alexametrics
21.7 C
Jombang
Monday, August 8, 2022

Banjir Makin Tinggi, Warga Boyongan, Berharap Ada Bantuan

DI Kecamatan Sumobito, banjir terus meluas sejak Kamis (10/3) dini hari. Debit air lambat laun semakin tinggi sehingga warga setempat boyongan mengungsi. Seperti terpantau di Desa Talunkidul.

“Jam 01.00 banjir sudah masuk rumah setinggi lutut orang dewasa,’’ ujar Toni Kustarto, 28, salah seorang warga dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (11/3). Banjir yang merendam rumahnya membuat ia dan keluarganya mengungsi. Dia bersama istri dan anaknya yang berusia 2 tahun mengungsi di rumah orang tuanya di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. “Ini kan punya anak kecil biar bisa istirahat,” tambahnya.

Kondisi serupa terpantau di Dusun Grudo, Desa Madiopuro. Sekitar pukul 08.00 warga mulai boyongan meninggalkan rumah dan mengevakuasi barang berharga. Mulai motor dan lain sebagainya. ”Ya mau pindah, karena di rumah air semakin tinggi,’’ sahut Rukiman, 43, warga lain di lokasi. Beberapa warga lain juga mengungsi lantaran debit air tak kunjung menurun.

Kades Talunkidul Bambang Sugianto, membenarkan banjir di desanya terjadi di beberapa dusun. Mulai Dusun Balongsono, Kedungwesi dan Sedamar. Ketinggian banjir bervariasi, mulai 50 sentimeter hingga 120 sentimeter. Kondisi terparah di Dusun Balongsono dan Dusun Grudo, Desa Mandiopuro. ”Ada dua lokasi itu yang paling parah,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Siapkan Dua Atlet Petanque

Ia menyampaikan, banjir yang terjadi karena kali Gunting yang melintasi di desanya meluap. Akibatnya, ratusan kepala keluarga (KK) turut terdampak. Ada 300 KK di Dusun Balongsono, 100 KK di Dusun Kedungwesi dan 75 KK di Dusun Sedamar. Sebagian di antaranya mulai mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir.

“Saya kira sudah tindakan preventif masyarakat, banjir besar seperti ini sudah mengungsi sendiri-sendiri di dataran lebih tinggi,” tambah Bambang.

Sementara itu, banjir dua hari di Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, hingga pukul 14.00 kemarin (11/3), air belum ada tanda-tanda surut. Di Dusun Trawasan dan Dusun Gebangsari, ketinggian air masih mencapai 1,5 meter. Kebanyakan warga enggan meninggalkan rumah untuk mengungsi.

Menurut Tutik Lely Zakiyah warga Dusun Gebangsari, banjir sudah melanda dua hari terakhir. Air bukannya surut, malah meninggi. Selama dua hari, ia mengaku belum mendapat bantuan sama sekali. Termasuk bantuan makanan. Untuk itu dirinya berharap segera ada bantuan makanan. “Untuk sementara makan seadanya. Tapi stok menipis. Paling cukup satu hari saja,” bebernya.

Kondisi air yang tak kunjung surut, membuat ia kesulitan berbelanja. Kalau belanja di toko sekitar juga sudah habis dibeli tetangga lain.

Hal senada disampaikan Mardiyah warga lain yang juga berharap ada bantuan makanan. “Yang paling penting makanan. Tapi sampai sekarang (kemarin, Red) belum ada,” bebernya. Menurutnya, banjir tahun ini paling parah. “Sudah lama tidak banjir. Ini yang paling parah,” tambahnya.

Baca Juga :  Trial Pabrik Plastik Kesamben, DLH Beri Waktu Sampai Akhir Bulan

Kaisar Asadi Kepala Desa Trawasan, mengatakan ada sekitar 535 warga yang terdampak banjir. “Satu dusun paling parah di Gebangsari. Kalau Dusun Trawasan hanya 3 RT,” bebernya. Ia juga membenarkan sampai sekarang belum ada bantuan dari Pemkab Jombang. “Ya kalau ada bantuan dari pemerintah ya malah baik,” ungkapnya.

Saat ini, Balai Desa Trawasan dibuat menjadi dapur umum untuk kebutuhan makan warga terdampak banjir. Ia juga menyiapkan polindes sebagai antisipasi pelayanan kesehatan masyarakat. “Alhamdullilah sampai sekarang belum ada yang mengeluh sakit,” tegas Kaisar.

Ditemui terpisah, Camat Sumobito Mustaghfirin, menyebut 21 desa terdampak banjir. “Di Sumobito kan ada 21 desa, semua terdampak banjir,” ujarnya saat dikonfirmasi di Balai Desa Talunkidul. Banjir paling parah terjadi di Dusun Balongsono, Desa Talunkidul, Dusun Gebangsari, Desa Trawasan serta Dusun Grudo, Desa Madiopuro.

“Di Desa Talunkidul dapur umum sudah didirikan untuk suplai makanan warga. Kalau bantuan dari pemkab bentuknya logistik. Insya Allah setelah ini meluncur,” pungkasnya.

- Advertisement -

DI Kecamatan Sumobito, banjir terus meluas sejak Kamis (10/3) dini hari. Debit air lambat laun semakin tinggi sehingga warga setempat boyongan mengungsi. Seperti terpantau di Desa Talunkidul.

“Jam 01.00 banjir sudah masuk rumah setinggi lutut orang dewasa,’’ ujar Toni Kustarto, 28, salah seorang warga dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (11/3). Banjir yang merendam rumahnya membuat ia dan keluarganya mengungsi. Dia bersama istri dan anaknya yang berusia 2 tahun mengungsi di rumah orang tuanya di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. “Ini kan punya anak kecil biar bisa istirahat,” tambahnya.

Kondisi serupa terpantau di Dusun Grudo, Desa Madiopuro. Sekitar pukul 08.00 warga mulai boyongan meninggalkan rumah dan mengevakuasi barang berharga. Mulai motor dan lain sebagainya. ”Ya mau pindah, karena di rumah air semakin tinggi,’’ sahut Rukiman, 43, warga lain di lokasi. Beberapa warga lain juga mengungsi lantaran debit air tak kunjung menurun.

Kades Talunkidul Bambang Sugianto, membenarkan banjir di desanya terjadi di beberapa dusun. Mulai Dusun Balongsono, Kedungwesi dan Sedamar. Ketinggian banjir bervariasi, mulai 50 sentimeter hingga 120 sentimeter. Kondisi terparah di Dusun Balongsono dan Dusun Grudo, Desa Mandiopuro. ”Ada dua lokasi itu yang paling parah,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Siapkan Dua Atlet Petanque

Ia menyampaikan, banjir yang terjadi karena kali Gunting yang melintasi di desanya meluap. Akibatnya, ratusan kepala keluarga (KK) turut terdampak. Ada 300 KK di Dusun Balongsono, 100 KK di Dusun Kedungwesi dan 75 KK di Dusun Sedamar. Sebagian di antaranya mulai mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir.

“Saya kira sudah tindakan preventif masyarakat, banjir besar seperti ini sudah mengungsi sendiri-sendiri di dataran lebih tinggi,” tambah Bambang.

- Advertisement -

Sementara itu, banjir dua hari di Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, hingga pukul 14.00 kemarin (11/3), air belum ada tanda-tanda surut. Di Dusun Trawasan dan Dusun Gebangsari, ketinggian air masih mencapai 1,5 meter. Kebanyakan warga enggan meninggalkan rumah untuk mengungsi.

Menurut Tutik Lely Zakiyah warga Dusun Gebangsari, banjir sudah melanda dua hari terakhir. Air bukannya surut, malah meninggi. Selama dua hari, ia mengaku belum mendapat bantuan sama sekali. Termasuk bantuan makanan. Untuk itu dirinya berharap segera ada bantuan makanan. “Untuk sementara makan seadanya. Tapi stok menipis. Paling cukup satu hari saja,” bebernya.

Kondisi air yang tak kunjung surut, membuat ia kesulitan berbelanja. Kalau belanja di toko sekitar juga sudah habis dibeli tetangga lain.

Hal senada disampaikan Mardiyah warga lain yang juga berharap ada bantuan makanan. “Yang paling penting makanan. Tapi sampai sekarang (kemarin, Red) belum ada,” bebernya. Menurutnya, banjir tahun ini paling parah. “Sudah lama tidak banjir. Ini yang paling parah,” tambahnya.

Baca Juga :  Gedung Pos Kesehatan Hewan di Kecamatan Ngoro Mangkrak

Kaisar Asadi Kepala Desa Trawasan, mengatakan ada sekitar 535 warga yang terdampak banjir. “Satu dusun paling parah di Gebangsari. Kalau Dusun Trawasan hanya 3 RT,” bebernya. Ia juga membenarkan sampai sekarang belum ada bantuan dari Pemkab Jombang. “Ya kalau ada bantuan dari pemerintah ya malah baik,” ungkapnya.

Saat ini, Balai Desa Trawasan dibuat menjadi dapur umum untuk kebutuhan makan warga terdampak banjir. Ia juga menyiapkan polindes sebagai antisipasi pelayanan kesehatan masyarakat. “Alhamdullilah sampai sekarang belum ada yang mengeluh sakit,” tegas Kaisar.

Ditemui terpisah, Camat Sumobito Mustaghfirin, menyebut 21 desa terdampak banjir. “Di Sumobito kan ada 21 desa, semua terdampak banjir,” ujarnya saat dikonfirmasi di Balai Desa Talunkidul. Banjir paling parah terjadi di Dusun Balongsono, Desa Talunkidul, Dusun Gebangsari, Desa Trawasan serta Dusun Grudo, Desa Madiopuro.

“Di Desa Talunkidul dapur umum sudah didirikan untuk suplai makanan warga. Kalau bantuan dari pemkab bentuknya logistik. Insya Allah setelah ini meluncur,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/