26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Program Seragam Gratis Pemkab Jombang Tak Bisa Akomodir Penjahit Lokal

 JOMBANG – Pengadaan seragam gratis yang akan diberikan kepada siswa baru baik SD/MI maupun SMP/MTs di Jombang, mulai tahun ajaran baru 2019, tampaknya tak bisa mengakomodir penjahit lokal. Pasalnya, proses pendataan yang melibatkan penjahit lokal terlalu mepet.

Kepala Dikbud Jombang, Budi Nugroho kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin menjelaskan, pengadaan seragam gratis tak melibatkan penjahit lokal seperti harapan kalangan DPRD selama ini. ”Kemarin kita sudah memikirkan hal itu, namun setelah mempertimbangkan beberapa masukan, akhirnya dipmutuskan belum bisa kesana,” ujarnya.

Hal itu dikarenakan waktu persiapan melibatkan penjahit lokal terlalu mepet. Misal mendata penjahit lokal yang berkompeten di Jombang juga perlu waktu. Selain itu, jika menggandeng penjahit lokal, maka dikhawatirkan jenis kain, harga dan spesifikasi bahan menjadi tidak sama.

Baca Juga :  HM Syarif Hidayatullah ST MMT: Ibu Nomor Satu

”Mungkin nanti tahun berikutnya baru bisa kita siapkan seperti itu, karena waktu yang kita miliki juga lebih panjang,” jelas dia. Namun terpenting, lanjut Budi, di tahun pertama kepemimpinan Mundjidah-Sumrambah program sebagaimana yang tertuang dalam visi misi terealisir.

Pihaknya bisa menyiapkan kebutuhan seragam gratis kepada siswa baru. ”Yang penting kita realisasikan secara lancar dahulu. Kemudian tahun depan kita pikirkan teknisnya lagi,” tegasnya.

Ditanya soal anggaran, ia menyebut total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 30 miliar. ”Sesuai dengan pagu APBD 2019 kemarin, sekitar 30 miliar,” tegasnya lagi. 

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, calon penerima seragam gratis bagi siswa SD negeri sejumlah 11.992 siswa dengan nilai anggaran sekitar Rp 608.364.600.

Baca Juga :  Giliran Kades Wadul Camat Terkait Jalan Rusak Dampak Pengalihan Jalur

Untuk siswa SD swasta termasuk di dalamnya MI/MIN sebanyak 9.766 siswa dengan nilai anggaran Rp 5.413.293.800. Sedangkan SMP Negeri sebanyak 10.083 siswa dengan nilai anggaran Rp 7.571.828.850. Lebih sedikit dibanding kelompok swasta SMP/MTS/MTSN sebanyak 14.294 siswa dengan nilai anggaran Rp 10.734.079.300. 

”Tapi sekali lagi, ini sifatnya masih dalam tahap perencanaan, nanti pada saat diajukan lelang ada yang namanya HPS (harga perkiraan sendiri) dan sebagainya, bisa jadi nanti ada yang dirubah,” pungkas Jumadi, Sekretaris Dikbud Jombang. (*)

 JOMBANG – Pengadaan seragam gratis yang akan diberikan kepada siswa baru baik SD/MI maupun SMP/MTs di Jombang, mulai tahun ajaran baru 2019, tampaknya tak bisa mengakomodir penjahit lokal. Pasalnya, proses pendataan yang melibatkan penjahit lokal terlalu mepet.

Kepala Dikbud Jombang, Budi Nugroho kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin menjelaskan, pengadaan seragam gratis tak melibatkan penjahit lokal seperti harapan kalangan DPRD selama ini. ”Kemarin kita sudah memikirkan hal itu, namun setelah mempertimbangkan beberapa masukan, akhirnya dipmutuskan belum bisa kesana,” ujarnya.

Hal itu dikarenakan waktu persiapan melibatkan penjahit lokal terlalu mepet. Misal mendata penjahit lokal yang berkompeten di Jombang juga perlu waktu. Selain itu, jika menggandeng penjahit lokal, maka dikhawatirkan jenis kain, harga dan spesifikasi bahan menjadi tidak sama.

Baca Juga :  Olah Sampah Industri, Pemuda Ini Hasilkan Aneka Produk Kerajinan

”Mungkin nanti tahun berikutnya baru bisa kita siapkan seperti itu, karena waktu yang kita miliki juga lebih panjang,” jelas dia. Namun terpenting, lanjut Budi, di tahun pertama kepemimpinan Mundjidah-Sumrambah program sebagaimana yang tertuang dalam visi misi terealisir.

Pihaknya bisa menyiapkan kebutuhan seragam gratis kepada siswa baru. ”Yang penting kita realisasikan secara lancar dahulu. Kemudian tahun depan kita pikirkan teknisnya lagi,” tegasnya.

Ditanya soal anggaran, ia menyebut total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 30 miliar. ”Sesuai dengan pagu APBD 2019 kemarin, sekitar 30 miliar,” tegasnya lagi. 

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, calon penerima seragam gratis bagi siswa SD negeri sejumlah 11.992 siswa dengan nilai anggaran sekitar Rp 608.364.600.

Baca Juga :  HUT Ke-76 BNI, Ini Pesan Menteri Erick Thohir

Untuk siswa SD swasta termasuk di dalamnya MI/MIN sebanyak 9.766 siswa dengan nilai anggaran Rp 5.413.293.800. Sedangkan SMP Negeri sebanyak 10.083 siswa dengan nilai anggaran Rp 7.571.828.850. Lebih sedikit dibanding kelompok swasta SMP/MTS/MTSN sebanyak 14.294 siswa dengan nilai anggaran Rp 10.734.079.300. 

”Tapi sekali lagi, ini sifatnya masih dalam tahap perencanaan, nanti pada saat diajukan lelang ada yang namanya HPS (harga perkiraan sendiri) dan sebagainya, bisa jadi nanti ada yang dirubah,” pungkas Jumadi, Sekretaris Dikbud Jombang. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/