alexametrics
31.1 C
Jombang
Wednesday, May 25, 2022

4 ASN Pemkab Jombang Positif Covid-19 Masih Isolasi Mandiri

JOMBANG – Empat ASN yang dinyatakan positif Covid-19 masih menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka tetap menjalani work from home (WFH) alias kerja dari rumah lantaran tak ada gejala. Sedangkan 16 ASN reaktif rapid test  sudah kembali bekerja.

Kepala Dinkes Jombang drg Subandriyah mengatakan, empat ASN di lingkup Pemkab Jombang yang terkonfirmasi positif masih tetap bekerja di rumah. Namun, bagi ASN reaktif rapid test yang tidak bergejala sejak (5/8) mereka sudah kembali bekerja di kantor masing-masing. Mereka juga tidak diuji swab karena tidak muncul gejala.

”Sesuai pedoman revisi kelima, uji swab diambil untuk kasus suspect dan probable. Sedangkan, rapid reaktif tanpa keluhan atau gejala klinis dilakukan isolasi mandiri dan pemantauan selama 14 hari. Jika dalam masa pemantauan muncul gejala baru dilakukan uji swab,” jelasnya.

Baca Juga :  Masjid Babussa'adah Desa Brudu, Kecamatan Sumobito

Terpisah, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang dr Pudji Umbaran mengaku belum mendapat perintah dari Plh Sekdakab atau Dinkes untuk melakukan uji swab terhadap 16 ASN yang sebelumnya dinyatakan reaktif rapid test.

”Itu kan program Dinkes. Yang jelas kalau ada surat permohonan untuk dilakukan uji swab, atau instruksi dari Plh Sekda akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Sebagai bentuk deteksi dini untuk mengetahui ke 16 ASN yang sebelumnya reaktif, menurutnya perlu dilakukan uji swab. ”Mestinya kalau reaktif supaya kita bisa tahu, sebaiknya uji swab,” jelas Direktur RSUD Jombang ini.

Namun dengan adanya revisi kelima Keputusan Menteri Kesehatan itu, maka kebijakan penanganan Covid-19 lebih longgar. Uji swab dilakukan bagi pasien yang bergejala saja. Selama tidak ada gejala maka tidak perlu dilakukan uji swab. ”Hanya kita minta menjalani isolasi mandiri 14 hari,” papar dia.

Baca Juga :  Pengamat Pesimistis Kinerja Pemkab Jombang Akan Lebih Baik

Disinggung mengenai empat ASN yang positif, Pudji tak mengetahui secara pasti. Namun mereka adalah pejabat setingkat eselon III dan IV yang menjabat kepala bagian di lingkup Pemkab Jombang. ”Karena mereka tidak ada gejala kita wajibkan siolasi mandiri dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

- Advertisement -

JOMBANG – Empat ASN yang dinyatakan positif Covid-19 masih menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka tetap menjalani work from home (WFH) alias kerja dari rumah lantaran tak ada gejala. Sedangkan 16 ASN reaktif rapid test  sudah kembali bekerja.

Kepala Dinkes Jombang drg Subandriyah mengatakan, empat ASN di lingkup Pemkab Jombang yang terkonfirmasi positif masih tetap bekerja di rumah. Namun, bagi ASN reaktif rapid test yang tidak bergejala sejak (5/8) mereka sudah kembali bekerja di kantor masing-masing. Mereka juga tidak diuji swab karena tidak muncul gejala.

”Sesuai pedoman revisi kelima, uji swab diambil untuk kasus suspect dan probable. Sedangkan, rapid reaktif tanpa keluhan atau gejala klinis dilakukan isolasi mandiri dan pemantauan selama 14 hari. Jika dalam masa pemantauan muncul gejala baru dilakukan uji swab,” jelasnya.

Baca Juga :  Hadapi Pandemi, Jalankan Pola Hidup Sehat

Terpisah, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang dr Pudji Umbaran mengaku belum mendapat perintah dari Plh Sekdakab atau Dinkes untuk melakukan uji swab terhadap 16 ASN yang sebelumnya dinyatakan reaktif rapid test.

”Itu kan program Dinkes. Yang jelas kalau ada surat permohonan untuk dilakukan uji swab, atau instruksi dari Plh Sekda akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Sebagai bentuk deteksi dini untuk mengetahui ke 16 ASN yang sebelumnya reaktif, menurutnya perlu dilakukan uji swab. ”Mestinya kalau reaktif supaya kita bisa tahu, sebaiknya uji swab,” jelas Direktur RSUD Jombang ini.

- Advertisement -

Namun dengan adanya revisi kelima Keputusan Menteri Kesehatan itu, maka kebijakan penanganan Covid-19 lebih longgar. Uji swab dilakukan bagi pasien yang bergejala saja. Selama tidak ada gejala maka tidak perlu dilakukan uji swab. ”Hanya kita minta menjalani isolasi mandiri 14 hari,” papar dia.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Sembuh, Warna Peta Kecamatan Kabuh Berubah Putih

Disinggung mengenai empat ASN yang positif, Pudji tak mengetahui secara pasti. Namun mereka adalah pejabat setingkat eselon III dan IV yang menjabat kepala bagian di lingkup Pemkab Jombang. ”Karena mereka tidak ada gejala kita wajibkan siolasi mandiri dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/