alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Tikus Sasar Tanaman Jagung Petani Tugusumberejo Jombang

JOMBANG – Serangan hama tikus masih merajalela di kawasan Desa Tugusumberejo, Kecamatan Peterongan. Dari puluhan hektare tanaman petani, hampir separo terserang hewan pengerat ini. Petani pun waswas ancaman gagal panen.

Pantauan di lokasi, tampak di sejumlah petak sawah petani, tanaman jagung tak tumbuh normal. Sebagian tanaman terlihat cebol.

Jumadi, 40, ketua kelompok tani Desa Tugusumberejo menerangkan, serangan tikus di wilayahnya terjadi masif sejak masa awal tanam jagung. ”Ada sekitar 44 hektar total luas lahan warga, hampir separohnya diacak-acak hewan ini. Tikus menyerang dari awal musim tanam, sampai tanaman tumbuh besar pun masih diserang,” terang Jumadi, kemarin.

Baca Juga :  Bupati Hj Mundjidah Pimpin Upacara Penyerahan Duplikat Bendera Pusaka

Beberapa upaya telah dilakukan petani untuk menanggulangi hama tikus. Mulai dari pemberian obat tikus, gerakan gropyokan hingga pemasangan pagupon burung hantu. Meski begitu, serangan hama tikus tetap saja masif.

Menurutnya, jika hama tikus terus menyerang, petani pun terancam gagal panen. ”Jika kembang jagung sekali saja di makan tikus, maka tidak akan bisa berbuah lagi,” terangnya.

Saat ini banyak tanaman jagung milik petani yang rusak. Petani pun mulai waswas ancaman gagal panen. ”Biasanya banom seratus bisa menghasilkan Rp 4 sampai Rp 5 juta, jika sudah diserang tikus, bisa-bisa gagal panen, hanya laku tebonnya, sekitar 400 ribu,” imbuhnya.

Selain aksi-aksi penanggulangan bersama, petani bahkan menggelar aksi doa bersama. ”Semua upaya sudah dilakukan, sampai cara spiritual, seperti berdo’a bersama ketika mulai musim tanam,” singkat Jumadi.

Baca Juga :  Disambar Kereta Saat Sebrangi lintasan Tak Berpalang

Sebelumnya, sejumlah petani di Dusun Tejo Utara, Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung terancam merugi besar. Itu setelah tanaman jagung petani rusak diserang hama tikus. Sedikitnya ada sekitar 5-6 hektare tanaman jagung rusak. Sebagian petani bahkan sudah menyerah mengurusi tanamannya.

- Advertisement -

JOMBANG – Serangan hama tikus masih merajalela di kawasan Desa Tugusumberejo, Kecamatan Peterongan. Dari puluhan hektare tanaman petani, hampir separo terserang hewan pengerat ini. Petani pun waswas ancaman gagal panen.

Pantauan di lokasi, tampak di sejumlah petak sawah petani, tanaman jagung tak tumbuh normal. Sebagian tanaman terlihat cebol.

Jumadi, 40, ketua kelompok tani Desa Tugusumberejo menerangkan, serangan tikus di wilayahnya terjadi masif sejak masa awal tanam jagung. ”Ada sekitar 44 hektar total luas lahan warga, hampir separohnya diacak-acak hewan ini. Tikus menyerang dari awal musim tanam, sampai tanaman tumbuh besar pun masih diserang,” terang Jumadi, kemarin.

Baca Juga :  Student Journalism: Jodoh Cerminan Diri

Beberapa upaya telah dilakukan petani untuk menanggulangi hama tikus. Mulai dari pemberian obat tikus, gerakan gropyokan hingga pemasangan pagupon burung hantu. Meski begitu, serangan hama tikus tetap saja masif.

Menurutnya, jika hama tikus terus menyerang, petani pun terancam gagal panen. ”Jika kembang jagung sekali saja di makan tikus, maka tidak akan bisa berbuah lagi,” terangnya.

Saat ini banyak tanaman jagung milik petani yang rusak. Petani pun mulai waswas ancaman gagal panen. ”Biasanya banom seratus bisa menghasilkan Rp 4 sampai Rp 5 juta, jika sudah diserang tikus, bisa-bisa gagal panen, hanya laku tebonnya, sekitar 400 ribu,” imbuhnya.

- Advertisement -

Selain aksi-aksi penanggulangan bersama, petani bahkan menggelar aksi doa bersama. ”Semua upaya sudah dilakukan, sampai cara spiritual, seperti berdo’a bersama ketika mulai musim tanam,” singkat Jumadi.

Baca Juga :  Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif

Sebelumnya, sejumlah petani di Dusun Tejo Utara, Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung terancam merugi besar. Itu setelah tanaman jagung petani rusak diserang hama tikus. Sedikitnya ada sekitar 5-6 hektare tanaman jagung rusak. Sebagian petani bahkan sudah menyerah mengurusi tanamannya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/