alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Dandim 0814 Jombang: Pemerataan Pembangunan Tingkatkan Cinta Tanah Air

DANDIM 0814 Jombang punya pandangan menarik terkait strategi bela negara dan penanaman cinta tanah air. Menurutnya, salah satu cara menumbuhkan kecintaan kepada negara, bisa dipupuk lewat pemerataan pembangunan. Termasuk di wilayah terpencil.

“Jombang menurut saya adalah kabupaten yang unik, kota santri namun juga guyub, saya melihat sendiri kerukunan umat beragama saat Natal kemarin, ini modal berharga menurut saya,” ucap Letkol Hanafi.

Namun, prajurit kelahiran Sidoarjo 1980 ini, sempat mengaku kaget ketika mendapat laporan perihal adanya dua kampung yang masih terisolir di Kabupaten Jombang. Dua kampung ini berada Dusun Kedungdendeng, Desa Jipurapah dan Dusun Rapahombo, Desa Klitih yang berada di Kecamatan Plandaan.

“Saya kaget waktu dapat laporan ini, ada ibu hamil yang harus ditandu keluar kampung, jalan yang sulit dilintasi. Ini di Jawa, tapi masih ada bagian yang tidak tersentuh, ini salah satu atensi saya ketika di Jombang,” katanya.

Baca Juga :  SMPN 1 Jombang Wujudkan Sekolah Seribu Lukisan

Menurut dia, pembangunan untuk dua wilayah terpencil itu harus diupayakan. Masyarakat yang terisolir harus segera diberdayakan dan difasilitasi. Letkol Hanafi sendiri berkaca dari pengalamannya ketika berdinas di NTT 2004 lalu. “Saya merasakan betul bagaimana berdinas di wilayah terpencil, Alor. Semua serba terbatas dan itu berdampak pada kondisi sosial masyarakat, ekonomi sulit, pendidikan juga tertinggal,” tambah dia.

Untuk mewujudkan atensinya ini Letkol Hanafi telah berkoordinasi dengan Pemkab Jombang hingga tingkat kecamatan. Koordinasi juga akan dilakukan bersama dengan Perhutani selaku pemilik akses ke dua wilayah itu.

“Awal mungkin dari segi jalan minimal. Apa kendalanya, kita akan berupaya untuk komunikasikan, semua bisa dibicarakan. Kita juga punya program TMMD, bisa bersinergi dengan program Pemkab Jombang,” tambahnya.

Baca Juga :  Pelayanan Puskesmas Bandarkedungmulyo Jombang Kembali Normal

Dengan begitu, paling tidak akan meringankan beban para warga di dua dusun tersebut. Dengan fasilitas yang baik, perkonomian warga minimal juga akan meningkat. Termasuk pendidikan akan membaik. “Saya membayangkan alangkah bahagianya mereka jika bisa akses bagus. Mereka bisa bangga dengan daerahnya, yang bisa tumbuh cinta dan negara,” pungkas pria yang pernah menjabat Kasubbag Duk Binpers TNI/POLRI di Setmilpres RI ini.

- Advertisement -

DANDIM 0814 Jombang punya pandangan menarik terkait strategi bela negara dan penanaman cinta tanah air. Menurutnya, salah satu cara menumbuhkan kecintaan kepada negara, bisa dipupuk lewat pemerataan pembangunan. Termasuk di wilayah terpencil.

“Jombang menurut saya adalah kabupaten yang unik, kota santri namun juga guyub, saya melihat sendiri kerukunan umat beragama saat Natal kemarin, ini modal berharga menurut saya,” ucap Letkol Hanafi.

Namun, prajurit kelahiran Sidoarjo 1980 ini, sempat mengaku kaget ketika mendapat laporan perihal adanya dua kampung yang masih terisolir di Kabupaten Jombang. Dua kampung ini berada Dusun Kedungdendeng, Desa Jipurapah dan Dusun Rapahombo, Desa Klitih yang berada di Kecamatan Plandaan.

“Saya kaget waktu dapat laporan ini, ada ibu hamil yang harus ditandu keluar kampung, jalan yang sulit dilintasi. Ini di Jawa, tapi masih ada bagian yang tidak tersentuh, ini salah satu atensi saya ketika di Jombang,” katanya.

Baca Juga :  Positif Covid-19 Tembus 148 Kasus, Jombang Peringkat Tujuh Jatim

Menurut dia, pembangunan untuk dua wilayah terpencil itu harus diupayakan. Masyarakat yang terisolir harus segera diberdayakan dan difasilitasi. Letkol Hanafi sendiri berkaca dari pengalamannya ketika berdinas di NTT 2004 lalu. “Saya merasakan betul bagaimana berdinas di wilayah terpencil, Alor. Semua serba terbatas dan itu berdampak pada kondisi sosial masyarakat, ekonomi sulit, pendidikan juga tertinggal,” tambah dia.

Untuk mewujudkan atensinya ini Letkol Hanafi telah berkoordinasi dengan Pemkab Jombang hingga tingkat kecamatan. Koordinasi juga akan dilakukan bersama dengan Perhutani selaku pemilik akses ke dua wilayah itu.

- Advertisement -

“Awal mungkin dari segi jalan minimal. Apa kendalanya, kita akan berupaya untuk komunikasikan, semua bisa dibicarakan. Kita juga punya program TMMD, bisa bersinergi dengan program Pemkab Jombang,” tambahnya.

Baca Juga :  Keponakan Penderita ODGJ Kubur Mayat Paman Di Belakang Rumah

Dengan begitu, paling tidak akan meringankan beban para warga di dua dusun tersebut. Dengan fasilitas yang baik, perkonomian warga minimal juga akan meningkat. Termasuk pendidikan akan membaik. “Saya membayangkan alangkah bahagianya mereka jika bisa akses bagus. Mereka bisa bangga dengan daerahnya, yang bisa tumbuh cinta dan negara,” pungkas pria yang pernah menjabat Kasubbag Duk Binpers TNI/POLRI di Setmilpres RI ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/