alexametrics
22.4 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Suasana Klenteng Hong San Kiong Gudo Jombang 1984

JOMBANG – Sebagai tempat ibadah yang sudah ratusan tahun, jejak klenteng Hong San Kiong di Gudo banyak berceceran. Salah satunya, tampilan sekitar 40 tahun lalu dan kondisi sekarang yang banyak mengalami perubahan bentuk.

Hal ini terlihat pada foto tahun 1984, yang diambil dari sebuah buku berjudul Riwayat Klenteng, Vihara, Lithang, TITD se-Jawa. Buku itu, tersimpan di salah satu perpustakaan di Surabaya. “Jadi saya temukan buku itu dan menemukan ada ulasan tentang Klenteng Gudo, beserta fotonya,” ucap Alfian Widi Santoso, penelusur sejarah Jombang.

Dalam foto itu, ia menunjukkan penampilan lawas bagian depan dan suasana Jl Raya depan Klenteng Gudo. Terlihat gerbang utama klenteng yang dijaga dua burung elang warna merah terang dan klenteng juga terlihat jelas. Yang unik, adalah tugu yang terlihat berdiri di depan klenteng. Tugu ini terlihat memecah bagian simpang tiga di depan klenteng. “Masih terlihat ada tugu, yang sekarang sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jelang PTM di Jombang, Tingkatkan Imunitas Anak dengan Susu

Hal ini dibenarkan Toni Harsono Ketua Pengurus Klenteng Hong San Kiong. Hasil foto itu memang suasana Klenteng Gudo puluhan tahun lalu. “Kalau kondisi sekarang sudah banyak perubahan,” ungkapnya.

Toni menjelaskan, tugu yang berada di depan klenteng memang sudah dibongkar sejak 1990-an. Menurutnya hal itu berkaitan dengan kondisi lalu lintas di jalur kabupaten yang memang ramai. “Kalau sekarang mungkin diganti lampu kuning di depan itu,” ungkapnya.

Sementara untuk bangunan klenteng yang tampak di foto itu, juga terlihat beberapa perubahan. Seperti bangunan di sisi kanan klenteng yang kini sudah tak ada lagi. Bangunan yang semula jadi toko itu kini telah dirobohkan sepenuhnya dan menjadi areal parkir. “Tapi pohon beringin terlihat masih utuh sampai hari ini, bangunan utamanya juga tidak berubah,” tambahnya.

Baca Juga :  Satu-Satunya Salon Mobil Sediakan Teknologi Glass Coating di Jombang

Perubahan, juga terjadi pada bangunan di sisi kiri klenteng. Sejak tahun 2004, pengurus klenteng mendirikan bangunan tambahan berupa kantor pengurus. Termasuk beberapa ruangan lain. “Mungkin di foto itu tidak terlihat karena lokasinya persis di belakang pohon beringin, itu bangunan baru 2004,” pungkas dia.

- Advertisement -

JOMBANG – Sebagai tempat ibadah yang sudah ratusan tahun, jejak klenteng Hong San Kiong di Gudo banyak berceceran. Salah satunya, tampilan sekitar 40 tahun lalu dan kondisi sekarang yang banyak mengalami perubahan bentuk.

Hal ini terlihat pada foto tahun 1984, yang diambil dari sebuah buku berjudul Riwayat Klenteng, Vihara, Lithang, TITD se-Jawa. Buku itu, tersimpan di salah satu perpustakaan di Surabaya. “Jadi saya temukan buku itu dan menemukan ada ulasan tentang Klenteng Gudo, beserta fotonya,” ucap Alfian Widi Santoso, penelusur sejarah Jombang.

Dalam foto itu, ia menunjukkan penampilan lawas bagian depan dan suasana Jl Raya depan Klenteng Gudo. Terlihat gerbang utama klenteng yang dijaga dua burung elang warna merah terang dan klenteng juga terlihat jelas. Yang unik, adalah tugu yang terlihat berdiri di depan klenteng. Tugu ini terlihat memecah bagian simpang tiga di depan klenteng. “Masih terlihat ada tugu, yang sekarang sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tujuh Pegawai Terpapar Covid-19, Satu Apotek di Jombang Stop Pelayanan

Hal ini dibenarkan Toni Harsono Ketua Pengurus Klenteng Hong San Kiong. Hasil foto itu memang suasana Klenteng Gudo puluhan tahun lalu. “Kalau kondisi sekarang sudah banyak perubahan,” ungkapnya.

Toni menjelaskan, tugu yang berada di depan klenteng memang sudah dibongkar sejak 1990-an. Menurutnya hal itu berkaitan dengan kondisi lalu lintas di jalur kabupaten yang memang ramai. “Kalau sekarang mungkin diganti lampu kuning di depan itu,” ungkapnya.

Sementara untuk bangunan klenteng yang tampak di foto itu, juga terlihat beberapa perubahan. Seperti bangunan di sisi kanan klenteng yang kini sudah tak ada lagi. Bangunan yang semula jadi toko itu kini telah dirobohkan sepenuhnya dan menjadi areal parkir. “Tapi pohon beringin terlihat masih utuh sampai hari ini, bangunan utamanya juga tidak berubah,” tambahnya.

Baca Juga :  Jelang PTM di Jombang, Tingkatkan Imunitas Anak dengan Susu
- Advertisement -

Perubahan, juga terjadi pada bangunan di sisi kiri klenteng. Sejak tahun 2004, pengurus klenteng mendirikan bangunan tambahan berupa kantor pengurus. Termasuk beberapa ruangan lain. “Mungkin di foto itu tidak terlihat karena lokasinya persis di belakang pohon beringin, itu bangunan baru 2004,” pungkas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/