Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kajian Ramadan di Unipdu Jombang: Pentingnya Mengenal Big Data dan Privasi

Anggi Fridianto • Minggu, 15 Maret 2026 | 04:47 WIB

Wakil Dekan Fakultas Saintek Unipdu Jombang, M Masrur M Kom, saat menyampaikan materi, kemarin.
Wakil Dekan Fakultas Saintek Unipdu Jombang, M Masrur M Kom, saat menyampaikan materi, kemarin.

RadarJombang.id – Pusat Studi Qur’an Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang menggelar Kajian Ramadan bertema Big Data dan Privasi: Menjaga Kehormatan dan Keamanan Informasi Pribadi, Sabtu (14/3).

Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Unipdu, M Masrur MKom, menjelaskan, di era digital saat ini masyarakat tidak bisa lepas dari data.

Hampir seluruh aktivitas manusia berkaitan dengan teknologi, baik melalui gadget maupun smartphone.

’’Setiap aktivitas kita selalu menghasilkan data. Data itu bisa berupa teks, gambar, video, animasi, dan berbagai bentuk lainnya,’’ katanya.

Istilah big data muncul karena volume data yang sangat besar.

Dengan adanya internet yang diakses oleh masyarakat di seluruh dunia, kapasitas data yang sebelumnya hanya mencapai terabyte kini telah berkembang hingga zettabyte.

Big data memiliki lima karakteristik utama. Volume, jumlah data yang sangat besar. Velocity, pergerakan data yang sangat cepat.

Variety, jenis data yang beragam. Veracity, tingkat keakuratan data. Serta value, nilai atau manfaat dari data tersebut.

Masrur memaparkan perkembangan big data dari waktu ke waktu. Pada era 1980-an, data sudah mulai digunakan oleh perusahaan besar meski internet belum populer.

Kemudian pada 1990-an, internet mulai berkembang dan masuk ke berbagai negara, termasuk negara berkembang.

Sementara pada periode 2000 hingga 2010, penggunaan data melalui internet semakin besar hingga dikenal dengan istilah big data.

’’Sekarang perkembangannya sudah berbasis Artificial Intelligence atau AI,’’ jelasnya.

Di bidang pendidikan, big data mempermudah proses pembelajaran seperti melalui e-learning, pembuatan kuis hingga penyusunan soal secara digital.

Sementara di bidang bisnis, big data membantu pelaku usaha dalam membaca pasar dan menentukan strategi secara cepat.

Ia menambahkan, saat ini sumber big data paling besar berasal dari media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram. Karena aktivitas pengguna yang sangat tinggi.

Namun di balik manfaatnya, big data juga memiliki ancaman serius, terutama terkait kebocoran data pribadi.

’’Karena penggunanya seluruh dunia, potensi kebocoran data juga semakin besar. Data yang bocor bisa dimanfaatkan untuk berbagai tindak kejahatan seperti pinjaman online ilegal, judi online, dan penipuan digital,’’ urainya.

Karena itu, Masrur menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital agar masyarakat mampu menjaga keamanan data pribadi di internet.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengunggah data pribadi di media sosial, terutama data yang bersifat sensitif seperti informasi keuangan.

’’Kalau data finansial sampai muncul di internet atau mesin pencari, itu sangat berbahaya karena bisa disalahgunakan pihak lain,’’ tegasnya.

Dalam perspektif Islam, menjaga data pribadi juga merupakan bagian dari menjaga kehormatan diri.

Hal tersebut sejalan dengan ajaran dalam Alquran, salah satunya Surah An-Nur ayat 27 yang mengajarkan agar tidak memasuki rumah orang lain tanpa izin.

’’Di internet juga seperti itu. Akun media sosial bisa dianalogikan seperti rumah. Kita harus menghormati privasi orang lain dan tidak mengakses atau mengganggu tanpa izin,’’ tandasnya. (ang/jif)

 

Editor : Achmad RW
#kajian Ramadan #Jombang #big data #privasi #unipdu