alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Dewan Dukung Langkah Polisi Selidiki Kasus Pemberian Obat Kadaluwarsa

JOMBANG – Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi mendukung penuh langkah kepolisian untuk melakukan penyelidikan terkait dengan pemberian obat kedaluwarsa kepada bayi berusia dua tahun di Puskesmas Bandarkedungmulyo. Ia berharap, kasus ini segera diusut sampai tuntas.

”Kasus ini sudah dilakukan penyelidikan, Kalau seperti ini nanti bisa jelas kenapa bisa sampai terjadi pemberian obat kedaluwarsa,” ujarnya kemarin.

Menurut politisi senior ini, langkah yang dilakukan kepolisian baik dan memang perlu. Sehingga bisa diketahui apakah benar perawat itu memang sengaja memberikan obat kedaluwarsa atau karena ada pertimbangan lain. Dengan pemeriksaan itu ke depan, bisa menjadi efek jera dan pembelajaran untuk siapa saja, terutama tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Jelang Akhir Perpanjangan PPDB, SDN di Pedalaman Jombang Nol Pendaftar

”Sehingga pegawai kesehatan maupun puskesmas bisa memperbaiki pelayanannya,” bebernya. Dengan kejadian seperti itu diharapkan tidak terulang kembali di kemudian hari. Lebih penting lagi, pelayanan kesehatan bisa lebih ditingkatkan secara humanis.

Ia sendiri sudah memerintahkan Komisi D DPRD Jombang untuk melakukan pemanggilan ke Dinas Kesehatan dan pihak terkait. ”Ketua komisi yang akan menjadwalkan,” pungkas Mas’ud.

Sementara itu, Kasatreskrim Jombang AKP Giadi Nugraha ketika dikonfirmasi perkembangan kasus ini, mengaku masih terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Namun, masih tiga orang saksi yang sudah diperiksa. “Saat ini kita sedang menjadwalkan pemeriksaan kepada perawat yang memberikan obat,” singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keluhan warga terkait kesehatan anaknya yang memburuk usai meminum obat kedaluwarsa di Puskesmas Bandarkedungmulyo berbuntut panjang. Diam-diam polisi bergerak melakukan penyelidikan.

Baca Juga :  Rudi Hidayatulloh, Penjinak Ular yang Sering Dimintai Tolong Warga

Tim dari Unit Tipiter sudah turun untuk melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan. Hingga kemarin, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi. ”Ada dari unsur puskesmas dan saksi,” lanjutnya. (yan/bin/riz)

- Advertisement -

JOMBANG – Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi mendukung penuh langkah kepolisian untuk melakukan penyelidikan terkait dengan pemberian obat kedaluwarsa kepada bayi berusia dua tahun di Puskesmas Bandarkedungmulyo. Ia berharap, kasus ini segera diusut sampai tuntas.

”Kasus ini sudah dilakukan penyelidikan, Kalau seperti ini nanti bisa jelas kenapa bisa sampai terjadi pemberian obat kedaluwarsa,” ujarnya kemarin.

Menurut politisi senior ini, langkah yang dilakukan kepolisian baik dan memang perlu. Sehingga bisa diketahui apakah benar perawat itu memang sengaja memberikan obat kedaluwarsa atau karena ada pertimbangan lain. Dengan pemeriksaan itu ke depan, bisa menjadi efek jera dan pembelajaran untuk siapa saja, terutama tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Jawab PU Fraksi, Bupati: Pelaksanaan APBD 2021 Sudah Baik, Raih Opini WTP

”Sehingga pegawai kesehatan maupun puskesmas bisa memperbaiki pelayanannya,” bebernya. Dengan kejadian seperti itu diharapkan tidak terulang kembali di kemudian hari. Lebih penting lagi, pelayanan kesehatan bisa lebih ditingkatkan secara humanis.

Ia sendiri sudah memerintahkan Komisi D DPRD Jombang untuk melakukan pemanggilan ke Dinas Kesehatan dan pihak terkait. ”Ketua komisi yang akan menjadwalkan,” pungkas Mas’ud.

Sementara itu, Kasatreskrim Jombang AKP Giadi Nugraha ketika dikonfirmasi perkembangan kasus ini, mengaku masih terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Namun, masih tiga orang saksi yang sudah diperiksa. “Saat ini kita sedang menjadwalkan pemeriksaan kepada perawat yang memberikan obat,” singkatnya.

- Advertisement -

Seperti diberitakan sebelumnya, keluhan warga terkait kesehatan anaknya yang memburuk usai meminum obat kedaluwarsa di Puskesmas Bandarkedungmulyo berbuntut panjang. Diam-diam polisi bergerak melakukan penyelidikan.

Baca Juga :  Perbaikan Tanggul Kritis Tunggu Langkah Pemerintah Pusat

Tim dari Unit Tipiter sudah turun untuk melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan. Hingga kemarin, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi. ”Ada dari unsur puskesmas dan saksi,” lanjutnya. (yan/bin/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/