alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Binrohtal 1.228: Balasan Kesabaran

Saat ngaji Sabtu (28/8), Pengasuh Pesantren Hidayatul Quran Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat, menjelaskan pentingnya sabar. ’’Sayidina Ali bin Abi Tolib karramallahu wajhah berkata; Tidak beriman kepada Allah orang yang tidak bisa bersabar,’’ tuturnya.

Salah satu akhlak terbaik seorang muslim adalah sabar dan memaafkan celaan, fitnah, gunjingan dan keburukan orang lain. ’’Memaafkan berarti tidak memperhitungkan kerugian kita sebagai orang yang dizalimi,’’ ujarnya. Hal itu bukan perkara mudah. Karenanya Allah akan memberi balasan dengan tanpa hitungan.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Azzumar 10. Katakanlah Muhammad; Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang diberi pahala tanpa batas.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Pada saat hari kiamat nanti, Allah akan menutupi seorang hamba dari pandangan orang-orang. Lalu, akan disodorkan kepadanya catatan kebaikan kebaikannya, kemudian dibacakan kepadanya. Setelah itu, Allah akan bertanya kepadanya; Apa pendapatmu soal catatan amalmu tadi?

Baca Juga :  Longsor Memanjang Hingga 10 Meter

Hamba itu menjawab; Aku melihat banyak kebaikan yang telah kuperbuat.

Allah bertanya lagi; Adakah kebaikanmu yang berkurang? ’’Tidak,’’ jawab hamba itu.

Lalu Allah menyodorkan catatan keburukan- keburukannya. Setelah dibacakan kepadanya, Allah akan bertanya; Apa pendapatmu terhadap catatan keburukanmu ini?

Si hamba menjawab; Aku melihat banyak keburukan yang telah kuperbuat.

Allah bertanya lagi; Apakah engkau mengakuinya? ’’Ya, aku mengakuinya,’’ jawab hamba itu.

Maka Allah pun bertanya; Apakah ada yang ditambah-tambahkan pada catatan keburukanmu itu? ’’Tidak ada,’’ jawabnya.

Kemudian Allah memperlihatkan kepadanya selembar kertas dan memerintahkan hamba tersebut membacanya. Lalu Allah bertanya; Apa yang kaulihat pada kertas itu?

Si hamba menjawab; Aku melihat banyak kebaikan untukku.

Allah pun bertanya; Apakah engkau mengetahui dari mana kebaikan itu engkau peroleh?

’’Tidak, wahai Tuhanku,’’ jawab hamba tersebut.

Allah lantas menjelaskan; Semua kebaikan yang tercatat pada lembaran itu berasal dari perbuatan orang-orang yang menzalimimu, menyakitimu, dan mengambil hartamu tanpa sepengetahuanmu.

Baca Juga :  Hampir Sepekan Bupati Mundjidah WFH

Agar bisa sabar, kita harus istiqamah menjalankan salat lima waktu berjamaah. Serta selalu ingat bahwa apapun yang menimpa kita berasal dari Allah. Apapun yang kita peroleh berasal dari Allah. Apapun takdir yang kita jalani juga dari Allah. Hidup dan mati kita dari Allah. Sehat dan sakit kita dari Allah. Semua rezeki yang kita nikmati juga dari Allah.  Kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Karena itu harus menerima semua ketentuan Allah.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Albaqarah 45-46. Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. Yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

- Advertisement -

Saat ngaji Sabtu (28/8), Pengasuh Pesantren Hidayatul Quran Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat, menjelaskan pentingnya sabar. ’’Sayidina Ali bin Abi Tolib karramallahu wajhah berkata; Tidak beriman kepada Allah orang yang tidak bisa bersabar,’’ tuturnya.

Salah satu akhlak terbaik seorang muslim adalah sabar dan memaafkan celaan, fitnah, gunjingan dan keburukan orang lain. ’’Memaafkan berarti tidak memperhitungkan kerugian kita sebagai orang yang dizalimi,’’ ujarnya. Hal itu bukan perkara mudah. Karenanya Allah akan memberi balasan dengan tanpa hitungan.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Azzumar 10. Katakanlah Muhammad; Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang diberi pahala tanpa batas.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Pada saat hari kiamat nanti, Allah akan menutupi seorang hamba dari pandangan orang-orang. Lalu, akan disodorkan kepadanya catatan kebaikan kebaikannya, kemudian dibacakan kepadanya. Setelah itu, Allah akan bertanya kepadanya; Apa pendapatmu soal catatan amalmu tadi?

Baca Juga :  Turun Bantu Pembangunan Desa Launching Dadadi Jombang

Hamba itu menjawab; Aku melihat banyak kebaikan yang telah kuperbuat.

Allah bertanya lagi; Adakah kebaikanmu yang berkurang? ’’Tidak,’’ jawab hamba itu.

- Advertisement -

Lalu Allah menyodorkan catatan keburukan- keburukannya. Setelah dibacakan kepadanya, Allah akan bertanya; Apa pendapatmu terhadap catatan keburukanmu ini?

Si hamba menjawab; Aku melihat banyak keburukan yang telah kuperbuat.

Allah bertanya lagi; Apakah engkau mengakuinya? ’’Ya, aku mengakuinya,’’ jawab hamba itu.

Maka Allah pun bertanya; Apakah ada yang ditambah-tambahkan pada catatan keburukanmu itu? ’’Tidak ada,’’ jawabnya.

Kemudian Allah memperlihatkan kepadanya selembar kertas dan memerintahkan hamba tersebut membacanya. Lalu Allah bertanya; Apa yang kaulihat pada kertas itu?

Si hamba menjawab; Aku melihat banyak kebaikan untukku.

Allah pun bertanya; Apakah engkau mengetahui dari mana kebaikan itu engkau peroleh?

’’Tidak, wahai Tuhanku,’’ jawab hamba tersebut.

Allah lantas menjelaskan; Semua kebaikan yang tercatat pada lembaran itu berasal dari perbuatan orang-orang yang menzalimimu, menyakitimu, dan mengambil hartamu tanpa sepengetahuanmu.

Baca Juga :  Menyusuri Tempat Wisata Negeri Jiran (2); Hari Kedua Genting Highland

Agar bisa sabar, kita harus istiqamah menjalankan salat lima waktu berjamaah. Serta selalu ingat bahwa apapun yang menimpa kita berasal dari Allah. Apapun yang kita peroleh berasal dari Allah. Apapun takdir yang kita jalani juga dari Allah. Hidup dan mati kita dari Allah. Sehat dan sakit kita dari Allah. Semua rezeki yang kita nikmati juga dari Allah.  Kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Karena itu harus menerima semua ketentuan Allah.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Albaqarah 45-46. Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. Yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/