alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Arif Hidayatulloh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jombang

NAMANYA tak asing di kalangan madrasah baik jenjang RA hingga MA. Ya, Arif Hidayatulloh yang kini menjabat sebagai Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jombang menaungi madrasah se-Jombang. 

Arif dilahirkan dari keluarga taat agama, 26 November 1979 silam. Lahir di sebuah desa kecil, Banyuarang Ngoro dari pasangan H Irfan dan Hj Nikmah. Anak pertama dari dua bersaudara ini besar di Ngoro. Ia mengawali pendidikan dasar di MI Al Huda Banyuarang lulus 1993. Kemudian melanjutkan ke MTsN Salafiyah Safiiyah Tebuireng lulus 1996 dan MAN 1 Jombang lulus 1991.

“Setelah itu saya melanjutkan pendidikan sarjana di STAIN Kediri jurusan PAI lulus 2004,’’ tambahnya. Tak berhenti disitu,  bapak tiga anak ini sudah menyelesaikan program Magister di Unipdu Jombang, jurusan Managemen Pendidikan Islam 2012. Saat ini, sedang menempuh pendidikan S3 di IAIN Tulungagung. ”Mohon doanya, masih berproses,’’ terang bapak tiga anak ini.

Mengawali karirnya, Arif mengajar di MTsN 11 Jombang. Ia menjadi guru honorer mata pelajaran Pendidikan Agama Islam  2005. “Setelah lulus S1 saya menjadi guru sukuan di MTsN Bareng,’’ ujar dia saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Baca Juga :  Presiden Klub hingga Manajer Tim PSID Jombang Kompak Mundur

Tak lama kemudian, Arif mengikuti rekrutmen CPNS dan  berhasil lolos. Penempatan pertama di MI Mujahidin Parimono akhir 2005. Setelah itu, menjadi guru bantu Dinas Pendidikan Jombang yang bertugas di SMPN 1 Ngoro hingga 2008. ”Memang tahun itu kekurangan guru, sehingga saya diminta Pemkab melalui Dinas Pendidikan untuk mengajar di sekolah lingkupnya,’’ paparnya.

Tiga tahun berlalu, Arif kemudian ditarik ke Kantor Kementerian Agama Jombang, sebagai staf di Pendidikan Madrasah yang dijalaninya sejak 2008-2018. Hampir 10 tahun berlalu, akhirnya ia dikembalikan menjadi pendidik sekaligus Kepala TU di MTsN 5 Jombang. Tepatnya di Bakalan Rayung Ngusikan. Namun tugas ini tak berlangsung lama. Sebab, sejak 2019 dia dipercaya mengemban amanah baru menjadi Kasi Penma Kemenag Jombang hingga sekarang.

Baca Juga :  Ujian MI Pakai HP, Kemenag Jombang Berdalih untuk Efisiensi Anggaran

Arif mengaku ingin menjadi guru sejak kecil. Baginya, guru bukan hanya sekadar profesi namun juga panggilan diri yang harus diniati lahir batin. Loyalitas dan komitmen, serta bekerja sungguh-sungguh adalah tiga hal penting yang ia pegang dalam hidupnya.

Saat ini, Penma Kemenag Jombang menaungi 806 lembaga. Setiap lembaga, diwajibkan menerapkan tiga program agar lembaga memiliki ciri khusus di masyarakat. Di antaranya, Gerakan ayo membangun madrasah (Geramm) yang didalamnya ada Gerakan literasi madrasah (Gelem), Gerakan madrasah inovasi (Gemi), Gerakan madrasah sehat (Gemes) dan Gerakan furudhul ainiyah (Gefa), kedua gerakan satu madrasah satu karya dan ketiga gerakan pembiasaan bahasa Jawa Krama di RA/Madrasah.

”Harapan kami madrasah punya cirikas khusus sehingga bisa sesuai dengan keinginan masyarakat,’’ tandas suami Sri Wilujeng asal Bareng ini.

- Advertisement -

NAMANYA tak asing di kalangan madrasah baik jenjang RA hingga MA. Ya, Arif Hidayatulloh yang kini menjabat sebagai Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jombang menaungi madrasah se-Jombang. 

Arif dilahirkan dari keluarga taat agama, 26 November 1979 silam. Lahir di sebuah desa kecil, Banyuarang Ngoro dari pasangan H Irfan dan Hj Nikmah. Anak pertama dari dua bersaudara ini besar di Ngoro. Ia mengawali pendidikan dasar di MI Al Huda Banyuarang lulus 1993. Kemudian melanjutkan ke MTsN Salafiyah Safiiyah Tebuireng lulus 1996 dan MAN 1 Jombang lulus 1991.

“Setelah itu saya melanjutkan pendidikan sarjana di STAIN Kediri jurusan PAI lulus 2004,’’ tambahnya. Tak berhenti disitu,  bapak tiga anak ini sudah menyelesaikan program Magister di Unipdu Jombang, jurusan Managemen Pendidikan Islam 2012. Saat ini, sedang menempuh pendidikan S3 di IAIN Tulungagung. ”Mohon doanya, masih berproses,’’ terang bapak tiga anak ini.

Mengawali karirnya, Arif mengajar di MTsN 11 Jombang. Ia menjadi guru honorer mata pelajaran Pendidikan Agama Islam  2005. “Setelah lulus S1 saya menjadi guru sukuan di MTsN Bareng,’’ ujar dia saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Baca Juga :  Wow! Tak Kunjung Dibayar, Tunggakan Penyewa Ruko Menumpuk hingga 4 Miliar

Tak lama kemudian, Arif mengikuti rekrutmen CPNS dan  berhasil lolos. Penempatan pertama di MI Mujahidin Parimono akhir 2005. Setelah itu, menjadi guru bantu Dinas Pendidikan Jombang yang bertugas di SMPN 1 Ngoro hingga 2008. ”Memang tahun itu kekurangan guru, sehingga saya diminta Pemkab melalui Dinas Pendidikan untuk mengajar di sekolah lingkupnya,’’ paparnya.

Tiga tahun berlalu, Arif kemudian ditarik ke Kantor Kementerian Agama Jombang, sebagai staf di Pendidikan Madrasah yang dijalaninya sejak 2008-2018. Hampir 10 tahun berlalu, akhirnya ia dikembalikan menjadi pendidik sekaligus Kepala TU di MTsN 5 Jombang. Tepatnya di Bakalan Rayung Ngusikan. Namun tugas ini tak berlangsung lama. Sebab, sejak 2019 dia dipercaya mengemban amanah baru menjadi Kasi Penma Kemenag Jombang hingga sekarang.

Baca Juga :  Serapan APBD Minim
- Advertisement -

Arif mengaku ingin menjadi guru sejak kecil. Baginya, guru bukan hanya sekadar profesi namun juga panggilan diri yang harus diniati lahir batin. Loyalitas dan komitmen, serta bekerja sungguh-sungguh adalah tiga hal penting yang ia pegang dalam hidupnya.

Saat ini, Penma Kemenag Jombang menaungi 806 lembaga. Setiap lembaga, diwajibkan menerapkan tiga program agar lembaga memiliki ciri khusus di masyarakat. Di antaranya, Gerakan ayo membangun madrasah (Geramm) yang didalamnya ada Gerakan literasi madrasah (Gelem), Gerakan madrasah inovasi (Gemi), Gerakan madrasah sehat (Gemes) dan Gerakan furudhul ainiyah (Gefa), kedua gerakan satu madrasah satu karya dan ketiga gerakan pembiasaan bahasa Jawa Krama di RA/Madrasah.

”Harapan kami madrasah punya cirikas khusus sehingga bisa sesuai dengan keinginan masyarakat,’’ tandas suami Sri Wilujeng asal Bareng ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/