAI wanita, pendidikan menjadi hal penting yang tidak boleh disepelekan. Itulah salah satu prinsip hidup yang dipegang Siti Rahayu. Saat ini, guru biologi di SMAN Mojoagung ini tengah menempuh pendidikan S3 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya fakultas sains.

”Kebetulan saya juga aktif di MGMP, jadi banyak teman, banyak komunitas berbagi ilmu sampai termotivasi untuk kuliah S3,” kata Rahayu kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Menurutnya, sukses karirnya di dunia pendidikan tak bisa dilepaskan dari dukungan dari sekolah. Dia mengaku selama ini mendapat support yang luar biasa dari pimpinan. ”Kepala sekolah juga sangat merespons baik dan memberikan semangat untuk terus kuliah,” katanya.

Perempuan yang juga koordinator perpustakaan SMAN Mojoagung mengatakan, kuliah S3 menurutnya sedikit lebih santai. Kegiatannya hanya penelitian yang bisa dikerjakan di rumah. Sehingga tanggung jawabnya sebagai seorang guru tidak terbengkalai.

Baca Juga :  Jabatan Kasi - Kasubag Resmi Dihapus

Konsekuensi lainnya, yaitu ia belajar lebih keras di antara kegiatannya mengajar. Kadang untuk menyelesaikan tugasnya, ia harus begadang hingga tengah malam.

Ia mengaku bersyukur berada di lembaga yang mendukung penuh pendidikan. Guru berprestasi tingkat provinsi 2018 ini juga mendapatkan beasiswa S2 RSBI (Rintisan Sekolah Berbasis Internasional) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) jurusan pendidikan sains. ”Saat itu SMAN Mojoagung menjadi RSBI, dan saya salah satu guru yang mendapatkan beasiswa untuk meningkatkan kompetensi,” jelasnya.

- Advertisement -

Bahkan ia juga mendapatkan kesempatan untuk merasakan belajar di Thailand selama dua bulan dengan tiga mata kuliah. ”Saat itu saya dalam kondisi hamil anak terakhir,” ungkap ibu empat putri ini.

Namun semuanya ia lakukan dengan enjoy. Dukungan dari keluarga juga membuatnya bisa menyelesaikan semua tugas kuliah, tugas mengajar dan tugas menjadi ibu serta istri dengan baik. ”Saat saya ke Thailand, suami saya menjadi setengah ibu dengan merawat anak-anak. Ya semua saya lakukan dengan dukungan penuh dari suami,” katanya.

Baca Juga :  Aneka Karya Anak Jombang: Rupa-Rupa Diorama dari Stik Es Krim

Kepada keempat anaknya, perhatian tetap ia berikan. Kepada si sulung yang kini kuliah di Universitas Brawijaya, ia selalu berkabar lewat telepon. Dan dengan ketiga anak lainnya, ia memberikan perhatian yang sama. ”Kepada anak-anak saya latih untuk mandiri. Sehingga sudah biasa melakukan apa-apa sendiri,” ujar alumnus IKIP atau yang sekarang adalah UNY Yogyakarya jurusan pendidikan biologi itu.

Rahayu juga merupakan seorang penulis buku. Sudah ada tiga buku karyanya yang terbit, yaitu buku pembahasan OSN (olimpiade sains nasional), buku AKM (asesmen kompetensi minimum) dan kumpulan best practices. Saat ini ia juga sedang melakukan penelitian ganoderma, atau jamur kayu yang bisa dijadikan sebagai obat kanker.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/