alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Kebijakan Ujian Pakai HP Dinilai Abaikan Kondisi Ekonomi Siswa

JOMBANG – Kebijakan Kementerian Agama Kabupaten Jombang menerapkan ujian MI menggunakan HP juga menuai reaksi dari kalangan LSM.

Solahuddin, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jombang mempertanyakan alasan Kemenag Jombang menerapkan ujian MI menggunakan HP. ”Sebenarnya ide bagus, tapi tidak bijaksana. Memburu efisiensi tapi mengabaikan kemampuan ekonomi keluarga anak didik. Ini bisa muncul masalah baru,” bebernya.

Selain membebani orang tua siswa, penggunaan HP dalam ujian juga dikhawatirkan member dampak kepada psikologi anak. Terutama jika kondisi ekonomi keluarga kurang. “Apalagi jika HP harus memiliki spesifikasi tertentu, tentu harganya bagi keluarga ekonomi kebawah dinilai cukup mahal,” bebernya.

Bukan tanpa alasan, pada kasus pencurian HP yang melibatkan salah satu siswa SMK di Jombang beberapa waktu lalu terjadi karena latar belakang ekonomi. ”Beberapa waktu lalu polisi menangkap pelajar mencuri HP tetangga karena orang tua tidak mampu membeli HP, ini tentu harus menjadi catatan,” bebernya.

Baca Juga :  Akademisi Soroti Galian C di Jombang yang Masih Tak Tersentuh Hukum

Pihaknya menilai seharusnya sebelum kebijakan itu dikeluarkan, perangkat sudah tersedia di madrasah. ”Semisal madrasah yang menyediakan HP untuk ujian, dipakai secara bergiliran. Jadi tidak menambah beban orang tua, apalagi harga HP jauh lebih murah daripada computer atau laptop” imbuhnya. (*)

- Advertisement -

JOMBANG – Kebijakan Kementerian Agama Kabupaten Jombang menerapkan ujian MI menggunakan HP juga menuai reaksi dari kalangan LSM.

Solahuddin, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jombang mempertanyakan alasan Kemenag Jombang menerapkan ujian MI menggunakan HP. ”Sebenarnya ide bagus, tapi tidak bijaksana. Memburu efisiensi tapi mengabaikan kemampuan ekonomi keluarga anak didik. Ini bisa muncul masalah baru,” bebernya.

Selain membebani orang tua siswa, penggunaan HP dalam ujian juga dikhawatirkan member dampak kepada psikologi anak. Terutama jika kondisi ekonomi keluarga kurang. “Apalagi jika HP harus memiliki spesifikasi tertentu, tentu harganya bagi keluarga ekonomi kebawah dinilai cukup mahal,” bebernya.

Bukan tanpa alasan, pada kasus pencurian HP yang melibatkan salah satu siswa SMK di Jombang beberapa waktu lalu terjadi karena latar belakang ekonomi. ”Beberapa waktu lalu polisi menangkap pelajar mencuri HP tetangga karena orang tua tidak mampu membeli HP, ini tentu harus menjadi catatan,” bebernya.

Baca Juga :  Kalo Bambu Masih Eksis di Jombang

Pihaknya menilai seharusnya sebelum kebijakan itu dikeluarkan, perangkat sudah tersedia di madrasah. ”Semisal madrasah yang menyediakan HP untuk ujian, dipakai secara bergiliran. Jadi tidak menambah beban orang tua, apalagi harga HP jauh lebih murah daripada computer atau laptop” imbuhnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/