alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Harus Berburu Kayu Sendiri

UNTUK membuat kerajinan kayu potong yang baik, Anton mengaku tak bisa sembarangan memilih bahan kayu. Ia bahkan seringkali harus mencari sendiri bahan kayu untuk kerajinannya.

’’Saya biasanya beli langsung satu pohon, nanti dipotong sendiri, jadi tidak kayu setoran,” ucap bapak dua anak ini.

Untuk mencari bahan, ia seringkali harus jalan-jalan dan berburu ke sejumlah dataran tinggi. Untuk Jombang, ia biasa mengunjungi sejumlah tegal di kawasan Desa Banjardowo. Ia memilih sendiri kriteria pohon yang akan dibeli. ’’Karena kulitnya harus bagus, jadi ya harus selektif,” ungkapnya.

Satu pohon mahoni besar, bisa dia sulap menjadi ratusan hingga ribuan potong lempengan kayu. ’’Dari yang lebar sampai diameter kecil laku saja sebenarnya. Asalkan ukirannya bagus, dan potongannya rapi,” tambahnya.

Baca Juga :  Marak! SDN Jabon 1 Jombang Juga Diobok-obok Maling

Kekurangan bahan juga pernah ia rasakan. Saat pesanan datang, kayu yang jadi material utama kerajinan sedang susah dicari. ’’Atau ketemu, tapi harganya tak sesuai,’’ bebernya . Berdasar pengalaman itu, hingga kini ia mengaku tak pernah menunggu bahannya habis. ’’Sekarang saya nyetok terus biar produksi tidak terhambat,” pungkasnya.

- Advertisement -

UNTUK membuat kerajinan kayu potong yang baik, Anton mengaku tak bisa sembarangan memilih bahan kayu. Ia bahkan seringkali harus mencari sendiri bahan kayu untuk kerajinannya.

’’Saya biasanya beli langsung satu pohon, nanti dipotong sendiri, jadi tidak kayu setoran,” ucap bapak dua anak ini.

Untuk mencari bahan, ia seringkali harus jalan-jalan dan berburu ke sejumlah dataran tinggi. Untuk Jombang, ia biasa mengunjungi sejumlah tegal di kawasan Desa Banjardowo. Ia memilih sendiri kriteria pohon yang akan dibeli. ’’Karena kulitnya harus bagus, jadi ya harus selektif,” ungkapnya.

Satu pohon mahoni besar, bisa dia sulap menjadi ratusan hingga ribuan potong lempengan kayu. ’’Dari yang lebar sampai diameter kecil laku saja sebenarnya. Asalkan ukirannya bagus, dan potongannya rapi,” tambahnya.

Baca Juga :  Grand Opening RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung Sukses

Kekurangan bahan juga pernah ia rasakan. Saat pesanan datang, kayu yang jadi material utama kerajinan sedang susah dicari. ’’Atau ketemu, tapi harganya tak sesuai,’’ bebernya . Berdasar pengalaman itu, hingga kini ia mengaku tak pernah menunggu bahannya habis. ’’Sekarang saya nyetok terus biar produksi tidak terhambat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/