Sumur brumbung ini berada di area persawahan. Dulu, sumur brumbung difungsikan masyarakat sekitar untuk mengairi sawah. Seiring bergulirnya waktu, sumur brumbung kemudian tidak berfungsi. "Dulu tidak seperti ini. Sumur brumbung dikelilingi pohon-pohon berukuran besar. Tapi sekarang dibongkar dan diganti petilasan," kata Radi Wijaya salah seorang tokoh masyarakat.
Ia menyampaikan, keberadaan sumur brumbung sekarang tidak ada dan tidak berfungsi. Namun, masyarakat membuat bangunan berukuran kurang lebih 2x3 meter untuk petilasan di lokasi sumur tersebut.
Menurutnya, pohon-pohon besar yang mengelilingi sumur dulu di antaranya pohon kepuh dan pohon gebang. Ukurannya sangat besar. Bahkan, pohon tersebut bisa digunakan untuk perahu. "Pada 1965 pohon itu mau dipotong. Tapi tidak bisa. Anehnya muncul ular berukuran sangat besar yang mengelilingi pohon," bebernya.
Baru beberapa puluh tahun kemudian, pohon besar tersebut berhasil ditumbangkan. Karena masyarakat tidak ingin tempat tersebut dijadikan tempat untuk berbuat musyrik. "Sekitar 1980-an baru bisa ditebang," katanya. Hanya saja, usai menebang banyak kejadian aneh. Banyak penebang yang tiba-tiba sakit dan meninggal dunia. "Paginya sakit, sore meninggal dunia,” imbuhnya.
Tak hanya itu, bekas pohon yang dijadikan perahu juga tenggelam di Sungai Brantas, bahkan menelan belasan penumpang. "Kan pohonnya digunakan untuk perahu penyeberangan. Tiba-tiba perahu terbalik yang menaiki hilang semua," ceritanya.
Kejadian yang masih dirasakan masyarakat sampai sekarang munculnya sosok kakek tua berjubah putih. Konon, kakek itu penunggu sumur. "Yang menunggu itu kakek tua. Tapi itu juga tidak mengganggu," pungkas Radi.
Ada Ritual Khusus Setiap Tahunnya
KEPERCAYAAN masyarakat terkait hal mistis di sumur Brumbung masih terasa. Bahkan, setiap satu tahun sekali diadakan ritual khusus untuk bersih-bersih desa.
"Setiap satu tahun sekali ada ritual khusus atau biasanya itu disebut sedekah desa," ujar Radi Wijaya salah satu tokoh masyarakat. Hal itu, dilakukan setelah panen raya. Masyarakat juga mengucap syukur atas hasil panen yang didapat.
"Biasanya berdoa dan membawa tumpeng," katanya. Tidak hanya itu, banyak masyarakat yang juga melalukan ritual atau hanya sekedar pamit sebelum menggelar hajatan dan kegiatan di desa.
Tidak hanya digunakan untuk hal-hal positif. Sumur Brumbung juga biasanya diguanakn untuk masyarakat mencari togel. "Dulu ini sering digunakan mencari nomor togel. Sekarang sudah jarang memang," pungkasnya. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW